Filsafat Metafisika yaitu Ilmu Menentang Arus

Filsafat tergolong metafisika, adalahilmu yang membangkang arus, dalam makna cara kerjanya lumayan bertolak belakang dari teknik kerja ilmu pengetahuan lainnya. Filasafat terkadang menciptakan orang berkerut kening dan bahkan muak lantaran istilah yang aneh-aneh dan guna memahaminya dibutuhkan ketekunan filosofis yang memakan masa-masa tidak lumayan berjam-jam, namun bertahun-tahun.


Kendati demikian, dengan filsafat (metafisika) orang dapat mengindikasikan bahwa insan tidak melulu sekedar makhluk yang dapat makan, menikmati keasyikan dunia dan alam semesta. Filsafat bertugas tidak beda menggemakan kenyataan. Manusia, dengan berfilsafat, menggemakan lagi nada metafisik fakta yang telah pudar oleh hingar-bingarnya perjuangan mengisi kebutuhan jasmani belaka. Filsafat terus dan tak bosan-bosannya menggemakan suara kebenaran dan kebaikan, yang nyaris sirna oleh pertarungan kepentingan sesaat dan usaha manipulasi yang tidak jarang tak terkendali.

Sebagai insan yang, dari kodratnya, berakalbudi, kita seluruh berkemampuan filosofis. Dengan akalnya, insan mencari rumusan baru mengenai kenyataan jasmani dan metafisik. Dalam perumusan telah tersirat tanda bahwa insan tidak terbelenggu oleh apa yang sekarang dipegangnya, sebab perumusan merupakan pekerjaan abstraksi dari kenyataan. Abstraksi, pada giliranya, adalahpetunjuk adanya keterampilan transedental dalam diri manusia. Ia mau menanam seluruh kekiniannya tersebut dalam konteks yang lebih luas dan mendasar: prinsip hidup. Filsafat, dalam kedudukanya sebagai di antara ilmu, bertugas mengeksplisitkan prinsip hidup yang sedikit tidak sedikit masih implisit adanya dalam diri masing-masing orang. Filsafat hendak mengusung ke permukaan kearifan hidup yang lebih tidak jarang didominir oleh keputusan kepentingan tertentu.


Filsafat (metafisika) tidak pernah berangkat dari dunia awang-awang atau khayalan. Titik tolaknya selalu empiris nyata inderawi. Pengalaman tersebut disistematisir. Kemudian menurut empiris itu, di bina refleksi yang spesifik. Kalau tidak menurut pengalaman, refleksi akan mengapung tanpa arti dan isi, sampai-sampai sia-sia. filsafat mengusung empiris hidup untuk menggali prinsip-prinsip dasar.


Metafisika berangkat dari yang anda alami sampai untuk prinsip-prinsip dasar. Dengan demikian diinginkan bahwa anda sampai pada Sang Illahi yang dinamakan Allah oleh orang yang beragama. Di samping itu, dengan menyadari keterbatasan daya pikir manusia, metafisika mengajarkan untuk kita kearifan hidup. Hidup perlu diciduk dalam keseluruhannya, namun tidak berarti kita mengetahui kehidupan tersebut secara tuntas.


Dari segi bahasa, bahasa metafisika mempunyai sifat integratif dan indikatif. Dengan metafisika kita berjuang menyatakan semua empiris kita dengan mengusung dasarnya yang sangat dalam. Tetapi sekaligus, bahasa metafisika tetap terbatas, melulu menunjuk pada borongan dan pada yang sangat dasar dari empiris langsung.


Pengalaman langsung tetap kaya dan dalam. Ilmu, filsafat, tergolong metafisika, dan teologi, menghamba pada kehidupan yang anda alami secara langsung. Metafisika tidak memiliki nilai pada dirinya sendiri, namun sebagai di antara jalan memperkaya kehidupan dengan jalan merefleksikan dan mengusungnya ke permukaan.                       


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor