Cerita Misteri Kisah Mistis Kasatmata Perang Di Alam Goib Jin Muslim Dengan Jin Kafir

Cerita Misteri Kisah Mistis Nyata Mencegah Perang Jin Di Alam Goib Antara Jin Muslim Dari Arab Dengan Jin Kafir Gunung Salak

Cerita Misteri Perang Jin Antara Pengawal Raja Salman Dengan Jin Gunung Salak.Ribuan ji muslim mendampingi Raja Salman bin AbdulAziz Al Saud dikala terbang dari Arab Saudi menuju Indonesia. Kekuatan bala tentara gaib ini bukan diminta oleh penasehat spritual kerajaan, tetapi atas inisiatif Raja Jin, penguasa supramistika Arab Saudi untuk menjaga keamanan.
 Cerita Misteri Kisah Mistis Nyata Mencegah Perang Jin Di Alam Goib Antara Jin Muslim Dari Cerita Misteri Kisah Mistis Nyata Perang Di Alam Goib Jin Muslim Dengan Jin Kafir

Setelah presiden Joko Widodo berkunjung ke Arab Saudi yang dijemput Iangsung oleh Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud tahun 2015 di bandara King Abdulaziz Jedah, penguasa penjaga dua kota suci Mekah dan Medinah itu bersiap hadir ke Indonesia tanggal 1 hingga 9 Maret 2017. Info perihal kesediaan Sri Baginda Raja Salman akan tiba ke Indonesia, menciptakan KanjengGusti Sultan Mahmud Badarudin Hasan Al Palembangi, memerintahkan saya untuk berdialog dengan 2000 jin pengikut Sri Baginda Raja Salman di Jakarta dan Bali.

“Kau harus ke Jakarta dan Bali untuk melaksanakan pertemuan spritual dengan 2000 jin Sri Baginda Raja Salman Bin Abdulaziz Al-Saud,” kata Kanjeng Gusti Sultan Mahmud Badarudin Hasan Al Palembangi, kepadaku.

“Usahakan bertemu Raja jin yang menguasai 2000 jin yang ada. Raja jin itu namanya Abusarman Al Lukmanan. Jika sudah sanggup bertemu, berikan kain hitam berbunga melati ini padanya, katakan saya menitipkan kain melati ini untuknya dan salam dari saya di Palembang,” tambah Kanjeng Sulton lagi, kepadaku.

Tanggal 1 Maret 2017 pagi saya terbang ke Jakarta menuju bandara Halim Perdanakusuma. Siang harinya, sekitar jam 13.00 WIB, rombongan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di bandara. Tujuh pesawat akan mendarat dan Raja Salman akan berada di pesawat pribadinya yang disulap bagaikan rumah tinggàl, pesawat Boeing 777-400.

Ada tiga pesawat pribadi dari boeing, di antarany 737,747-400, namun Tuan Raja kali ini menggunakan jenis boeing 777- 400. Sebelumnya beberapa pesawat kargo kerajaan telah lebih dahulu tiba membawa 450 ton material kebutuhan raja. Di antaranya tangga pesawat berjalan, eskalator ke bandara Halim.

Bangsa jin sudah ada 345 dikala barang kebutuhan raja itu tiba ke bandara di Jakarta Timur itu. Namun mereka berdiam di pesawat kargo. Jin-jin Gunung Salak, Bogor, sudah mengintip dari kejauhan. Posisi 450 jin Gunung Salak itu di tempat selatan bandara. Yaitu pada posisi wilayah Kampung Rambutan. Di atas terminal dan di atas gedung-gedung pencakar langit timur bandara. Ada sebagian di Kampus Universitas Katolik tempat Cawang.

Bangsa jin di Gunung Salak, memang belum mengucapkan dua kalimah syahadat. Artinya mereka semua belum berpindah ke agama Islam. Mereka masih kafir dan tidak mengakui agama Islam sebagai agama dasar mereka. Namun yang sudah masuk Islam, turun gunung, berpencar di Láut Selatan, tempat Pelabuhan Ratu, Cikotok dan Bayah, Banten Selatan. Bahkan untuk jin berjenis kelamin wanita semuanya minta dinikahi Ustad Muhamad Salim dan tinggal di rumah Ustad Salim di Pasar Bengkok, Sudimarapinang, Pinang, Kota Tangerang. Saya telah menyaksikan sendiri ribuan istri gaib Ustad Muhamad Salim yang semuanya bagus di rumahnya. Bahkan sebagian ditempatkannya di pemakaman Regensy, Kayugede, Kota Tangerang Selatan.

Kisah Misteri Cerita Mistis Perang Alam Goib Jin Muslim Dengan Jin Kafir


Dari awal saya tiba ke bandara untuk menjemput bala tentara gaib Raja Salman, saya sudah menduga akan terjadi berselisihan faham antara jin dari Arab Saudi dengan jin Tanah Sunda yang belum Islam. Sebab bau-bau pasukan halus Arab Saudi mau datang, para jin gunung Salak sudah beraksi dengan turun gunung. Mereka terbang di atas Desa Purwasari terus ke Cigudhek, Rumpin, Parungpanjang dan terus ke Lebakbulus dan Kampung Rambutan. Kepada Kanjeng Sulton via telpon saya sampaikan akan friksi itu.

“Biarin saja, kau Ierai saja nanti kalau terjadi perkelahian. Jin-jin itu mencari perhatian sebagai tuan rumah. Kalau presiden kita sangat tenang dengan Raja Salman dari Arab, tapi jin-jin itu tidak demikian. Mereka merasa tidak dihormati sebagai tuan rumah dan marah, itu wajar. Biarin saja, tapi kau pegang dua raja jin, baik yang dari Arab maupun yang dari Gunung Salak, biar jangan berperang.

Selain kalau mereka perang akan terjadi petir besar dan berbahaya bagi istana Bogor,” kata Kanjeng Sulton, yang sudah tahu bahwa. Raja Salman kan kehujanan di istana Bogor dikala masuk ke rumah besar pernah menjadi kantor gubernur Belanda itu.

“Kalau pun terjadi perang dan ada petir tanpa henti ke istana, kau segera pindahkan petir itu ke selatan. Biar jatuh di bahari Samudera hindia,” perintah Kanjeng Sulton Mahmud Badarudin Hasan, kepadaku via telpon.

Langit cerah di bandara dikala Raja Salman turun tangga eskalator pesawat boing milik pribadinya. Saya mengecilkan tubuh ukuran debu dan masuk ke dalam pesawat itu. Luar biasa indah untuk ukuran manusia. Ada ruang tamu dengan sofa Italia mewah. Ada tv Iayar datar besar ukuran 86 inchi. Ada kulkas besar, kamar tidur empuk, dapur yang komplit dan kamar mandi yang indah. Pramugarinya juga semuanya tinggi dan cantik-cantik.

Bahkan lima di antara manusia, ada pramugari bangsa jin yang menggunakan baju warna biru dan berhijab.Jin muslimah yang juga mengurus pesawat dengan caranya. Cara gaib yang tidak dilakukan manusia. Misalnya, menjaga kamar mandi dikala Tuan Sri Paduka Yang Mulia Raja Sulman buang hajat. Sebab dikuatirkan akan ada jin ifrit yang menguasai kamar mandi dan mengganggu Sang Raja sedang buang hajat.

Begitu disambut Jokowi, para menteri dan gubernur DKI Ahok, perjalanan Raja Salman eksklusif diatur keluar bandara menuju jalan tol Jagorawi yang sudah distrerilkan dan dikawal ketat. Perjalanan dengan ratusan kendaraan beroda empat glamor berharga milyaran di tol itu deras melaju menuju istana Bogor via Baranang Siang. Saya mengecilkan diri ukuran pasir masuk ke kendaraan beroda empat Raja Salman, sedan tahan bom, api dan peluru.

Saya duduk di sebelah pengawal Raja Salman, Brigadir Jenderal AbIul Aziz Al Faghm. Pengawal pribadi Raja Salman yang berkepala botak ini sangat hebat berkelahi. Jagoan menembak, pahlawan melompat, hebat menyelam, hebat menerbangkan pesawat dan jin yang rnendampingi ialah jin super mario.Jin yang juga bisa menciptakan Brigjen Abdul Aziz terbangjika dalam keadaan terdesak.

Saya melihat langit gelap di atas istana. Gelap bukan alasannya ialah awan, tapi alasannya ialah ribuan jin Gunung salak berkumpul di atas Kebun Raya, sebelah atas istana presiden. Aku melihat jin dari jazirah Arab mengambil posisi di dalam istana. Mereka mengelilingi Raja Salman di ruang tamu utama dan kamar makan kepresidenan.

Raja Jin dari Arab Saudi, Tuan Abusarman Al lukmanan, keluar ruang tamu istana dan menuju halaman yang sedang hujan deras. Saya segera keluar menyusul Raja Jin bertubuh tinggi besar kulit putih ini untuk bernegosiasi. Saya meminta dia untuk menjaga kedamaian alam gaib istana Bogor. Semua itu saya katakan bahwa akan ada petir yang beruntun dan mengganggu jalannya jamuan makan antara dua kepala negara. Presiden Indonesia Joko Widodo dan Raja Salman bin AbdulazizAl Saud.

Alhamdulillah, Raja Jin Arab Saudi pengawal pribadi Baginda Raja ini berbaik hati. Dia menghindari perang dengan jin kafir yang sudah mengelilingi istana dan mengepung ribuan jin anak buah Abusarman Al Lukmanan.

“Perintahkan mereka pergi dari sini, kembali ke gunung, jangan menciptakan friksi dan pertempuran di sini. Jika mau tempur kita ke bahari selatan,” kata Abusarman Al Lukmanan, kepadaku.

Saya mengangguk kepada Abusarman Al Lukmanan dan beranjak menuju Kebun Raya sebelah timur istana untuk menemui Raja Jin Gunung Salak, Maok Malanggayang, dan meminta dengan baik-baik biar dia pergi dari wilayah Istana Kepresidenan Bogor. Raja Maok mengangguk dan menghormati seruan ini, kemudian dia pergi ke selatan. Dia katakan bahwa perang akan tetap dilakukan tapi di Samudera Hindia. Di bahari Pelabuhan Ratu, kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

“Kenapa mesti terjadi perang dan apa perang ini tidak bisa dibatalkan?,” kataku.

“Kami anggap jin jin Arab itu kurangajar, mereka tidak ijin mau masuk wilayah kami. Lagi pula, mereka kami tegur baik-baik malah ngajak perang,” kata Sang Raja Maok.

Setelah jin-jin Gunung Salak terbang ke Samudera Hindia, saya kembali mengecil dan masuk di ruang makan. Saya melihat Pak Jokowi berbincang dengan Raja Salman di meja makan dengan akrab. Melalui seorang penerjemah Arab-Indoensia, mereka bicara-bicara intim. Pak presiden Jokowi memainkan handphone nya dan menggunakan video android Vlog dan bicara.

Cerita Misteri Mencegah Perang Jin Di Alam Goib Antara Jin Muslim Pengawal Raja Salman Dengan Jin Non Muslim Gunung Salak


Raja Salman terus menyantap makanan dengan nikmat sementara Pak Jokowi bicara selfies via handphone nya. Tidak berapa usang Raja Salman juga memberi kesan dan pesan via androidnya Pak Jokowi. Dikatakan bahwa dia sangat bahagia tiba ke Indonesia dan berada di tengah rakyat Indoensia serta Yang Mulia Bapak Presiden Indonesia di sebelahnya.

Tuan Raja Salman bin Abdulaziz dan Pak Jokowi sama-sama punya moral dasar yang penuh kasih, penuh rasa sayang, suka menghormati sesama dan sederhana. Hanya alasannya ialah birokrasi kerajaan dan kepresidenan maka menciptakan mereka tidak begitu leluasa berada di tengah denyut jantung rakyat Indonesia pengagum Raja Salman dan Pak Jokowi.

Setelah program makan siang bersama antara Presiden Jokowi dan Raja Salman, saya segera keluar alasannya ialah ribuan bala tentara jin Arab Saudi terbang ke selatan. Mereka jadi bertempur di atas Samudera Hindia. Petir pun ratusan kali meledak di bahari selatan, 300 kilometer dari Pelabuhan Ratu.

Saya terbang ke selatan melihat perang itu. Pertempuran berjalan seimbang. Dua ratus tentara jin Gunung Salak mati dan seratus delapan puluh jin Arab Saudi yang mati di dasar bahari Samudera Hindia.


Setelah berguguran tewas, Raja jin kedua negara ini berdamai. Pikirku, tidak apalah, mereka bertempur. Perang gaib antara jin, namun Raja Arab dan presiden Indonesia berbaik-baik dan dekat bahkan keduanya saling mencintai.

Setelah mengawasi para jin Arab di DPR, Istiqlal dan Hotel Raffles Kuningan, Jakarta Selatan, saya ikut pula di pesawat menuju Brunai Darusssalam tanggal 4 Maret Setelah program makan siang di Bandar Sribegawan dengan Sultan Hossanal Bolkiah, rombongan Raja Salman terbang ke bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali. Beruntunglah, semua jin Brunai sangat baik alasannya ialah sama sama muslim dengan jin Arab, tidak bentrok dan mereka bersahabat. Makan bersama di meja makan Sultan Brunai, Hossanal Bolkiah.

Sesampainya di bandara Ngurah Rai, sambutan dari masyarakat Bali luar biasa kepada Raja Salman dan rombongan. Termasuk puluhan pangeran yang ganteng ganteng dan kaya raya.

Raja Salman eksklusif menuju hotel Nusa Dua dan tempat itu telah disterilkan kapolda dan jajarannya. Juga keamanan yang ketat oleh Pecalang, pasukan keamanan terlatih agama Hindu Dharma Bali. Raja Salman sangat menikmati Bali dan dia meminta hari liburnya di Bali ditambah beberapa hari.

Walau jin Arab Saudi muslim bertemu dengann jin-jin Bali yang belum islam, namun kedua bala tentara sangat akrab. Mereka bukan saja tidak berperang, tetapi malah berteman. Mereka berbaur di Uluwatu dikala Raja Salman ke situ. Juga berbaur di taman Garuda Wisnu Kencana dan Ubud.

Karena keadaan di Bali aman, saya diperintahkan oleh Kanjeng Sulton Mah mud Badarudin Hasan untuk kembali ke Kertapati, Palembang. Maka itu, saya meninggalkan Bali sebelum Raja Salman dan 1120 jin yang tersisa masih berada di Bali. Namun sehabis Raja Salman hingga di Arab Saudi nanti dan akan meneruskan kunjungan kenegaraannya di beberapa negara Asia lain, saya diutus oleh Kanjeng Sulton Mahmud Badarudin untuk turut serta dalam perjalanan itu. Saya akan berbaur dengan Raja Jin pengawal Raja Salman, ke mana pun mereka pergi.

Tugasku, ialah untuk melerai jangan hingga terjadi pertempuran gaib yang membahayakan insan kalau perang liar terjadi di bangsa jin. Kanjeng Sulton Mahmud Badarudin Hasan memperlihatkan saya Surat keputusan, SK, gaib, dengan tugasku melerai pertempuran jin Islam dan jin kafir di seluruh dunia. Surat keputusan kiprah penting ini ditarik bila dunia jin sudah berdamai. Apalagi sehabis jin-jin balatentara Raja Salman itu tidak haus perang lagi. Arkian, ternyata Kanjeng Sultan Mahmud Badarudin Hasan sebut, bahwa jin islamTimurTengah itu semuanya gemar perang. Bukan manusianya saja yang keras kepala, tapi bangsa jin timur tengah itu semuanya keras kepala dan doyan tempur. Duh gusti...(Kisah Alimudin Muhamad sumber :Misteri)
Baca Juga Cerita Misteri Kisah Mistis Jin Pengawal Raja Salman Bentrok Dengan DanyangIstana Bogor
Itulah cerita misteri perang jin pengawal Raja Salman dengan Jin Maok Gunung Salak

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor