Legenda Asal Buluh Perindu Yang Gres Diketahui Orang

Cerita Rakyat Nusantara Dongeng Asal Mula Buluh Perindu

Sampai kini diyakini,siapapun yang mempunyai buluh perindu sanggup di manfaatkan untuk sarana pengasihan,namun apakah kau tahu bagaimana sejarah adanya buluh perindu,mari kita simak sejarah pulau buluh perindu.Pada postingan kali ini admin akan share sejarah asal mula buluh perindu.


 Tidak ada yang bisa menepis. bagi mereka yang mukim di bilangan Pulau Batam, maka, nama Pulau Buluh bukanlah sesuatu yang asing di indera pendengaran mereka. Betapa tidak, pulau yang tak jauh Ietaknya dari Pelabuhan Rakyat Sagulung, menyimpan banyak dongeng yang sungguh menarik untuk disimak.
 Cerita Rakyat Nusantara Dongeng Asal Mula Buluh Perindu  Legenda Asal Buluh Perindu Yang Baru Diketahui Orang

Salah satunya yaitu legenda Buluh Perindu suatu piranti gaib yang diyakini bisa merubah bunyi seseorang menjadi merdu, merayu, penuh daya pesona dan berwibawa. OIeh alasannya yaitu itu, hingga dengan goresan pena ini di turunkan, buluh perindu yang asli,terus saja diburu dengan harga yang selangit.



Pada suatu zaman, demikian berdasarkan tutur yang berkembang di tengah-tengah masyarakat, dahulu, Pulau Buluh (bambu), lantaran hampir seluruh pulau yang satu ini ditumbuhi dengan tumbuhan bambu. Atau, pulau hutan bambu. Maklum, di samping tumbuhan yang lain, bambu merupakan flora yang utama di pulau ini. Selain dikenal dengan hutan bambu-nya yang demikian lebat, pada masa kejayaan Kerajaan Lingga, pulau ini juga dikenal sebagai daerah untuk berburu pelanduk (sejenis kancil) bagi para petinggi kerajaan.



Terutama, para putra raja. Salah satu putra raja dan Kerajaan Singkep ada yang begitu tergila-gila untuk selalu tiba berburu ke Pulau Buluh dari pada ke pulau yang lainnya. Maklum, hasil yang didapat selalu lebih banyak. Di samping itu, kebanyakan, hasil buruan yang didapat bukan lantaran ketepatan anak panah atau lontaran pisau, melainkan, bisa ditangkap hidup-hidup dengan tangan kosong. Itulah sebabnya, kenapa sang putra raja Iebih sering menghabiskan waktu luangnya untuk beburu ke Pulau Buluh.


Mulanya, keadaan itu dianggap lantaran pelanduk dengan gampang beranak-pinak lantaran tak terganggu oleh ulah manusia. Akan tetapi, usang kelamaan, sang putra raja pun mulai berpikir, niscaya ada sesuatu yang asing telah terjadi....

Dongeng rakyat nusantara legenda asal muasal buluh perindu


Hingga pada suatu malam, sang putra raja bermimpi bertemu dengan serang gadis bagus yang mengenakan busana serba kuning. Setelah saling memperkenalkan nama, keduanya pun merasa cocok satu sama lain. Ya ... dua sampaumur yang berlainan jenis ini saling jatuh cinta pada pandangan pertama.jadi, selama ini, adik yang menolong kakak berburu?” Tanya sang putra raja dengan penasaran.


“Betul, adik tidak hingga hati melihat Abang bersusah payah mencari pelanduk yang lincah dan cendekia bersembunyi itu,” jawab gadis berbusana kuning yang kesannya mengaku berjulukan Dewi Perindu.
Sang putra raja hanya tersenyum, hatinya begitu damai, mendengar kata-kata yang meluncur dan bibir Dewi Perindu. Keduanya berjalan sambil bercakap-cakap. Sebelum meninggalkan sang putra raja, Dewi Perindu pun berpesan; “Abang, potonglah sebatang buluh kuning sepanjang dua hasta, dan simpan baik-baik ...


dengan itu, segala perkataan yang baik niscaya akan segera diikuti oleh yang mendengarkannya.”
Belum lagi sang putra raja sempat bertanya, Dewi Perindu pun menghilang. Dan putra raja pun tersadar dari mimpinya....


Paginya, sang putra raja tampak termangu memikirkan takwil mimpinya semalam. “Apakah saya bermimpi, ataukah memang kenyataan?” Demikian bisik hatinya.
Pertanyaan yang melingkar-lingkar dalam benaknya itu tak jua sanggup dijawabnya. Ketika matahari mulai sepenggalah, Ia pun ke luar dari istana dan berlayar menuju ke Pulau Buluh. Sesampainya di sana, tanpa berlama-lama, sang putra raja eksklusif menebang sebatang buluh kuning dan memotongnya sepanjang dua hasta kemudian menyelipkan di pinggangnya. Dan apayangterjadi...?


Dalam waktu singkat, di depannya tampak rombongan pelanduk yang duduk dengan teratur seolah para rakyat yang sedang menghaturkan sembah. Sang putra raja terhenyak. Setelah tenang, ia pun bertanya; “Siapa pemimpin kalian?”

Mitos Cerita Rakyat Dongeng Nusantara Asal-Usul Buluh Perindu


Para pelanduk yang sanggup berbicara layaknya manusia, dengan serta merta menjawab; “Tuan Putri.”
Sang putra raja Iangsung melayangkan pandang ke seluruh penjuru. Tetapi, apa yang dicarinya tak jua terlihat. Kembali Ia bertanya; “Siapakah pemimpin kalian?”


“Tuan Putri ..,“ demikian jawab pelandukpelanduk itu serempak.
Berulang kali pertanyaan dilontarkan, tanggapan yang didengar tetap saja sama. Ketika sang putra raja mulai berputus asa, terdengar bunyi yang tak asing lagi baginya. Ya ... bunyi Dewi Perindu.
“Benar Abang, adik yang menggiring pelanduk-pelanduk itu.”


Dengan perasaan bangga yang teramat sangat, sang putra raja pun kembali melayangkan pandangannya ke segala penjuru. Tetapi, gadis yang dimpikan tak jua terlihat. Melihat keadaan itu, akhirnya, terdengar kembali bunyi tanpa wujud.


“Abang jangan cemas. Sampai kapan pun adik akan ada di erat Abang.”

“Adik, janganlah engkau mengganggu jiwa yang ringkih ini,” ratap sang putra raja.

“Abang ... kita tak mungkin sanggup bersatu. Adik di khayangan, sementara, Abang hidup di alam nyata,” demikian kata Dewi Perindu.

“Lalu ... kapan kita bersatu?” Tanya sang putra raja dengan nada memelas.

“Hanya di alam mimpi,” sahut Dewi Perindu.

“Adik perkenankanlah kakak melihatmu di alam kasatmata walau hanya sekejap,”demikian ratap sang putra raja.
Dewi Perindu berusaha terus untuk meyakinkan sang putra raja kekasihnya bahwa permintaannya itu tak mungkin sanggup dipenuhi. Ratapan yang berulang dari sang kekasih, kesannya menciptakan Dewi Perindu pun luluh. Ia pun maujud di depan sang putra raja....


“Abang...,” kata sang Dewi Perindu.


“Adik...,” kata sang putra raja dengan gugup sambil memeluk erat badan kekasihnya.
Rimbunnya hutan bambu dan kesunyian. di sekitarnya menciptakan kedua insan yang tengah dimabuk asmara menjadi lupa diri. Entah siapa yang memulai, kini, tak ada lagi canda di antara keduanya kecuali pagutan-pagutan panas dan desah tanda birahi yang memuncak.


Dengan cekatan, sang putra raja memacu kudanya mendaki gunung gemunung yang terjal ... dikala tiba di puncak ... gelegak lahar yang semula tertahan, kesannya tertumpah bersamaan diiringi desah tanda kepuasan --- dan disertai perubahan alam yang begitu dahsyat.


Ya ... sang putra raja hanya bisa tercenung. Hatinya begitu masgul, kini, ia tak lagi berada di hutan bambu, melainkan, di tengah-tengah pepohonan lain. Tak ada lagi buluh kuning di pulau itu, bahkan para pelanduk dan Dewi Perindu pun menghilang kolam raib ditelan bumi. Ia benar-benar sendiri. Kini, yang bisa dilakukan oleh sang putra raja yaitu penyesalan yang tak ada habisnya.Ia mengutuki dirinya sendiri yang tak bisa menahan nafsu birahinya. Tetapi apa hendak dikata, nasi telah menjadi bubur.

“Maafkan kakak yang tak bisa menjaga kehormatan adik,” demikian

bisiknya sambil berjalan menuju ke perahunya yang ditambatkan di pesisir pulau.
Ia tak memperhatikan bila di sebelah sana, awan hitam mulai bergayut menerangkan sebentar lagi hujan lebat bakal turun. Dan benar, di tengah pelayaran - menuju ke Pulau Penyengat, perahunya pun dihantam angin ribut. Perahu sang putra raja kolam sabut yang diombang-ambingkan oleh ganasny ombak di tengah Iaut luas. Akibatnya, tanpa sengaja, buluh perindu yang diselipkan di pinggang sang putra raja terlempar ke laut.
Itulah dongeng rakyat nusantara dongeng asal mula buluh perindu
Oleh alasannya yaitu itu, bagi yang menggeluti dunia mistik, hingga kini, buluh perindu milik putra raja itu masih terus diburu banyak orang. Mereka meyakini, siapa pun yang bisa menguasainya sanggup mempunyai bunyi merdu laiknya bunyi Dewi Perindu, dewi khayangan yang telah melanggar sumpah itu.Dari banyak sekali sumber terpilih.

Share:

Mitos Tragis Akhir Dilangkahi Nikah Oleh Adik Sendiri Yang Wajib Kau Tahu

Mitos Mistis Misteri Kisah Nyata Melangkahi Kakak Nikah

 Misteri kasatmata tengah malam kali ini akan mengembangkan dongeng pengalaman di langkahin kawin/nikah oleh adiknya,yang mana menyerupai orang banyak yang bilang jikalau sang adik menikah duluan akan menghambat jodoh ssang kakak.Apakah itu benar? .
Sejak sang Adik menikah terlebih dahulu,entah kenapa,beberapa lelaki yang pernah erat Putri mendadak tetapkan korelasi dengan tanpa alasannya yaitu yang jelas.

Falsafah hidup dan kehidupan masyarakat Minangkabau memang Iayak untuk dicermati sebab, hingga sekarang, beberapa pantangan atau yang juga dikenal dengan pemali seolah tak pernah lekang dimakan oeh zaman.
 Mitos Mistis Misteri Kisah Nyata Melangkahi Kakak Nikah  Mitos Tragis Akibat Dilangkahi Nikah Oleh Adik sendiri yang wajib kau tahu

 Salah satunya adalah; lantaran belum beruntung mendapat jodoh, maka, seorang wanita dilangkahi oleh adik wanita ataupun adik laki-lakinya. Hal inilah yang menimpa Putri, sebut saja begitu; yang hidupnya selalu dirundung sepi sampal kematian menjemputnya.

  Sebagi salah seorang perantau yang tergolong sukses bahkan sempat mengenyam pendidikan di luar negeri dan hidup di alam yang serba modern, maka, Rita seolah mengabaikan segala petuah yang pernah didengar dan ninik mamak atau tokoh yang dituakan. Perasaan Iebih tahu dan lebih pintar serta Iebih modern ketimbang yang lain, membuatnya memandang rendah adat, memandang rendah kehidupan menciptakan korelasi persaudaraan menjadi rusak bahkan pertalian karib pun hilang. Ia seolah tercerabut dan akar budayanya....

  Hal tersebut dibuktikan saat Ia akan menikah dengan Rooslan, sobat waktu menimba ilmu di UK, yang berasal dan Negeri Sembilan, Malaysia. Rita hanya memberitahu kakaknya, Putri. Sementara, sang adik, Husni, yang kebetulan hari itu ada di luar kota hanya diberitahu lewat telepon.

 Ketika Putri sang abang mengingatkan, dengan cepat Rita pun berkata; “Uni, kenapa harus meminta pertimbangan dari yang lain. Apalagi, ayah dan ibu sudah tiada, maka, hanya engkau dan Husni saja yang perlu tahu.”
“Uni menyerupai dengan Husni, terbelakang,” sergah Rita sambil berjalan masuk ke kamarnya, “pokoknya, lusa saya akan tetap menikah dengan Rooslan. Titik,” tambahnya ketus.

  Putri hanya bisa menarik napas dalam-dalam. Yang sangat clitakuti yaitu pelbagai pertanyaan para paman dan ninik mamak bukan tak mungkin mereka menganggap bahwa dirinya tak bisa mendidik dan mengendalikan perangai adik kandungnya.

Yang paling seram adalah, jikalau hingga dianggap tidak tahu adat. Walaupun hanya berupa rangkaian kata, namun, risikonya benar-benar amat menakutkan. Bukan tak mungkin, ia dan adik-adiknya bakal terkucil dari pergaulan masyarakat Minangkabau.

 Pernikahan meriah yang dilangsungkan di salah satu hotel ternama di bilangan Jakarta Pusat, boleh dikata hanya dihadiri oleh para teman kedua mempelai. Keluarga Rooslan hanya diwakili oleh adiknya, sementara, keluarga Rita yang tiba hanya Putri dan Husin.

“Aku sengaja tidak mengundang yang lain, nanti banyak komentar dan bisa mengganggu suasana,” kata Rita di simpulan pesta pernikahannya.

“Uni Rita sudah benar-benar berubah,” demikian keluh Husni.

  Putri tersenyum, kemudian terdengar katanya; “Yah ... kita tidak bisa berbuat banyak, doakan saja, semoga Uni Rita kelak hidup dengan hening dan sejahtera. Amin.”
“Amin,” sahut Husni dengan perasaan berat, “padahal, Husni hanya ingin meminta Uni Rita mengajak Uni Putri ke salah satu pasar atau mal. Di situ, silakan Uni Putri menentukan apa yang disuka, dan Uni Rita yang membayar,” sambungnya berapi-api.

Kisah Mitos Mistis Misteri akhir dilangkahi menikah


“Kalau uangnya sudah habis, Uni Rita bisa kongsi dengan Husni. Nah ... dengan begitu, maka, sopan santun melangkahi abang wanita sudah terjalani. Sebenarnya hanya itu yang menciptakan Husni khawatir,” imbuhnya.

“Husni juga yakin, Uni Putri mustahil akan meminta yang kelewat batas,” tambahnya lagi sambil berjalan di sisi abang sulungnya.

“Nanti dibilang matre,” kelakar Putri biar menciptakan suasana menjadi cair.

“Itu bukan matre Uni, itu adat. Kita harus ingat, sopan santun basandi syarak, syarak basandi kitabullah. ltulah yang menciptakan orang Minang berbeda dengan suku-suku Iainnya,” sungut HuSni.

  Waktu terus berlalu. Usai ijab kabul Rita, Putri pun kembali karam dalam kesibukannya. Ia sengaja mengabarkan ijab kabul adiknya kepada seluruh keluarga tanggapannya pun beragam. Ada yang mafhum, tapi banyak pula yang menyampaikan Rita telah berubah dan tidak lagi menghargai sopan santun istiadat, para paman dan ninik mamaknya. Selanjutnya, Rita yang belakangan hidup di Kuala Lumpur dan hanya sesekali ke Indonesia untuk menengok abang dan adiknya, seolah sengaja menjauh dari keluarganya.

  Menghadapi hal itu, tampaknya, Putri mulai agak tertekan. Walau berusaha tegar, namun apa daya, kadang, kata kata yang terlontar dan sang paman yang sedang murka benar-benar amat menusuk perasaannya. Itulah yang menciptakan kenapa belakangan wajah Putri tampak selalu murung. Ia seolah kehilangan gairah hidupnya...
Doddy, sang kekasih berusaha untuk menghibur Putri. 

  Tetapi, Putri tak juga berubah, Ia selalu murung. Akhirnya, lantaran tak tahan, maka, Doddy pun tetapkan korelasi cintanya. Berbekal kecantikan dan cara bergaul yang supel, menciptakan dalam waktu erat Putri kembali erat dengan sosok yang berjulukan Hasan, Tak hingga empat bulan, tanpa alasannya yaitu yang jelas, Hasan pun tetapkan tali cinta yang gres saja dirajutnya bersama Putri.

  Begitu juga dengan Au, Wahyu dan Zainal, hanya beberapa waktu, tanpa alasannya yaitu yang jelas, ketiganya juga tetapkan tali cintanya pada Putri. Mengetahui hal itu, Husni yaitu sosok
yang paling prihatin. Menurut perasaannya, keadaan itu berkait erat dengan tidak adanya pelangkah untuk Uni Putri saat Uni Rita akan terlebih dahulu menikah.

“Uni Rita memang egois, sok modern, ia tidak melihat apa akibatnya,” demikian rutuk Husni.
Ketika pendapatnya disampaikan kepada sang kakak, menyerupai biasa, sambil tersenyum, Putri pun menjawab; “Ah ... mungkin hanya belum jodoh. Sebab tiap salat, Uni selalu meminta kepada Tuhan biar segera diberikan jodoh yang terbaik.”

“Tapi Husni benar-benar khawatir Uni,” kata Husni dengan mata berkaca-kaca.
“Tak perlu khawatir, serahkan semua kepada Allah. Yang perlu, kita tak boleh jemu berusaha,” kafä Putri dengan nada tegar.

Mitos Mistis Misteri Pamali Adik Menikah Duluan


  Seiring dengan perjalanan sang waktu,Husni ,adik sang adiknya juga saat akan menikah, bersama dengan calon istrinya, Husni sengaja mengajak sang abang untuk menentukan sesuatu sebagai pelangkah. Putri hanya menentukan sebuah mukena. Walau dipaksa untuk mengambil yang lain, tetapi, Putri tetap bersikukuh hanya mengambil apa yang dibutuhkannya saja.

  Pernikahan Husni berjalan dengan meriah, semua keluarga hadir dan memberi selamat. Waktu itu, walau tidak didampingi oleh siapa pun, wajah Putri tampak riang. Ia seolah telah bisa menepis kesendiriannya dengan kesibukan --- dan begitu juga saat Husni dikaruniai seorang anak wanita yang bagus dan lucu.
Sebelum berangkat dan sekembalinya dan kantor bahkan pada waktu-waktu liburan, Putri  tampak asik bercengkerama dengan kemenakannya. Kelihatannya a telah berhasil menemukan kebahagiaan yang selama ini tercerabut dari kehidupannya.

  Malang tak sanggup ditolak dan mujur pun tak sanggup diraih. Pada suatu malam, akhir serangan panas tinggi, Putri terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Menurut dokter, Putri semenjak usang mengidap pembengkakan jantung dan belakangan komplikasi dengan gagal ginjal. Dua hari kemudian, pada suatu pagi, sehabis mencium kemenakannya, Putri pun menghembuskan nafasnya yang terakhir.

  Senyum manis tersungging di bibirnya, seolah Putri meninggalkan pesan bahwa la telah menemukan kebahagiaannya yang sejati.
Sementara, di sebalah sana, Husni yang terus saja menangis, sesekali merutuk; “Ini semua akhir keegoisan Uni Rita yang sok modern dan nekat meninggalkan adat.”
“Uni Putri bahkan tak sempat menikah hingga simpulan hayatnya. Uni Rita egois, kejam demikian isaknya berulang-ulang.
Benarkah ...?
Hanya Tuhan yang tahu.
itulah dongeng mitos mistis misteri akhir melanggar pantangan adik menikah lebih dahulu
Share:

Kisah Positif Menguak Misteri Kampung Siluman Gunung Salak

Cerita Mistis Nyata Kisah Misteri Gunung Salak Kampung Siluman

Misteri kampung setan atau kampung siluman digunung salak.mengapa di tengah rimba gunung Salak yang jauh dari perkampungan terdapat sebuah makam?. Bukan main-main, makam itu dibentuk permanen dengan tembok semen dan keramik. Di nisannya tertulis nama Eyang Santri.misteri hilangnya pendaki di gunung salak
Kemudian, jauh di kaki gunung Salak sana, sekitar 12 kilometer di bawah makam Eyang Santri yang ini, terdapat pula sebuah komplek makam keramat yang disebut masyarakat sekitar dengan nama Makam Keramat Eyang Santri. Lokasinya di Kampung Giriharja, Cidahu Cicurug, Sukabumi.


 Makam keramat Eyang Santri yang ini memang terletak di sebuah perkampungan. Di komplek pemakam Eyang Santri yang ini ada puluhan atau ratusan makam warga sekitar yang meninggal semenjak ratusan tahun lalu.
Dua makam yang dikeramatkan ini memàng sering menciptakan orang bingung. Mengapa ada dua makam keramat dengan nama yang sama.

  Makam keramat Eyang Santri di Giriharja dan di tengah rimba gunung Salak itu berada di jalur pendakian menuju puncak Manik gunung Salak. Tapi bagi warga masyarakat Cicurug, Cidahu Sukabumi, tentu saja lebih familiar dengan makam keramat Eyang Santri yang terdapat di kampung Giriharja. Makam keramat ini sudah dikenal masyarakat semenjak puluhan tahun lalu. Di makam keramat ini pun sering diadakan ritual doa bersama setiap tahun ménjelang Suro. Dalam program itu juga kerap dimeriahkan dengan pertunjukan wayang golek atau kesenian tradisional Sunda lainnya.


  Makam keramat Eyang Santri di Giriharja ini dikenal masyarakat sebagai kawasan mencari ilmu asihan-para dalang, sinden dan penyanyi panggung. Para dalang dan sinden, tiba biar sering mendapat order panggung dan disukai para penontonnya. Sementara para penyanyi panggung biasanya mereka mencari ilmu pemikat biar para penontonnya terbuai dan banyak memberi uang saweran.


  Tapi yang akan dibicarakan kali ini bukan makam Eyang Santri yang di Giriharja, melainkan makam Eyang Santri yang terdapat di tengah rimba gunung Salak itu. Makam ini memang asing dan mempunyai aura gaib yang amat kental. Itu dirãsakan ketika berkunjung ke makam keramat ini.

 Saat itu ditemani oleh juru kunci Gunung Salak yang berjulukan Pak Uci. Untuk mengunjungi makam keramat ini diharapkan usaha yang sangat melelahkan. Dari Pos Pendakian Tenjolaya, harus mendaki jalan setapak sejauh 11 kilometer dengan kemiringan nyaris 45 derajat. Tentu saja sangat melelahkan.


  Ada desas-desus di masyarakat sekitar, makam di tengah rimba gunung Salak itu bergotong-royong ialah makam gerombolan Tentara Dl TII tempo dulu. Kala itu banyak gerombolan Tentara Dl TII yang melarikan diri ke hutan lantaran diburu Tentara Nasional Indonesia. Sebagian dari mereka bermukim di sana hingga meninggal dunia. Tapi sebagian lagi turun ke perkempungan kembali ke keluarganya dan berbaur dengan masyarakat.

Makam yang kemudian ditemukan di tengah rimba gunung Salak itu ialah makam salah satu pentolan Tentara DI TII itu. Entah siapa bergotong-royong jasad yang terkubur di makam itu tak seorang pun yang tahu. Begitu pula dengan orang yang menciptakan makam itu menjadi permanen, tak seorang pun yang mengaku telah melakukannya. Sampai balasannya makam itu menghebohkan warga dan kemudian dikeramatkan.


  Tapi itu dulu, sekitar 10 tahun lalu. Sekarang makam di tengah rimba gunung Salak yang dikeramatkan orang itu kembali sepi. Tak seorang pun yang mengunjunginya. Bahkan warga sekitar pun tak lagi mengingat akan kekeramatan makam itu. Namun beberapa waktu lalu, warga masyarakat Tenjolaya yang berbatasan eksklusif dengan hutan gunung Salak ini dihebohkan oleh suara-suara asing dari tengah rimba. 

Cerita Misteri Kisah Nyata  Kampung Siluman Gunung Salak


  Di malam buta, warga mendengar bunyi anjing-anjing yang menggonggong berkepanjangan. Lolongan dan gonggongan anjing yang jumlahnya lebih dan satu ekor itu terdengar aneh, tampaknya anjing-anjing itu menemukan sesuatu yang menciptakan mereka harus menggonggong. Tapi entah apa yang ditemukan anjing-anjing itu di tengah malam yang gelap guilta. Warga sadar, naluri seekor anjing niscaya akan lebih tajam.


  Kejadian asing itu tidak hanya terjadi satu malam itu saja. Malam berikutnya pun hal mirip itu terulang kembali, persis di jam yang sama, menjelang tengah malam. Anjing-anjing ramai menggonggong saling bersahutan satu dengan yang Iainnya. Lolongan panjang yang mendirikan bulu kuduk itu tentu saja didengar seluruh warga yang belum tidur, bukan cuma satu dua orang saja. Bagi orang renta yang sudah memahami situasi itu, firasat mereka menyampaikan ada yang asing yang ditemukan anjing-anjing itu.


  Tak ada yang sanggup memastikan berapa malam anjing-anjing itu terus menggonggong di jam yang sama. Tapi sebagian warga menyampaikan Iebih dari seminggu, anjing-anjing itu terus menggonggong di tengah malam. Ada juga yang menyampaikan lebih dari dua minggu. Meski keterangan warga tidak sanggup dipastikan, yang aktual ialah anjin-ganjing itu telah memperlihatkan prilaku yang tidak wajar. Sebuah prilaku asing yang membuktikan ada sesuatu yang asing atau yang tidak biasa mereka temukan.


  Firasat warga kemudian tertuju pada makam keramat di tengah rimba gunung Salak itu. Banyak warga yang meyakini makam keramat itu bergotong-royong ialah sebuah perkampungan siluman gunung Salak. Makam keramat itu telah menjadi pusat perkampungan para siluman atau makhluk halus yang mendiami gunung Salak. Hal ini didasari warga pada banyaknya kejadian-kejadian asing tak jauh dan makam keramat itu. Salah satunya ialah ketika jatuhnya pesawat Sukhoi yang menabrak gunung Salak tak jauh dan makam keramat itu.

 Beberapa ahad sesudah kejadian itu, 7 orang warga Cisaat Cicurug, Sukabumi, yang tengah melancong ke riam tak jauh dan makam Eyang Santri bertemu dengan beberapa orang lelaki yang mengenakan pakaian putih. Orang-orang itu berpakaian pangsi putih mirip para pemain silat tempo dulu. Awalnya warga Cisaat yang berjulukan Darman menerka orang-orang itu ialah dari perguruan tinggi pencak silat yang tengah melaksanakan meditasi di riam itu.

  Karena biasanya para pesilat suka melaksanakan meditasi untuk mencapai sesuatu. Tapi beberapa ketika kemudian, orangorang berpakaian putih itu hilang begitu saja. Darman yakin, meski pun Ia dan teman-temannya tak memperhatikan orang-orang itu, tapi tak mungkin orang-orang itu sanggup hilang dalam sekejapan mata. Jika pun mereka pergi ke dalam hutan yang penuh semak belukar niscaya akan diketahui atau terdengar suaranya. Tapi mengapa orang-orang itu tampaknya hilang tanpa jejak.


  Tentu saja Darman dan teman-temannya resah mendapati kejadian itu. Meski mereka tak sempat bertegur sapa, tapi Darma dan teman-temannya yakin orang-orang itu aktual mirip mereka. Tak ada kesan mengerikan atau seram dari sosok orang-orang berpakaian pangsi putih itu. Mereka layaknya insan mirip Darman dan teman-temannya. Bedanya mereka semua berpakaian sama dan usianya pun nyaris sama.

  Dua penistiwa di atas, yang dialami warga Tenjolaya dan yang dialami Darman serta teman-temannya menciptakan Kang Endang tertarik untuk mengetahui apa yang bergotong-royong terjadi di kaki gunung Salak itu. Keyakinan menyiratkan ada sesuatu yang terjadi dari makam keramat Eyang Santri di tengah rimba gunung Salak itu. Untuk meyakinkan hal itu, Kang Endang bersama temannya mengunjungi makam Keramat Eyang Santri. Niatnya  adalah untuk melaksanakan meditasi atau paling tidak sanggup menghubungi gaib penghuni makam keramat itu. 

  Setidaknya itulah yang sanggup dilakukan untuk meyakinkan diri atas desas desus warga desa Tenjolaya selama ini,tapi rupanya niat itu terhalang oleh kekuatan alam yang tak sanggup dihindari,saat itu hujan turun dengan lebatnya.Kata penduduk sekitar,ini ialah hujan lebah pertama,sejak kemarau panjang.
Alhasil hanya sanggup mencapai keramat Watu Joang. Di sebuah gubuk tak jauh di atas kerikil keramat itu, beristirahat menunggu hujan reda.

  Perjalanan ke makam keramat Eyang Santri jetas mustahil dilakukan meski pun hujan akan reda. Kabut yang pekat sesudah hujan turun akan menghambat perjalanan kami. Demikian pula medan yang makin berat dan 11cm lantaran hujan.
Sesaat sesudah hujan reda, hanya menyisakan hawa hambar dan basah, Kang Endang memperlihatkan sesuatu yang asing yang tidak biasa ia lakukan.Ia bicara dalam bahasa Sunda yang sedikit menceracau.


“Mas ada orang turun di jalan setapak sebelah sana,” tuturnya sambil menunjuk ke arah rimbunnya alang-alang sekitar 400 meter di sebelah kanan kami.

“Ah itu kabut yang mulai turun lantaran hujan berhenti,” jawab Temannya lagi alasannya ialah ketika itu kabut mulai turun merambah dari atas gunung. 


“Sumpah saya ga bohong, ada lebih dari lima orang. Masa kau ga lihat,” katanya lagi dengan meyakinkan.


  Raut wajah Endang nampak tegang, mirip ada sesuatu yang menciptakan ia takut atau mungkin ia sedang berhalusinasi. Sejujurnya, tidak yakin dengan apa yang dikatakan Kang Endang. Ia ialah seorang lelaki pemberani tapi suka bercanda. Dalam hati, temannya merasa ia sedang bercanda untuk menciptakan suasana sedikit lebih hidup.Sebab semenjak hujan tadi,lebih satu jam kami hanya ngobrol ngalor ngidul sambil merokok,minum dan makan cemilan.Kang Endang mungkin jenuh dengan situasi itu dan menciptakan candaan supaya lebih hidup.

  Tapi rasa ingin tau menciptakan kami berkonsentrasi mengalihkan pandangan ke atas, jalan setapak yang tidak terlihat lagi lantaran tertutup ilalang itu makin tak terlihat lantaran kabut. Samar-samar dari dalam kabut itu mirip ada benda lain yang bergerak. Sesekali nampak mirip kabut yang berarak ke kiri dan ke kanan tersibak angin. Tapi sesaat kemudian lebih nampak mirip bayangan insan yang tengah berjalan.


  Kang Endang  mulai menyadari akan kehadiran makhluk lain yang turun dari gunung Salak. Dari balik kabut itu kurang jelas sosok-sosok insan berpakaian putih dan coklat menyeruak berjalan tapi mirip melayang. Langkah mereka nampak ringan mirip tak menyentuh tanah.

  Yah, kini mereka yakin memang benar apa yang dikatakan Kang Endang tadi. Tapi mengapa makhluk-makhluk yang mirip insan itu mirip tak beranjak dari tempatnya. Mereka berjalan tapi tampaknya tak mendekati kami yang semenjak berbekas. Yang tersisa hanya sedikit kabut tipis yang sesekali menutupi pandangan kami di jalan setapak itu.

  Secara logika, seharusnya mereka sudah sampal di hadapan kami dalam 5 atau 10 menit berjalan kaki. Kemudian budi kami pun menyampaikan mereka seharusnya akan kembali nampak meski pun mereka akan hilang di belokan yang curam. Tapi hingga - setengah jam kemudian, mereka sama sekali tidak nampak. Di jalan setapak yang berair itu tak ada lagi makhluk lain selain pohon-pohon dan ilalang.


  Sesaat kami berbincang dengan Kang Endang di gubuk itu. Nampak ada rasa khawatir dari tatapan mata Kang Endang. Jujur saja, perasaan lelaki yang satu ini cukup tajam dalam hal mistik. Makanya perlu mengajak ia untuk mengunjungi makam keramat Eyang Santri ini. Kali ni pun terbukti, ia sanggup melihat penampakan semenjak awal. Dan ketika ia mengajakkami turun kembali pulang pun tak sanggup ditolak. Ia mirip mencicipi sesuatu yang akan terjadi berikutnya.

Misteri Mistis Mitos Kegaiban Kampung Siluman Gunung Salak


  Dan benar, gres saja 100 meter kami turun, kabut tebal kembali turun menyeruak dari sela-sela pohon besar rimba gunung Salak. Seperti angin ribut kabut itu turun cepat sekali tertiup angin yang kami rasakan sangat dingin. Langkah Kang Endang nampak makin cepat mirip ada yang mengejarnya. Jalan setapak yang licin tak lagi kami hiraukan. Kami tak ingin terjebak dalam gelap dan dinginnya kabut itu.


  Namun yang lebih mengkhawatirkan ialah kami tak ingin terjebak di tengah-tengah perkampungan siluman gunung Salak. Dari kejadian barusan, Kang Endang meyakini ada sekoloni makhluk halus yang tinggal di sana. Mereka ialah para siluman yang mempunyai perkampungan di sana. Mereka akan menjebak insan dalam gelap dan dinginnya kabut.


  Banyak orang yang melaksanakan kesalahan fatal ketika terjebak kabut tebal di tengah hutan. Mereka nekat menerobos kabut melanjutkan perjalanan, entah itu naik atau turun gunung. Mestinya mereka berhenti berjalan ketika kabut menyelimuti mereka. Akibatnya mereka yang nekat menerobos kabut itu banyak yang terjerumus ke jurang, jatuh tergelincir lantaran licinnyajalan dan banyak sekali kecelakaan lainnya. Mereka menjadi korban lantaran nekat menerobos kabut.
  Tapi pada perkara di gunung Salak ni, tampaknya bukan hanya kabut yang mengakibatkan banyak orang menjadi celaka. Kabut itu hanya sebagian dari penyebab kecelakaan atau kematian para korban. Penyebab yang lainnya ialah para siluman itu sengaja menjebak insan di tengah kabut untuk dijadikan korbannya.
itulah menguak kegaiban mitos mistis misteri kampung siluman di gunung salak
Share:

Kisah Perampok Pulo Mas,Ilmu Kebalnya Luntur Sebab Melanggar

Kisah Nyata Menguak Tragedi Perampokan Di Pulo Mas

Para pelaku perampokan sadis di Jalan Pulomas Utara No. 7A, Kayuputih, Pulogadung, Jakarta Timur bahu-membahu mempunyai ilmu kebal. terutama Ramlan Butarbutar yang menjadi pemimpinnya., Namun ilmu tersebut luntur sebab mereka meIançgar pantangan.


Masyarakat Jakarta dikejutkan dengan agresi perampokan dirumah Dodi Triono (59), Selasa 27 Desember 2016 lalu. Rumah mesah milik arsitek sekaligus kontraktor sukses itu menjadi saksi bisu kekejaman Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfins Bernius Sinaga, dan Ridwan Sitorus alias lyus Pane alias Marihot Sitorus.
Perampok yang dipimpin Ramlan Butarbutar itu dengan kejam menyekap 11 penghuni rumah termasuk Dodi Triono dan dua anaknya Diona Arika Andra Putri (16 tahun), Zanette Kalila Azaria (13) dan Dianita Gemma Dzalfayla (9), di kamar mandi yang hanya berukuran 1,5 x 2 meter. Kondisi kamar mandi tersebut sangat pengap sebab berada di bawah tangga di ruang depan.

Selain Dodi dan kedua anaknya, ikutjuga disekap yaitu Amel, (teman anak korban), Yanto dan Tasro (Sopir korban), serta empat pembantunya yakni Emi, Santi, Fitriani dan Windy. Penyekapan yang dilakukan semenjak Selasa sore tersebut gres diketahui pada keesokan harinya.

Setelah pintu kamar mandi berhasil dibuka paksa, kondisi korban sangat memprihatinkan. Enam dan 11 orang itu ditemukan sudah meninggal dunia yakni Dodi, Diona, Dianita, Amel, Tasro dan Yanto. Sementara lainnya mengalami luka berat sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Ramlan Butarbutar yang menjadi kapten dalam agresi perampokan merupakan residivis, bahkan ketika melaksanakan agresi di Pulomas, statusnya masih sebagai tersangka kasus perampokan di rumah seorang warga negara Korea. Namun yang bersangkutan dilepas (dibantarkan) sebab menderita sakit ginjal. Tidak dinyana, kebebasan yang diperoleh justru digunakan untuk kembali melaksanakan agresi brutal.

Menurut Eddy, paranormal yang tinggal di Serpong, Ramlan dan lyus Pane, mempunyai ilmu kebal senjata  tajam, bahkan senjata api. limu itu didapat mereka dari seorang juru kunci di daerah Pandeglang.
 “Dalam kondisi biasa (normal), mereka tidak akan mempan dibacok. Bahkan Ramlan tidak mempan ditembak. Ilmu itu didapat sehabis Ramlan mencicipi panasnya timah panas di pecahan kakinya yang menyebabkan ia pincang,” terang Eddy.

Menguak mistis misteri dongeng positif perampok pulo mas


Tetapi, sebab ada pantang dilanggar, pada ketika ditembak dalam penggrebekan di rumah kontrakannya di Kelurahan Rawalumbu, Kota Bekasi, Ramlan pun tersungkur. Apa pantang yang telah
dilanggar oleh Ramlan?

“llmu kebal yang dimiliki Ramlan merupakan ilmu putih, ilmu yang dilarang digunakan untuk tindak kriminal. Meski begitu sepanjang tindak kriminalnya tidak disertai
dengan kekerasan, bahu-membahu ilmu itu masih cukup berpengaruh membentengi dirinya. Sayangnya, dalam kasus perampokan di Pulomas, Ramlan dan kawan-kawannya melaksanakan kekerasan, meski tidak disertai dengan tindakan pembunuhan secara langsung, melainkan korban hanya disekap dalam kamar mandi.


 Tetapi tindakannya itu benujung pada ajal para korban sehingga otomatis ilmunya luntur,” beber paranormal yang mempunyai puluhan murid yang umumnya bergelut di dunia hitam ini. Tindakan Ramlan Butarbutar Cs menyekap Dodi dan 10 korban Iainnya, bahu-membahu dimaksudkan untuk menghindari kekerasan, apalagi hingga pembunuhan. Namun sebab ruangan tersebut sangat sempit, tanpa ventilasi udara, korban pun meregang nyawa sebab kehabisan oksigen. Apalagi pelaku juga merusak handle pintu sehingga korban yang disekap tidak sanggup berbuat apa-apa.

“Mereka melaksanakan pembunuhan yang sangat sadis meski tidak dengan tusukan atau tembakan. Tindakan mereka sangat dihindari oleh para pelaku kejahatan yang memang bertujuan hanya untuk menguras harta, bukan melukai korbannya. Tindakan Ramlan Butarbutar dan teman-temannya sangat keji dan biadab,” kutuk Eddy.
 Berikut tugas masing-masing pelaku menurut keterangan kepolisian:

1. Ramlan Butarbutar
 Kapten perampokan yang ikut ke dalam rumah
• Menodong para korban dengan senjata api
• Menggiring korban ke dalam toilet
 • Mengambil barang berhanga dari dalam kamar korban Membagi-bagi hasil kejahatan

2. ErwIn Situmorang
• Ikut masuk ke dalam rumah korban sebagai eksekutor
• Menodong para korban dengan senjata api dan golok
• Menggiring para korban masuk ke dalam toilet
• Ikut mengambil barang berharga dari dalam kamar korban

3. Rldwan Sitorus
• Naik ke rumah lantai 2 dan menarik semua penghuni yang ada di lantai tersebut
• Menodong korban dengan senjata api
• Yang punya inspirasi memasukkan penghuni ke toilet
• Mencari barang-barang berharga di kamar-kamar di lantai 2
• Menyeret dan memukul korban Diona dengan gagang senjata api

4. Alfins Bernius Sinaga
• Berperan sebagai sopir
• Menunggu para pelaku lain di luar di dalam mobil
• Menjaga situasi keadaan sekitar

Polisi juga telah menemukan dua pucuk senjata api (senpi) yang digunakan para persekutuan perampok di Pulomas. Senjata api tersebut didapat di daerah Tapos,Depok.

Misteri Mistis Perampok Pulo Mas


Menurut Kabid Humas Polda Metro Komisaris Besar P01 Argo Yuwono, keberadaan senjata api tersebut diketahui sehabis polisi menkonfrontir keterangan Erwin dan Alfins. Setelah perampokan yang disertai pembunuhan tersebut, salah satu pelaku, Erwin, menitipkan sebuah karung kepada penjual daun berjulukan Ginon.
“Pada ketika itu Erwin berpesan, jikalau dua hari dirinya tidak mengambil karung tersebut, maka Ginon diperintahkan untuk rnemberikannya kepada sahabat Erwin,” kata Argo.

Namun, belum sempat karung itu diambil, Erwin bersama Ramlan dibekuk polisi. Karena tak kunjung datang, alhasil senpi yang dibungkus karung tersebut diambil oleh sahabat Erwin. Namun, Argo tidak menjelaskan identitas sahabat dan Erwin tersebut. Lalu, pada pagi hari tadi sekitar pukul 05:45 WIB, sahabat Erwin menyerahkan karung itu kembali kepada abang wanita dari Ginon. Mengetahui informasi tersebut, polisi pun mendatangi rumah abang Ginon.

‘Kemudian kita ambill karung itu,ternyata  isinya karung itu ada senjata api dua biji,” ucap Argo.
Di tempat terpisah, Guru Besar Pedepokan Inti Semesta Pangeran Sukma jati menyampaikan tidak ada ilmu kebal yang sempurna.

“Setiap ilmu ada kelemahannya. lstilahnya kelemahannya kalo ilmu kebal putih kita mungkin tidak selamanya sanggup menjaga diri. Contohnya ya, sesekali orang berbuat keluar dari sesuatu yang halal, ketika itu juga kelemahannya ia akan hilang ilmunya. Termasuk ilmu kebal hitam, ketika ia melanggar pantangan itu, ketika itu juga ilmunya akan tawar,” Sukma .

Kelemahan dalam ilmu kebal kerap muncul dari sebuah pantangan dari ilmu kebal itu sendiri. Tentu antara ilmu kebal putih dan hitam berbeda pantangannya.

“Ilmu mistik tingkat tinggi itu ada pantangannya. Contohnya, ilmu kebal putih pantangannya dilarang berzina, kemudian dilarang mabuk-mabukan atau minum alkohol, ibarat itu.”
“Ilmu hitam juga ada pantangannya, contohnya ia dilarang melewati kuburan, ada juga yang ibarat itu, ada juga yang dilarang makan pisang mas,” jelasnya.

Ilmu kebal sendiri sifatnya yaitu permanen dan hanya akan hilang jikalau pantangan tersebut dilanggar. Banyak informasi yang menyebut jikalau para pemilik ilmu kebal ini takut dengan daun kelor dan bambu kuning. Benarkah demikian?

“Biasanya kalau pakai daun kelor atau bambu kuning itu, ilmu kebal kategori susuk. Kaprikornus ilmu kebal susuk itu sanggup dikatakan sebagai ilmu kebal instan yang sudah diisikan oleh gurunya” ujar Pangeran Sukma.
Ilmu kebal susuk ini pantangannya yaitu dilarang minum daun kelon atau dilarang dipukul bambu kuning dan memakan pisang mas.

Para pengguna ilmu kebal memang sudah terus berkurang dari zaman ke zaman. Namun rupanya masih ada saja yang pencaya. Selain itu, para pengguna ilmu kebal juga tidak saja memakai tubuhnya sebagai media. Ada juga yang memakai jimat sebagai media penyalur  ilmu kekebalan nya.
Hanya saja pengguna jimat ini Iebih rentan kehilangan ilmu kebalnya sebab ketergantungannya pada sebuah benda. Pria yang sehari-hari menjadi konsultan spiritual ini menyampaikan jikalau jimat itu sendiri ada yang berbentuk kerikil akik atau kulit kijang dan harimau yang sudah disucikan. Kulit-kulit tersebut dituliskan ayat-ayat tertentu. Sementara untuk ilmu kebal hitam mengandung sesuatu yang najis seperti  taring babi.
itulah misteri menguak perampok pulo mas yang memakan korban jiwa
Share:

Kisah Aktual Hampir Diperkosa Hantu Menjijikan Di Kos Kosan

Kisah Cerita Seram Terbaru Mistis Misteri Arwah Orang Yang Sudah Meninggal Dalam Keadaan Jomblo

Cerita gaib Terbaru hari ini update menyebarkan kisah konkret seorang perempuan yang ngekost mengalami hal-hal aneh,kita simak saja biar gak penasaran.cerita hantu paling angker 2017.
Cerita ini bermula ketika saya tetapkan untuk pindah kos biar lebih bersahabat dengan daerah kerjaku. Di daerah kos yang gres ini juga ada teman yang satu kantor denganku. Sebut saja namanya Mely. Dia sudah setahun Iebih tinggal di kosan ini.
Sebenarnya Mely juga yang merekomendasikan kosan ini ketika saya mengutarakan niatku untuk mencari kosan gres yang lebih bersahabat dengan daerah kerja,yang tentunya akan menghemat biaya transportasi.
 Kisah Cerita Seram Terbaru Mistis Misteri Arwah Orang Yang Sudah Meninggal Dalam Keadaan  Kisah Nyata Hampir diperkosa Hantu Menjijikan di kos kosan
‘Ya sudah, pindah ke daerah kosanku saja. Kebetulan ada kamar yang masih kosong. Tempatnya nyaman kok,” ujar Mely.
Akhirnya saya pindah ke kosan Mely. Benar juga kata Mely, daerah kosnya cukup nyaman. Setelah saya tinggal di situ saya gres tahu kalau ternyata mely yaitu pacar dari anak pemilik kosan. Hmm... pantas saja beliau mempromosikannya!

Namun memasuki hari ketiga menempati kosan ini, saya mulai merasa ada yang ganjil. Saat tidur saya mengalami tindihan. Meski saya sudah membuka mata dan sanggup melihat sekelilingku, tapi saya tidak sanggup menggerakkan seluruh anggota tubuhku. Aku juga tidak sanggup bersuara.


 Saat ibarat itulah saya sanggup melihat hal-hal yang aneh dan tidak wajar. Aku lihat ada perempuan menggunakan baju putih panjang yang sudah lusuh mondar-mandir- keluar masuk kamarku, dengan menembus pintu. Wajahnya tertutup rambut yang acak-acakan. Selain itu juga saya mendengar suara-suara aneh ibarat bunyi orang yang sedang menangis sesenggukan.


Sesaat kemudian tiba-tiba di samping daerah tidurku sudah berdiri seorang pria dan tengah menatapku. Separuh wajah dan badannya hancur. Mengerikan! Tangan dan sebagian kakinya ada yang masih terlilit kain kasa- kain perban untuk patah tulang. Aku benar-benar ketakutan.

 Aku coba sekuat tenaga untuk meminta tolong tapi suaraku tidak keluar sama sekali. Aku mencoba membaca doa dalam hati secara berulang ulang sampai kesudahannya saya sanggup terbangun sepenuhnya dan semua yang saya lihat tadi menghilang. Nafasku sekarang ngos-ngosan.
Aku sangat yakin dengan apa yang barusan kulihat.Aku lihat jam masih mengatakan pukul 3 dini hari, masih terlalu larut untuk bangun. Tapi saya juga tidak berani untuk melanjutkan tidur. Akhirnya kuputuskan untuk menonton TV sampai subuh.

Malam berikutnya saya kembali mengalami tindihan. Aku persis ibarat patung yang terbaring di daerah tidur dengan mata terbuka. Aku kembali melihat pria yang kemarin kulihat. Kali ini bahkan saya sanggup mencium busuk bacin darah dan luka-lukanya. Rasanya perutku ibarat diaduk-aduk. Aku benar-benar ingin muntah. Laki-laki itu justru terus menatapku dan tersenyurn dengan wajah yang separuh rusak. Tidak usang kemudian beliau mendekat dan berbaring di sampingku!

Kali ini ketakutanku benar-benar sudah memuncak. Namun saya tidak sanggup mencegahnya. Aku pun lantas baca doa-doa yang kuhafal dalam hati sampai kesudahannya pria jelek muka itu menghilang dan saya sanggup berdiri sepenuhnya. ketika itu masih pukul 2 pagi. Karena tidak tahan mendapati pengalaman ibarat itu, kesudahannya saya menggedor kamar Mely yang Ietaknya persis di sebelah kamarku. Mely membukakan pintu dengan wajah yang masih menggantuk.

“Ada apa malam-malam gini gedor-gedor kamar,” tanya Mely sambil menguap.
“Aku ingin tidur di kamarrnu,” jawabku dengan nada datar. Aku tidak mau Mely bertanya-tanya lagi. Akhirnya saya melanjutkan tidur di kamar Mely. Aku masih belurn menceritakan apa yang saya alami.Aku takut beliau tidak percaya dan justru menertawaiku.

Cerita mistis misteri kisah konkret angker terbaru cowok mati masih jomblo arwahnya gentayangan


Pada malam selanjutnya bahwasanya saya takut untuk tidur sendirian tapi saya juga tidak yummy kalau harus menumpang lagi di kamar Mely. Akhirnya saya menonton TV di kamar sampai ketiduran. Dan... ya ampun, saya kembali mengalami tindihan. Aku sudah membuka mata tapi tidak sanggup apa-apa. Aku lihat pria yang kemarin wajahnya sempurna di atas wajahku.

Sebagian wajahnya yang hancur itu bernanah dan dihuni belatung. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku dan menempelkan bibirnya yang pucat di bibirku. Kurasakan hirau taacuh sekali bibir itu. Tidak ada gairah di sana. Justru kemudian saya mencium busuk infeksi dan darah; menyeruak masuk memenuhi hidung dan paru-paruku. Sernentara beberapa belatung jatuh di pipi dan jidatku.

Aku benar-benar tidak pernah mencicipi ketakutan yang Iebih dan ketika ini. Aku mulai megap-megap ketika tubuh pria ini menindihku.
 Rasanya saya ingn mendorongnya dan berteriak serta berlari keluar kamar, tapi tidak sanggup alasannya yaitu saya ibarat orang Iumpuh. Aku mernbaca ayat-ayat suci yang kuhafal terus menerus sampai pria tadi hilang dan saya berdiri sepenuhnya. Aku Iangsung keluar kamar dan masuk ke kamar mandi. Perutku terasa mual sekali dan akupun muntah-muntah. Aku segera mencuci muka dan menggosokgosok bibirku.

Mitos mistis kisah dongeng hantu konkret yang hampir memperkosa gadis kost-kostan


Setelah itu saya kembali menggedor kamar Mely. Aku mencenitakan semua insiden yang saya alami selama 3 malam terakhir ini Anehnya, Mely tidak terlalu terkejut mendengar ceritaku. Bahkan tampaknya beliau sudah mengetahui akan terjadi hal-hal semacam itu.

Menurut Mely, gres 15 hari yang kemudian Rendy, adik pacar Mely, meninggal dunia sehabis mengalami kecelakaan hebat. Rendy sempat dirawat di rumah sakit beberapa jam sebelum kesudahannya meninggal dunia. Sepeda motor yang dikendarainya tertabrak truk sampai ringsek. Sebagian wajah, badan,tangan dan kakinya hancur.
“Dia gres lulus kuliah dan masih jomblo,” ujar Mely sambil mengatakan foto-foto Rendy ketika masih hidup di hp-nya. Aku terlonjak alasannya yaitu saya sangat yakin pria itu yang selalu tiba ke kamar kosanku, bahkan sempat menciumku!
Pagi harinya saya pribadi berkemas untuk pindah kosan. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani malam-malam berikutnya di kosan itu.
Itulah Kisah Cerita Seram Hantu Nyata Misteri Pemuda Jomblo Meninggal 
Share:

Kisah Dibalik Tembakau Srintil Yang Paling Mahal

Mitos Misteri Mistis Kisah Legenda Dongeng Sejarah Kenapa Tembakau Srintil Paling Mahal

Dijaman kini ini siapa yang tidak mengenal tembakau,ya materi baku pembuat rokok,kendatinya rokok merusak kesehatan namun ,makin banyak saja yang mengkonsumsi,akan tetapi ada jenis tembakau yang paling mahal ialah tembakau srintil.Dibalik itu semua ada sejarahnya,mau tau ibarat apa,simak kisahnya

Sosok yang satu ini agak berbeda dengan Iainny. Ia bahkan pernah menjadi santri Sunan Kalijaga dan berganti nama menjadi Jaka Teguh untuk menghindari pengejaran Gagak Lodra dari Kerajaan Capiturang yang akan membunuhnya. Selain mempelajari agama, ilmu kanuragan khususnya ilmu untuk terbang, Ia juga bela jar bercocok tanam dari Sunan Kalijaga.
Setelah ilmuya dirasa cukup, maka,Sunan Kalijaga meminta Ma KUW KWan untuk melaksanakan syiar Islam di bilangan Kedu. Di sini, ia mukim di Desa Pendang.

cara melaksanakan syiar lslamnya pun tergolong unik. Ketika waktu salat tiba, maka, meminta air wudhu dari warga dan mendirikan salat di tempat yang terbuka. Ketika orang yang melihat ingin tau dan bertanya, Ma Kuw Kwan menjawab bahwa dirinya sedang berdoa dan memohon berkah dan Yang Mahakuasa Yang Maha Tunggal supaya diberikan hasil panen yang melimpah.

Hasil panen yang baik dan melimpah memang terbukti. Akhirnya, tak sedikit warga yang minta diajari salat dan memeluk agama Islam. Dalam waktu singkat, pengikutnya pun terus saja bertambah. Oleh para pengikutnya, Ia diberi gelar Ki Ageng Kedu, tetapi ada juga yang menyebutnya Ki Ageng Ma Kuw Kwan yang hasilnya menjadi Ki Ageng Makukuhan.

Perlahan tetapi pasti, nama besar Ki Ageng Makukuhan terdengar oleh Sunan Kudus.Ia mengutus santrinya yang berjulukan Bramanti dengan membawa bibit padi Rajalele dari Cempa. Alih-alih pulang ke Pesantren Glagahwangi, sesudah menyerahkan bibit padi, ia malahan menentukan untuk mengabdikan diri pada Ki Ageng Makukuhan. Beberapa waktu kemudian, Ki Ageng Makukuhan mempercayakan Bramanti untuk menggarap tanah dan melaksanakan sylar Islam di Desa Balongan atau Mbalong yang termasuk dalam wiläyah Parakan, dan dalam waktu singkat, Ia dikenal sebagai Ki Ageng Parak.

Lahan pertanian Ki Ageng Makukuhan pun jadi semakin luas, karena, padi jenis Rajalele dari Cempa amat digemari oleh masyarakat. Ketika isu terkini kemarau datang, maka, lahan pun ditanami dengan flora sela, tembakau.

Hingga suatu saat, ketika sedang menanam tembakau, tiba utusan yang meminta Ki Ageng Makukuhan supaya segera menghadap Sunan Giri untuk melaporkan syiar Islam serta hasil panen bibit yang diberikannya. Namun, lantaran bibit tembakau yang belum ditanam masih cukup banyak dan takut Iayu sebelum ditanam, maka, Ki Ageng Makukuhan memutuskan untuk menuntaskan pekerjaannya terlebih dahulu. Setelah itu, lantaran takut terlambat, Ia memakai ilmu terbang yang diajarkan oleh Sunan Kalijaga.

Kisah Mitos Misteri Mistis Nyata Dibalik Sejarah Adanya Tembakau Srintil Yang Terbaik


Sesampainya di Pesantren Glagahwangi, Ia tak Iangsung turun. Melainkan berputarputar mengelilingi masjid untuk mencari tempat yang tepat. Tetapi, apa yang dilakukan keburu dilihat oleh Sunan Kudus. Menyangka Ki Ageng Makukuhan sedang memamerkan ilmunya, Sunan Kudus menyuruh santrinya melemparkan tampah (nyiru-red) yang berada di dekatnya. Aiih hasil menghindar, Ia malahan menaiki nyiru itu. Sunan Kudus pun marah, Ia mengambil watu dan melemparkannya ke arah Ki geng Makukuhan hingga terjatuh.

Ki Ageng Makukuhan yang malu, eksklusif rnenghadap Sunan Kudus dan menceritakan kenapa Ia bersikap ibarat itu sambil memnta maaf. Sunan Kudus pun mahfum dan memaafkannya.
Malamnya, Ki Ageng Makukuhan melaporkan apa yang dikerjakannnya selama ini. Bibit padi Rajalele dari Cempa menjadi flora unggulan petani di sana, sayangnya, tembakau yang ditanam di kawasan Kedu kurang mantap rasanya sehingga hasil jualnya pun kurang baik. Untuk itu, Ki Ageng Makukuhan pun meminta saran dari Sunan Kudus.

Sunan Kudus Iangsung berjalan dan mengambil nigen (anyaman bambu tidak terlalu rapat yang berbentuk segi empat-red) dan dilemparkannya ke arah Kedu.
“Carilah tempat jatuhnya rigen tadi, di sana akan menjadi tempat yang cocok untuk menanam tembakau,” demikian kata Sunan Kudus.

“Setelah tembakau ditanam, malamnya, tanah tersebut akan memancarkan sinar. Itu merupakan pertanda, flora tembakau yang tumbuh di tanah bersinar itu hasilnya akan sangat istimewa”, imbuh Sunan Kudus.
Ki Ageng Makukuhan mendengarkan apa yang dikatakan Sunan Kudus dengan saksama. Beberapa hari ia sengaja tinggal  di Pesantren GIagahwngi untuk menimba ilmu Islam dan bermacam-macam tata cara bercocok tanam yang gampang dipahami dan sanggup meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Ki Ageng Makukuan meyakini, dengan cara yang sederhana dan gampang dimengerti, maka, para petani akan sanggup dengan segera menikmati hasil jerih payahnya.
Ketika kembali dari Pesantren Gagahwangi, Ki Ageng Makukuhan Iangsung mencari tempat jatuhnya rigen yang dilemparkan oleh Sunan Kudus. Tanah tempat jatuhnya rigen tersebut melesak (legok-pen) dan berada di lereng Gunung Sumbing, yang usang kelamaan menjadi kampung dan dikenal dengan sebutan Legoksari.
Di tempat ini mula pentama Ki Ageng Makukuhan membuka lahan pertanian tembakau.


 Ketika akan memulai (wiwit penanaman-pen), mengajak warga sekitar untuk berkumpul di sawah untuk mencar ilmu tata cara penanaman tembakau sesudah sebelumnya melaksanakan doa bersama untuk memohon kepada Yang Maha Tunggal supaya flora tembakau mereka sanggup menawarkan hasil  yang memuaskan dan menikmati makan bersama sambil menikmati jajan pasar, buah-buahan segar dan kopi kental, minuman kegemaran Ki AgengMakukuhan.

 

Mitos Mistis Misteri Sejarah Asal-Usul Tembakau Serintil

Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, demikian yang dilakukan oleh Ki Ageng Makukuhan. Selain mengajarkan cara tanam yang baik, Ia juga melaksanakan syiar Islam.
Sampal sekarang, tiap mulai tanam, masyarakat selalu mengadakan upacara wiwit untuk mencontoh apa yang dilakukan Ki Ageng Makukuhan, sekaligus berdoa kepada Yang Maha Tunggal.

Ketika itu, biasanya, masyarakat menciptakan “tumpeng robyong’ yang terbuat dari beras hitam, dilengkapi dengan lauk ingkung ayam utuh, pepes ten, telur dadar, tahu dan tempe goreng, jajan pasar dan buah-buhan serta tak ketinggalan kopi kental tanpa gula. Semua tak ada yang ketinggalan, warga menyebut program tersebut dengan istilah “among tebal”.

Ketika tembakau sudah dipanen dan mulai dirajang, di sini tampak dengan terang perbedaan sawah yang mendapat ndaru rigen dengan yang lain. Tembakau dari tanah biasa, bila dirajang, akan jatuh dan menyebar. Sementara, tembakau yang berasal dan lahan yang mendapat ndaru rigen, sesudah diajang justru menggumpal atau nyrintil. ltulah sebabnya kenapa warga menamakannya dengan tembakau srintil.

Menurut tutur, tembakau srintil mempunyai kualitas dan rasa yang sangat istmewa bagi penikmatnya. Jadi, tak heran, bila harganya pun lebih mahal dari tembakau biasa. Dengan kata lain, tidak semua petani tembakau, sanggup menikmati limpahan rezeki dari tembakau srintil yang harganya sanggup mencapai puluhan bahkan ratusan kali ketimbang tembakau biasa.

Sehingga, banyak orang yang meyakini, tradisi yang ditinggalkan tetap lestari lantaran semua petani berharap supaya lahan merekalah yang bakal menghasilkan tembakau yang terbaik.
Baca Juga;
Yang pasti, apa yang ditinggalkan oleh Ki Ageng Makukuhan tetap lestari untuk mengumpulkan warga pada hari, tempat dan waktu yang sama. Selain silaturahmi tetap terjaga, bukan tidak mungkin, dikala itu, mereka sanggup menyebarkan bertukar pikiran perihal tata cara penanaman, perawatan dan pemanenan tembakau yang baik dan benar supaya hasilnya sanggup benar-benar maksimal.
Itulah Mitos Legenda Cerita Kisah Mistis Misteri Nyata Asal-Usul Dongeng Tembakau Serintil Yang Mahal
Share:

Mengintip Mantra Kesaktian Suku Baduy

Mitos Mistis Misteri Kisah Nyata Kesaktian Suku Baduy

Selamat tiba di blog yang akan menyebarkan misteri kesaktian Suku Baduy ,Lebak Banten.
Rumah-rumah bambu, atap rumbia dan ikatan tali rotan, menunjukkan warna khas perumahan masyarakat Baduy. Baik itu Baduy Luar maupun Baduy Dalam. Dua suku Baduy yang satu, luar menggunakan baju hitam, yang ke dua, Baduy Dalam, mengenakan baju putih. Dua-duanya Baduy.


 Bedanya, Baduy Luar, lebih banyak yang bergaul dengan dunia luar, sedangkan Baduy Dalam lebih ketat, masih berjarak dengan orang luar.
 Masyarakat Baduy sangat patuh kepada hukum Puun, hukum kepala adat, yaitu tidak menggunakan paku untilk rumah dan bangunan. Mereka tidak boleh menggunakan tehnologi. Tidak ada listrik tidak juga ada televisi dan radio. Semua bangunan menggunakan tali, begitu juga jembatan, semua menggunakan bambu, kayu dan tali.

 Dilarang menggunakan paku.Aku melintasi rumah-rumah sopan santun yang asri dan damai. Beberapa wanita muda menciptakan kerajinan ayaman daun ripah, daun kelapa dan ilalang tua. Ada pula ibu-ibu yang dengan tekun menenun, Aku juga membeli cendramata kerajinan rakyat.

 Kali ini saya tiba untuk mencari madu orisinil dari Baduy. Madu alam yang dipakai sebagai obat mujarab untuk beberapa penyakit berat yang diderita oleh kaum lelaki. Madu orisinil Baduy ini telah terbukti ampuh menyembuhkan suatu penyakit, terutama lemah syahwat, disfungsi ereksi dan impotensi.

 Madu Baduy bukan dari lebah ternak dan budidaya, tapi madu orisinil yang berkeliaran di pohon-pohon besar di wilayah Baduy. Kali ini, saya membuntuti para pencari madu, mulai dari persiapan berburu, membuka jalan hingga memanen madu tersebut.

Di wilayah perbukitan, tebing dan kaki gunung. Aku menemuI dua sobat Baduy ku, Ekeng dan Kenong, dua perjaka Baduy yang jago berburu madu. Tanpa alat apapun, hanya dengan mantra sakti yang dikuasainya, ketika beliau naik pohon, lebah pribadi terbang semua dan menunjukkan sarangnya kepada Ekeng dan Kenong untuk dijadikan madu. Dengan menunjukkan sejumlah uang kepada mereka berdua, saya membawa madu orisinil yang mujarab dari Baduy sebagai obat ke Jakarta.

Namun dalam perjalanan dua hari bersama mereka berburu madu, batinku bertanya-tanya, ilmu apa yang mereka gunakan hingga lebah yang berbahaya dan mematikan itu takluk kepada mereka. Lebah pribadi pasrah menunjukkan sarang dan madu untuk kedua anak muda ini.

Sebelum naik, keduanya menciptakan asap sambil membaca Wantra-mantra berbahasa Sunda Serang, berkomat kamit kemudian menyapukan tangan mereka ke arah sarang dan kerumunan ribuan lebah. Dalam hitungan detik sesudah mereka baca mantra, Iebah beterbangan menjauh meninggalkan sarang dan sarang pun pribadi dipetik oleh perjaka Baduy ini dengan aman.

Ketika saya meminta mantra-mantra mereka, mereka berdua setuju untuk tidak membuka mantra itu. Karena hukum sopan santun melarang mereka membocorkan mantra-mantara apapun di masyarakat Baduy untuk keluar kepada orang lain di luar Suku Raduy.


Mantra itu pun tidak gampang pula dikuasai oleh mereka sakalipun. Sebab berguru mantra itu, menggunakan ritual tertentu menyerupai dengan ayam putih dan Rain putih berikut air putih. Pemberi ijazah itu yaitu tetua sopan santun yang berilmu sakti mandraguna. Tetua ini tidak sanggup ditemui orang luar, kecuali perjaka Baduy sendiri yang dipersiapkan sebagal penerus ilmu-ilmu mistik Suku Baduy.

Selain ilmu menaklukkan binatang buas, lebah berbahaya dan ular berbisa, masyarakat Baduy juga sangat besar lengan berkuasa berjalan kaki ratusan kilometer di tengah terik tanpa bantalan kaki. Telapak kaki mereka menjadi tebal dan kuat. Paku akan bengkok, duri akan patah bila terinjak oleh telapak kaki mereka. Saking kuatnya telapak kaki, bukannya paku yang menancap di kulit mereka, tapi paku menjadi patah dan bengkok oleh kaki mereka. Mantra apa pula yang dibacakan mereka jikalau mau bepergian ribuan kilometer dan kampung Suku Baduy Banten ini?

Adalah tiga perjaka Baduy Luar yang sering sekali tiba ke Jakarta, jalan kaki selama tiga hari tiga malam berjualan madu dan kerajinan tangan dari Desa Kenekes. Mereka berjalan jauh menuju Jakarta dan berjualan di tempat Jakarta Selatan, menyerupai Ciputat dan Pondok lndah.

Cerita Mistis Misteri Kisah Nyata Mitos Mantra Primbon Suku Baduy


Mereka saya temui juga dikala saya bertemu mereka di Baduy yang akan berangkat berjalan kaki ke ibukota. Mereka yaitu Syarif, Asan dan Asen, tiga perjaka umur 20-an tahun yang bolak balik membawa kerajinan tangan dan madu. Uang hasil penjualan mereka kumpulkan dan dibawa kembahi ke Baduy.

Selama di jalan, jikalau mereka ngantuk, mereka tidur di kebon-kebon, di saung kosong atau di bawah pohon rindang. Mereka tidak boleh untuk tidur di mesjid atau di musholah. Larangan tetua sopan santun alasannya yaitu agama mereka bukan Islam. Maka tu, tidak boleh tidur di tempat ummat Islam.

“Agama kami agama Nabi Adam, agama Sunda Wiwitan,” kata Syarif, kepada saya. Allah mereka yaitu Penguasa Alam Semesta, yang memberi hidup dan kehidupan bagi mereka Suku Baduy. Penguasa alam yang memberi kesuburan tumbuhan dan menunjukkan kesehatan bagi mereka keluarga Baduy.

Mungkin alasannya yaitu kekuatan mantra juga, perjaka Baduy ini, walau tidak mandi dan tidak menggunakan mewangian, mereka tidak bau. Keringatnya tidak berbau alasannya yaitu mantra-mantra warisan leluhur, yang menciptakan keringat mereka tidak busuk. Bahkan sebagian wangi tanpa pewangi. Tapi, jikalau mereka ingin mandi, mereka mandi di mana pun.


 Baik itu di sungai yang mengalir yang mereka temui, maupun di danau yang terdapat airnya. Walau ada yang mengajak gratis, mereka tidak boleh naik mobil, kereta api dan motor. Mereka harus jalan kaki walau selama tiga hingga lima hari dari Jakarta ke Baduy.

Walau mereka mandi di air kotor sekahipun, kulit mereka tidak akan gatal dan tidak akan menjadi budukan. Bahkan menimum air yang tidak dimasak pun, mereka tidak sakit perut. Bila yaitu masyarakat Baduy yang sakit, diobati dengan mantra-mantra diam-diam mereka, dibantu dengan obat-obatan herbal dan tetumbuhan dan tumbuhan di sekitar mereka sendiri.

Yang paling unik budaya lokal Suku Baduy, dan hal itu patut dicontoh, yaltu perilaku kebersamaan mereka. Mereka saling kasih mengasihi, saling menyayangi dan saling bergotong royong dan berafiliasi dengan baik antar sesama.

Lain dan itu, mereka sangat patuh kepada Puun, kepada pimpinan sopan santun dan teguh memegang sopan santun tersebut. Dalam sejarah Suku Baduy, tidak ada pertengkaran hingga hingga saling bunuh antara mereka. Tidak ada kasus pembunuhan di masyarakat Baduy. Mereka benar-benar menegakkan azaz musyawarah mufakat, saking bertimbang rasa dan saling memahami antara satu dengan yang lainnya.

Menguak Mistis Misteri Kisah Nyata Kesaktian Suku Baduy Pedalaman


“Mereka dikatakan primitif, tapi tata kelola hidup dan kehidupan mereka sesungguhnya sangat moderen. Sebaliknya, orang yang dikatakan moderen, justru berprilaku primitif. Karena rebutan harta, orang kota sanggup saling bunuh dan saling memenjarakan. Coba, Suku Buduy, bila ada ukiran antara warga, dengan cepat diselesaikan melalui cara musyawarah dan mufakat oleh Puun dan para Jero di dalam sopan santun itu,” kata Ki Kanjeng Hanan Susmlo, 67 tahun, pemerhati sopan santun Suku Baduy yang bermukim di Rangkasbitung, Lebak,

Apa yang dikatakan Ki Kanjeng Hanan Susilo, yang juga praktisi supranatural di Banten ni, bahwa ilmu mistik Suku Baduy itu sangatlah tinggi. Sama tingginya dengan masyarakat Suku Dayak di Kalimantan Timur. Ki Kanjeng yaitu paranormal yang banyak menggali mantra-mantra diam-diam dua suku ini. Bahkan, ilmu mistik Suku Dayak, dipakai Ki Kanjeng untuk mengobati ragam penyakit bagi ratusan pasiennya di Banten ini.
Selain mantra Suku Dayak, mantra-mantra Suku Baduy pun,
dipakai Ki Kanjeng untuk ilmu kekebalan tubuh. Baik kebal tembak maupun kepal bacokan. Untuk mendapat mantra Suku Baduy dan Suku Dayak, kata Ki Kanjeng, seseorang harus masuk dulu di tengah kedua suku itu. Jika tidak, tidak akan mendapat ilmu apapun dari mereka. Bahkan, bulan depan. Ki Kajeng akan ke Jambi, akan masuk ke tengah Suku Kubu untuk mempelajari mantra-mantra sakti mandraguna masyarakat Kubu, baik di Jambi maupun di Sumatera Selatan.
Itulah misteri mistis menguak mengintip kesaktian suku Baduy
Share:

Mantra Ilmu Gendam Kesuksesan Dongeng Faktual Misteri

Mitos Primbon Mantra Ilmu Pembantu Kesuksesan Pekerjaan

Di jaman yang sudah modern ini masih saja ada orang yang memakai ilmu gendam untuk melancarkan segala perjuangan mengejar kesuksesan dunia, Kali ini akan menyebarkan dongeng tentan Gendam,


Ia tak pernah menyangka sebagi  seorang sarjana informatika, banyak orang beranggapan bahwa dirinya bakal gampang mendapatkan pekerjaan. Tetapi zaman telah jauh berbeda, jikalau tak ada korelasi di dalam, ratusan ijazah yang dikirimkan seolah raib ditelan bumi.
ltulah yang membuat, kenapa Toro, yang semula bertahan harus bekerja sesuai dengan ilmunya harus mengalah pada kenyataan. Ya... untuk menutupi biaya hidupnya, ia terpaksa mengambil anjuran bidang pemasaran dan salah satu perusahaan besar yang bergerak dalam garmen.


Setelah mengikuti pembinaan tiga hari Iamanya, Toro pun mulai ditempatkan sebagai ajun manajer pemasaran. Asti, sang manajer ialah sosok yang gila kerja sekaligus sering mematok sasaran dengan seenaknya sendiri. Maklum, ia ialah kemenakan dari istri salah seorang komisaris.


Begitu mulai bekerja, Asti dengan damai menyodorkan aneka macam dokumen wacana outlet yang harus dibuka, ditagih, rencana pemasukan dan pengeluaran bulanan serta piutang yang harus segera diselesaikan dalam waktu akrab Toro hanya mengangguk sambil mulai membuka dokumen itu lembar demi lembar. Ketika Asti berjalan ke luar ruangan entah kemana, beberapa sobat gres pun menghampiri.

“Anda ialah orang  yang ke sembilan yang dalam bulan ini. Delapan orang yang kemarin, besoknya tidak tiba lagi,” kata lelaki yang mengaku berjulukan Erwin.
“Ini ita dan satunya Dewi,” kata Erwin memperkenalkan keduanya.
“Saya Toro. Mudah-mudahan besok saya tiba untuk minta waktu, berapa usang sasaran tersebut harus dicapai,” kata Toro dengan penuh keyakinan.
“Wow ... Asti niscaya bakal sanggup kejutan,” ujar Ita dan Dewi hampir bersamaan.
“Tidak juga,” balas Toro, “yang perlu, kita harus kompak, saling bantu dan bukan saling menjatuhkan,” tambahnya.
“Oke ... oke,” jawab ketiganya sambil berjalan menuju ke mejanya masing-masing.


Esoknya, dengan tenangToro mendatangi ruangan Asti dan mengetuk pintunya. Setelah masuk, Toro menanyakan berapa usang sasaran tersebut dicapai, dan bonus apa yang didapat bila tercapai, serta ia meminta izin dua tiga hari untuk menuntaskan satu dan lain hal di kantornya yang sama.


“Oke, bonusnya sekitar 5 persen. Ketiga sobat yang ada dalam ruangan itu juga harus dapat. Izin sanggup diberikan, silakan masuk ada Senin mendatang,” jawab Asti sambil tersenyum sinis. Ia yakin, lelaki yang ada di depannya hanya omong besar saja.


Rasanya, sekali ini Asti harus merasakan sesuau yang berbeda. Usai menghadap, la meminta kepada ketiga teman barunya untuk meng-copy seluruh dokumen tersebut. Setelah mendapatkan copy yang menurutnya untuk dipelajari di rumah se usai  mengurus izin resign-nya di kawasan yang lama, Toro pun segera memasukkan dokumen tersebut ke dalam tas-nya. Dan sesudah sejenak berbasa-basi, Toro pun mohon diri.


“Sampai Senin depan,” katanya dengan penuh semangat.
“Oke.. ditunggu,” jawab Erwin dan Dewi.
“Salam buat ita,” kata Toro sambil berjalan ke luar.
“Baik ... nanti disampaikan,” jawab keduanya dengan tensenyum melihat ulah sobat barunya yang sedikit nyentrik itu.


Ternyata, Toro tidak kembali ke rumah kos-nya. Ia malahan memacu kendaraannya ke luar kota. Ya ... Toro ingin menjumpai kakeknya, Mbah Harjo, sosok yang dituakan oleh seluruh penduduk di desanya yang ada di sekitar kawasan wisata Batu Raden. Setelah sejenak beritirahat di sekitar Bandung, Toro kembali memacu kendaraannya menuju ke kampung halamannya. Singkat kata, sekitar pukul delapan,Ia sudah tiba di rumahnya. Setelah membersihkan badan dan sejenak beristirahat, Ia pun berkata; “Bapak, Toro mau ke rumah Mah Harjo, ada yang penting.”
“Ya ... jangan malam-malarn pulangnya,” jawab sang ayah.


Toro mengangguk dan berjalan sambil menghisap rokoknya. Kakinya melangkah di antara rimbunnya pepohonan yang menaungi jalan desanya. Tak berapa usang kemudian, kaki memasuki pekarangan yang di kiri-kanannya terdapat kolam ikan yang tidak mengecewakan luas. Belum lagi ia uluk salam, dari dalam, terdengar bunyi berat yang menyapanya dengan gaya Banyumas yang kental; “Alaikumsalam ... ayo cepat masuk.”
“Assalamualaikum,” sahut Toro tersipu malu. Ia tak rnenyangka, sang kakek,
ternyata telah menunggu kedatangannya sedari tadi. Buktinya, ada segelas kopi dan goreng singkong yang mulai hangat. Toro makin kagum dengan kewaskitaan simbahnya.

Primbon Mitos Mantra Kisah Misteri Cerita Mistis Pengalaman memakai ilmu mistik untuk pekerjaan


Setelah sejenak berbasa-basi, akhirnya, Toro pun mengutarakan kesulitannya. “Jujur Mbah, saya takut kalau tidak berhasil. Bantu saya Mbah...,” rengekToro.
“Berhasil atau tidak tergantung usaha. Jika dilakukan dengan tulus, nrimo dan serius, lnsya Tuhan akan diijabah dan artinya perjuangan tersebut berhasil,” papar Mbah Harjo dengan senyum menggoda.
“Ya ... tolong saya mbah,” kata Toro menghiba.

Mbah Harjo pun meminta Toro untuk mendekatkan telinganya. Perlahan, Ia pun membisikkan kata;
“BismiIIaIiirrohmannirrohim, kuwungkuwung pangadegku, tejo mantera paningalku, gelap sewu swaraku, teko welas teko asih wong... marang aku, saking Kersaning Allah.”
Toro yang cerdas dalam waktu singkat sanggup menghafal mantra tersebut. Dan lalu terdengar suaranya; “Sehabis kata “wong” diisi dengan kata apa Mbah?”

“Bebas, sanggup wong sekantor, wong seruangan, wong sejagat dan seterusnya,” sahut Mbah Harjo dengan mantap sambil tak lupa menyuruh Toro untuk meminum kopi dan merasakan goreng singkong yang mulai cuek itu. Setelah bertanya banyak hal, maka, Toro pun mohon diri untuk pulang dan berjanji sebelum pulang bakal singgah ke rumah Mbah Harjo.


Cerita Mistis Misteri Kisah Nyata Mitos Primbon Penggunaan Mantra Gendam Untuk Urusan Kerja


Dan benar, Sabtu pagi, Toro sudah kembali ke rumah Mbah Harjo. Sang kakek yang melihat kedatangan cucunya itu menyambutnya dengan penuh semangat. Setelah mendapatkan banyak nasihat, Toro pun mohon diri. Dan sebelum berangkat, terdengar bunyi sang kakek; “Jangan-jangan, nanti, pimpinanmu ada hati.”
“Ah ... mustahil Mbah. Saya orang dusun, gulung tikar dan hanya anak petani,” kata Toro sambil geleng-geleng kepala.


Dan benar, Senin, Toro masuk ke kantor dengan penuh percaya diri. Beberapa piutang yang selama ini menunggak, berhasil diselesaikan dengan baik sebelum makan siang. Boleh dikata, walau hanya mengandalkan telepon, tetapi, rencana pemasukan bulan itu sudah bersiklus dan dikerjakan dengan rapi oleh Ita dan Dewi. Sementara, Erwin diminta untuk menyusun daftar kunjungan untuk Toro melaksanakan presentasi.


“Ah ... kelihatannya dua bulan ini kita bakal sanggup bonus besar. Semua yang tertunda berhasil diselesaikan Toro dalam dua minggu,” kata ita dengan gembira.
Erwin dan Dewi pun Iangsung bertepuk tangan sambil bengumarn; “Bonus ... oh oh bonus.”


Tak hanya mereka bertiga, Asti, bahkan eksekutif produksi harus menyusun jadwal ulang semoga apa yang dipesan oleh agen yang bersedia berafiliasi sesudah Toro melaksanakan presentasi disana tidak kecewa, karena, pesanannya terlambat tiba atau mutu yang tidak sesuai.
Keberhasilan Toro yang dalam waktu dua bulan berhasil
rnendongkrak pendapatan pabrik jadi perbincangan semua karyawan. Mereka tak pernah menyangka, sosok yang nyentrik itu berhasil meyakinkan para pelanggan usang sekaligus menggaet pelanggan baru. Asti yang selama ini populer pada setiap lelaki pun mulai berubah. ia menaruh perhatian khusus pada Toro. “Ah ... ini niscaya gara-gara simbah,” gumam Toro.
Yang jelas, dengan mantranya, sudah barang tentu atas izin Allah, semua sanggup menuruti segala kata-katanya.
Itulah mitos mistis primbon pemanfaatan mantra mistik gendam untuk tujuan pekerjaan
Share:

Misteri Makam Keramat Yang Terlarang Untuk Pengunjung Wanita

 Mitos Cerita Mistis Kisah Misteri Tempat Keramat Yang Tidak Boleh Di Datangi Perempuan

Makam Ki Ageng Jayeng Resmi,adalah makam yang hanya di perbolehkan laki-laki untuk berkunjung atau berziarah.Kenapa makam ini terlarang untuk pengunjung wanita.


Sebuah makam keramat dipercaya menjadi daerah bermacam-macam ritual gaib. Mulai ritual ngalap berkah, hingga menyanggarkan benda-benda keramat. Uniknya ada ritual yang dilakukan dengan cara cebok menggunakan air di erat makam. Namun pengunjung harus hati-hati, hanya kaum lelaki yang boleh memasuki kompleks makam. Sementara kaum perempuan dihentikan keras untuk masuk. Mengapa demikian? ternyata ada sejarahnya ,kita simak kisahnya.
Mitos Cerita Mistis Kisah Misteri Tempat Keramat Yang Tidak Boleh Di Datangi Perempuan Misteri Makam Keramat Yang Terlarang Untuk Pengunjung Wanita
  Seorang pelarian dari kerajaan Majapahit terkenal dengan sebutan Ki Ageng Jayeng Resmi. Dia seorang prajurit tangguh yang balasannya menjadi senopati perang kondang. Namun sayang, berdasar literatur sejarah, umurnya konon hanya hingga 27 tahun saja ketika maut menjemputnya. Banyak spekulasi wacana alasannya ialah kematiannya. Ada yang percaya beliau wafat lantaran penyakit aneh. Namun banyak yang meyakini beliau dibunuh ketika masa imbas kerajaan Islam Demak kian besar.

  Kini makamnya di Dukuh Jetak, Desa Gaden, Trucuk, Klaten, Jawa Tengah masih banyak dikunjungi peziarah. Mereka mengaku masih menyayangi leluhur dan kerajaan besar Majapahit tersebut. Banyak peziarah meminta doa keselamatan khusus untuk diri-sendiri dan keluarga tercinta.

 Bahkan banyak pula menyanggarkan benda-benda kesayangannya untuk menerima tuah mistik dari leluhur makam
“Seiring banyak imbas dari pendatang yang masuk desa kami, peziarah memang sedikit berkurang, namun justru peziarah dari luar desa atau wilayah yang agak jauh malah banyak yang tiba ke sini,” terperinci Narso Suwito (62), seseorang yang dipercaya warga setempat menjadi juru kunci makam Ki Ageng Jayeng Resmi.

  Menurut bapak berputra dua ini, para peziarah yang tiba ke lokasi makam memang paling banyak bertujuan untuk memintakan doa keselamatàn bagi anggota keluarganya, selain untuk leluhur makam sendiri. Selebihnya ialah doa ritual sesuai dengan dilema atau permohonan masing-masing individu. ltulah alasannya ialah di erat kompleks makam dibangun bangsal untuk menampung tamu sekaligus melaksanakan ritual permohonan doa keselamatan tersebut.

“Jika cuaca tidak mendukung, adakalanya ritual doa keselamatan itu dilakukan di rumah saya sendiri menyerupai ini,” lanjutnya yang kebetulan sedang mendapatkan tamu yang bermaksud mengadakan ritual doa keselamatan.
Bagi pengunjung yang hendak melaksanakan ritual doa, ada dua pilihan atau mekanisme khusus yang harus dijalani. Prosedur pertama melibatkan pengunjung sendiri.


 Sedangkan mekanisme kedua cukup mempercayakan semuanya pada sang juru kunci. Jika menentukan mekanisme pertama, si pengunjung wajib berdoa di bangsal kemudian memasuki kompleks makam. Selanjutnya berdoa di depan makam dengan dipandu serta didampingi oleh juru kunci.

Pengunjung boleh membawa sesaji berupa apapun. Biasanya nasi dan jajanan pasar. Namun jikalau tidak bisa juga boleh tidak membawa sesaji tersebut. Namun syá’rat yang wajib dibawa ialah niat yang suci beserta sesaji sederhana berupa kembang atau bunga mawar. Jumlahnya hanya satu bungkus tas plastik kresek kecil, atau bisa juga ditaruh dalam wadah kertas yang dibungkus rapi.


Mitos Misteri Makam Keramat Yang Tidak Boleh Dikunjungi Wanita


  Selanjutnya bunga itu nanti ditabur di depan makam, sehabis selesai mengucapkan doa. Sedangkan mekanisme kedua memang lebih simple bagi pelaku ritual. Biasanya ada penunjung yang tidak mau repot dan mempercayakan semua ritualnya pada sang juru kunci. Nah mereka tinggal menghubungi juru kunci, memperkenalkan identitas, serta mengutarakan maksud dan tujuannya. Setelah itu pengüjung bisa pulang. Semua ritualnya nanti akan dikerjakan sendiri oleh juru kunci.

Untuk mekanisme yang kedua ini, meskipun tidak wajib namun rata-rata pengunjung selalu membawa sesajian khusus. Sesajian berupa makanan itu untuk didoakan dan selanjutnya dibagi-bagi pada warga sekitar. Terutama kepada warga yang dianggap masih satu komunitas atau masih percaya dengan kekuatan mistik roh leluhur makam. Komunitas itu secara terpola memang rutin mengunjungi makam, baik untuk bersih-bersih makam maupun bersemedi.

  Adapun sesajian itu antara lain terdiri dan makanan utama dan makanan pendamping. Makanan utama biasanya terdiri dari nasi golong (nasi bulat bundar) serta ayam ingkung (ayam masak utuh). Makanan pendamping lain ialah jajanan pasar serta buah-buahan lengkap. Setelah makanan ditaruh di atas tikar, sebelum pulang pengunjung tadi ikut berdoa sebentar mengelilingi sajian makan. Juga didampingi sang juru kunci yang biasanya juga dibantu oleh modin setempat untuk ikut mendoakan.

  Setelah itulah, tinggal sang juru kunci yang bergerak melanjutan ritual sendirian di makam. Si juru kunci cukup membawa kembang dari pengunjung tadi untuk dibawa masuk makam. Di makam ini ada mekanisme yang cukup unik dan wajib ditaati. Yaitu siapa saja yang akan masuk kompleks makam tanpa kecuali termasuk juru kunci harus membersihkan diri dulu di air sumur erat makam. Sumur ini namanya sumur Ciptaningrum.

  Setelah itu semua pengunjung wajib menggunakan samir (semacam ikat dasi keraton) sebelum masuk kompleks makam. Setèlah itu semua bantalan kaki dilepas baik sepatu atau sandal. Dari setiap masuk gapura masuk ada doa khusus yang dibacakan oleh Si juru kunci. Di makam ini ada sekitar lima pintu atau gapura yang harus dimasuki sebelum masuk ruangan makam utama.


Mitos Mistis Kisah Nyata Makan Keramat Pantangan Untuk Pengunjung Wanita


  Nah sehabis juru kunci hingga ruangan utama makam, barulah doa permohonan dan pengunjung tadi disampaikan, sehabis sebelumnya Ia melaksanakan doa pembuka dulu. Doa pembuka itu terdiri dan lantunan ayat-ayat suci Al-qu ran serta beberapa doa diam-diam (doa khusus) dalam bahasa Jawa. Setelah itulah gres kembang tadi ditaburkan. Segera sehabis itu, sajian makanan yang didoakan tadi dibagi-bagi dalam wadah daun jati. Lalu dibagi-bagi atau disebar ke warga sekitar.

  Di erat makam ada aura misterius yang bekerjasama dengan banyak titik lokasi. Lokasi itu antara lain makam utama, Masjid di depan makam, dua sumur yang berjulukan sumur Suryaningrum dan Ciptaningrum, serta sebuah jalan di kampung di belakang makam. Semua titik-titik mistik itu ternyata punya hubungan mistis yang sangat kuat.


“Jalan desa yang sebagian tertutup oleh rumah gres warga desa itu sebetulnya merupakan jalan gaibnya Eyang leluhur makam,” paparnya.
Menurutnya dulu semasa masih hidup, Eyang Jayengresmi sering berkunjung ke desa dan masjid ini dengan naik kuda melewati jalanan masuk itu. Dan biasanya sebelum masuk masjid ia akan mensucikan diri di sendang yang kini telah menjadi sumur Ciptaningrum tersebut. Sementara kudanya akan minum di sendang yang kini telah menjadi sumur Suryaningrum tersebut.

  Itulah sebab, sebelum masjid di erat makam menjadi ramai menyerupai kini ini, dulu sering terdengar krincing (suara derap) kuda misterius yang melewati jalanan yang dimaksud. Kini meskipun sudah jarang, namun masih ada saja warga yang mengaku mendengar bunyi derap kuda tersebut. Bahkan di siang hari bolong pun ketika suasana desa sepi, kadang masih terdengar derap kuda yang wujudnya tidak ada tersebut.

  Di erat Masjid bergotong-royong terdapat petilasan dimana dulu sang Eyang Jayengresmi melaksanakan buang hajat. Batu tersebut berupa Padasan yang dikeramatkan. Namun oleh dinas kepurbakalaan watu padasan tersebut sudah dibawa ke museum purbakala di Prambanan, Klaten. Konon sebelum dibawa ke Prambanan, watu tersebut sering digunakan ritual masyarakat

untuk menaruh air, kemudian air tersebut dipindah atau digunakan pelaku ritual untuk cebok.
“Dipercaya jikalau cebok dengan air yang telah menempati watu padasan itu, bisa mendatangkan rejeki dan kesaktian,” ungkapnya mengenang dongeng sesepuh di desanya yang kini telah banyak meninggal dunia.

  Begitu pula dengan kedua sumur tadi, airnya dipercaya bisa menyembuhkan bermacam-macam penyakit baik penyakit medis atau penyakit spiritual. Namun yang paling terkenal ialah sebuah sendang di erat kedua sumur tersebut. Satu sendang itu dipercaya bisa melancarakan ibu-ibu yang akan babaran bayi (melahirkan). Jika ada ibu-ibu hamil yang sudah saatnya melahirkan, namun susah untuk melahirkan maka meminum air sumur tersebut dipercaya bisa melancarkan kelahirannya. Banyak yang menyebut sendang itu dengan sumur julukan Sendang Kepoh.

  Sementara sendang yang satunya berjulukan Sendang Belik Jeta. Sendang itu juga cukup dikenal sebagai ritual pengobatan penakit asma serta lumpuh akhir stroke. Akan halnya di makam sendiri, selama mi selain peziarah yang datang, juga banyak digunakan pengunjung untuk menyanggarkan (memberi tuah) bermacam-macam pusaka atau barang seni lain yang berkaitan dengan profesi pengunjung.
“Dulu saya sempat mengantar pengunjung asal Ngawi (Jatim) yang ingin menyanggarkan peralatan seni kethoprak,” kenangnya.

  Peralatan ketoprak itu bermacam-macam, namun yang paling diingatnya ialah sebuah alat berwujud kentongan. Selama satu malam penuh kentongan dan alat lainnya disanggarkan di ruangan makam sehabis sebelumnya dimintakan doa restu dan leluhur makam. Paginya alat ketoprak itu diambil. Kabarnya pengunjung atau seniman yang menyanggarkan kentongan itu kini menjadi artis pelawak top di televisi.
“Pernah ketika trend pilihan lurah di desa tetangga, saya juga menyanggarkan sebuah foto dan salah satu calon atau kandidat lurah itu,” ceritanya menyerupai ingat sesuatu.

  Saat itu lantaran Si pelaku yang ingin menyanggarkan merasa berbeda kepercayaan atau agama dengan leluhur makam.maka ia cuma mempercayakan pada sang juru kunci untuk menyanggarkan
fotonya saja. Meskipun berbeda keyakinan, namun ia percaya dengan kekuatan mistik dan leluhur makam. Tak lupá ia memberikan pada pada juru kunci semoga memberikan doanya pada leluhur makam semoga bisa terpilih menjadi kepala desa atau lurah.

  Dengan menyanggarkan fotonya, ia berharap jikalau sudah saatnya hari H pemilihan atau coblosan, maka nama dan fotonya akan memenangkan bunyi dalam pemilihan. Dan terbukti, seminggu kemudian yang bersangkutan memang terpilih menjadi kepala desa. Dan Ia juga sempat mengadakan syukuran di bangsal makam bersama warga sekitar.

  Namun ada satu pantangan yang tidak boleh dilanggar pengunjung. Yaitu pengunjung perempuan dihentikan masuk kompleks makam. Hal itu berkaitan dengan leluhur makam yang ketika meninggal ternyata juga masih bujang atau belum sempat memiliki seorang istri sama sekali. Nah untuk menghormatinya, maka pengunjung perempuan dihentikan masuk, hanya pengunjung laki-laki saja yang boleh.

  Pengunjung perempuan hanya boleh berada di luar kompleks makam atau hanya menunggu di bangsal di luar pagar kompleks makam saja. Jika melanggar, ada sanksinya. Yaitu si perempuan yang nekat tiba-tiba saja sudah dipindah secara mistik ke luar kompleks tanpa disadarinya. Dulu pernah ada perempuan yang nekat masuk. Tahu-tahu belum lima menit ia di dalam ia sudah menyerupai tidur, dan ketika tersadar sudah berada di luar kompleks makam.
Baca Juga;
Saat itu ia menyerupai mimpi dan berdiri bangun sudah dipinggir parit pinggiran desa. Nah kalau dipindah ke pinggir selokan atau parit mungkin masih aman. Lalu bagaimana kalau secara mistik tahu-tahu sudah dipindah di bibir sumur atau sungai atau bahkan di pinggir jurang, kan barabe. ltulah sebab, kini tak ada seorang pengunjung wanitapun yang berani masuk kompleks makam kyal Ageng Jayeng Resmi.
Itulah menguak mitos mistis misteri hukum larangan kenapa pengunjung perempuan tidak boleh
Share:

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor