Stockholm Syndrome

Stockholm syndrome ialah sindrom kejiwaan atau disebut pun respon psikologi yang kadang terjadi pada sandera, dimana sandera mengindikasikan tanda2 kesetiaan atau pun empati untuk penyanderanya, walaupun mereka jelas2 berada dalam situasi riskan sebagai korban penyanderaan. Istilah ini juga dipakai pada kondisi yg sama dengan penyanderaan laksana penculikan (penculikan guna tebusan, pemerkosaan, dll), penahanan dalam kondisi perang (POW : Prisoner of War), atau bahkan korban kekerasan oleh family sendiri laksana yg tidak jarang terjadi pada perempuan dan anak2.


Nama Stockholm syndrome ini mulai dipakai setelah kejadian menghebohkan perampokan Kreditbanken yg terjadi di Norrmalmstorg, Stockholm, pada bulan Agustus 1973, dimana kejadian tersebut dilangsungkan sampai 6 hari lamanya, dalam kejadian perampokan ini semua korban yg dijadikan sandera justeru melindungi/membela penyanderanya, bahkan pada ketika sidang mereka tetap mengindikasikan sikap laksana itu.


Istilah ini yg lantas memperkaya kosakata kita, kesatu kali dipakai oleh seorang kriminologis yg pun psikiater mempunyai nama Nils Bejerot yg menolong polisi pada ketika kejadian perampokan Kreditbanken. Gejala2 yg dikaitkan dengan sindrom ini ialah akibat dari stres emosional dan jasmani yg dirasakan korban yg menjadi subjek penculikan/penyanderaan dan fenomena ini timbul tanpa disadari oleh si korban.


Database FBI mengindikasikan bahwa permasalahan semacam ini terjadi hingga 27% dari semua permasalahan penyanderaan.


Kondisi Stockholm syndrome ini menjadi familiar dimana-mana dan menginspirasi tidak sedikit cerita novel dan skenario film bahkan dijadikan judul lagu.                      

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor