Cerita Pendek Novel Cinta Romantis,Istriku Bidadari Pulau Kayangan

Cerpen Singkat Romantis Istriku Bidadari Dari Pulau Kahyangan

Cerita pendek kali ini akan menyebarkan kisah kisah horor konkret ,agak romantis yang menambah koleksi Kumpulan Cerpen di blog expobia.id ini.Langsung saja kita simak kisah misteri mistis kisah romantis bidadari Pulau Kayangan.

Cerpen Singkat Romantis Istriku Bidadari Dari Pulau Kahyangan Cerita Pendek Novel Cinta Romantis,Istriku Bidadari Pulau Kayangan

Cerpen Cinta Romantis Istriku Bidadari Dari Pulau Kayangan


CERPEN  .Kami temukan sebuah Pulau kosong yang muncul secara misterius di tengah Samudera Hindia.Pulau apa itu?entahlah,kami tidak tahu.Namun ketika kami menjelajah,ditengah pulau itu ada sebuah kerikil bergambar.Batu berukuran dengan dimensi sekitar 2 meter bertuliskan abjad abnormal ekspresionist,antahberantah dengan gambar perempuan jelita.
                                  
Kami tidak memahami goresan pena dan lukisan itu. Namun, pada dikala kami pegang bersama, empat orang, kerikil itu bergerak dan menguncang seisi pulau.Artinya, kerikil itu tak mau dipindahkan dan dijamah insan biasa.

Semua pohon berayun dan tanah merekah tiba-tiba. Kami terperanjat dan segera keluar meninggalkan pulau dan kembali ke perahu. Hasil tangkapan ikan di perahu, kami bawa merapat ke Pacitan dan pulang ke rumah. Hasil yang sangat minim alasannya yaitu gelombang maritim tidak erat dan ikan tidak begitu banyak. Apalagi gerimis terus membasuh laut, sehingga ikan banyak yang mengalir ke daerah yang jauh dan aman.

Peristiwa unik itu kami alami pada Malam Jumat Kliwon, 15 Juni 2012:Saat itu kami melaut di malam hari, nekad alasannya yaitu beberapa waktu kemudian kami kurang hasil tangkapan laut. Kami membutuhkan banyak tangkapan untuk memenuhi asap dapur. Juga membeli materi bakar yang dikala itu harganya melambung. Kami berlayar sekitar 65 mil maritim dari Pantai Watukarung dan Klayar ke selatan. Hampir di tengah Samudera Hindia. Tempat di mana ikan bergerombol dan banyak sekali. Alhamdulillah malam itu jalan kami menangkap banyak ikan dan suksés.

Pukul 23.00 WIB, tiba-tiba mata kami melihat sebuah pulau di selatan kami. Pulau kecil dengan pepohonan belukar serta flora payau di sekitarnya. Pulau apa itu? Tanyaku, kepada tiga sahabat yang lain. Semua menggeleng dan memberi mengambarkan bahwa tidak mengerti. Tapi, walau kami tidak tahu pulau apa itu, namun kami memutuskan sandar di pulau itu. Kami tautkan tali bahtera ke pohon angsana dan kami masuk dengan senter besar ke dalam pulau.

Di dalam hutan pulau misterius itu, kami memukan kerikil unik kemudian sehabis dipegang, pulau bergoyang dan terjadi gempa bumi seketika. Terjadi hiruk pikuk pepohonan yang bertabrakan dan buah-buah kepala yang tumbang. Kami berempat lari meninggalkan pulau dan kabur kembali ke pangkalan pantai Watukarung, Pacitan, Jawa limur.

Kami menceritakan keadaan ini pada warga kampung. Baik tetangga maupun pejabat kabupaten. Bahwa ada pulau misterius di selatan Pacitan. Pulau yang tiba-tiba muncul dan berisi kerikil bau tanah dengan goresan pena abjad abstarak ekspresionist. Semua orang tertarik dan ingin menyaksikan pulau itu.

Maka beberapa kapal diberangkatkan ke lokasi dengan hitungan kompas, yang ternyata pulau itu bahwasanya tidak pernah ada. Hingga beberapa kali ke sana, warga tak melihat pulau yang dimaksud.Jadi pulau itu sebenamya tidak nampak dan tak pernah ditemukan oleh siapapun, kecuali kami berempat.

Bidadari Pulau Kayangan Hadir Dalam Mimpiku


Pada suatu malam, Malam Selasa Pon, 7 Agustus 2012 saya sanggup impian. Seorang perempuan setengah baya berwajah manis jelita tiba kepadaku, meminta biar saya tiba sendirian ke pulau itu. Dia menamakan pulau misterius itu sebagai Pulau Kayangan. Tapi perempuan mengaku berjulukan Dewi Purwanti tersebut, meminta biar saya tiba sendirian.Tidak boleh berteman dan dihentikan ada orang lain yang menyaksikan.

“Aku akan memperlihatkan sesuatu yang sangat berharga untukmu, maka itu datanglah ke Pulau Kayangan, sendirian,” pintanya. Tapi ingat, jangan memberitahu siapapun. Termasuk istri dan anak-anakmu pun, dihentikan tau.

Lama juga saya termenung, berfikir dan meresapi harapan itu. Yang kusebut sebagai bisikan gaib. Selama ini, soal apapun, soal hasil tangkapan, hambatan di maritim dan penderitaan alasannya yaitu ombak besar, saya ceritakan kepada istri dan anak-anakku di meja makan. Tapi, kali ini, soal misteri ini, saya tak boleh memberitahukan mereka. Sementara mereka yaitu belahan jiwaku. Bagian dari hidupku yang harus tahu apapun pengalamanku di maritim dan apapun yang saya alami dalam kehidupan ini.

Penasaran. Ya, saya sangat ingin tau dan tertantang untuk kembali ke Pulau Kayangan ini.Tapi, saya harus sendirian dan melaksanakan perjalanan yang sangat rahasia,. Bahkan harus penjalanan tengah malam ke laut, berlayar ke arah selatan dari Kota Pacitan. Tengah malam, supaya jalanan ke maritim sepi dan kepergianku ke Samudera Hindia itu tidak diketahui oleh seorang pun.

Duh Gusti, pikirku, betapa beratnya tantangan ini Akankah saya melaksanakan hal ini dan akankah saya merahasiakan perjalanan penting dan beresiko tinggi ini kepada istri dan tiga anakku? Entahlah, saya belum sanggup memutuskan hal itu. Namun saya tertantang dan ingin tau ingin tahu, hadiah apa yang akan diberikan Dewi Purwanti kepadaku.

Setelah sekian usang saya benfikir dan menimbang-nimbáng, Hari Jumat Pahing, 31 Agustus 2012 saya berangkat. Pikirku, saya bersama Tuhanku, sehabis sekian usang saya benzikir, tahajut dan ngewirid untuk perjalanan mengerikan ini. Aku pamit kepada istri dan anak-anakku akan ke Surabaya. Alasanku mengunjungi Pakde Suharyadi di Ketintang, yang memanggilku untuk suatu pekerjaan menciptakan kapal. Memang saya hebat menciptakan kapal kayu dan Pakdeku punya panglong kayu di dekat Tanjung perak, pinggir maritim utara untuk dijadikan kapal kecil.

lstri dan anakku mengijinkan saya ke Surabaya. Tetapi saya telah menyiapkan bahtera motor pinjaman dari sahabat dan Trenggalek, timur Pacitan. Jika saya pinjam bahtera dari Pacitan, niscaya jadi masalah. Semua sahabat nelayanku dikenal oleh istri dan anak-anakku. Pastilah mereka akan tahu kalau saya berlayar ke Samudera Hindia alasannya yaitu kapal pinjaman sahabat sahabat itu. Tapi, dari Tnenggalek, kurasakan Iebih kondusif dan istri serta anakku takkan tahu hal ini.

Han Sabtu Pon, 1 September 2012 jam 23.45 tengah malam, saya sudah hingga ke Pulau Kayangan dari Pantai Tenggeleng, Trenggalek. Hujan deras di pulau tengah samudera ini. Kilat dan petir bersautan dan beberapa pohon roboh disambar petir. Duh Gusti, tiba tiba cuaca sangat cuek mengigit tulang. Udara bengerak berkisar antara 10 atau 11 derajat celsius. Dingin menyerupai di dalam kulkas. Tubuhku mengigil dan gigiku mengeretak.

“Tuhan, kenapa begini dingin?” bisikku.

Aku segera melempar tali bahtera motor dan mengikatkannya di kerikil besar pinggir pantai. Aku segera memasuki pulau dan berselimut di bawah pohon tembesu berumur sekitar 4000 tahun. Pikirku pohon besar ini tak gampang dirubuhkan angin. Aku butuh penghangat dari potion berikut selimut tebal yang selama ini tersimpan di sorokan laci bahtera motor.

Beberapa dikala kemudian sinar kilat menetap. Terang benderang di atas kepalaku. Di luar dugaan, dan sinar benderang itu turun bidadari manis berambut pirang, Kulitnya putih hidungnya mancung. Dan semua itu terperinci saya saksikan dan cahaya benderang dan kilat di separuh langit.

“Ya Allah, Ya Tuhaku, makhluk apakah itu. Benarkah ia bidadari Dewi Purwanti yang tiba dalam impianku. Dewi Purwanti yang meminta saya merahasiakan perjalanan malam ke Pulau Kayangan ini?” tanyaku, dalam batin.

Subhanallah. Aku menyerupai mimpi sehabis makhluk manis itu dekat denganku. Di bawah pohon tembesu bau tanah ia turun dan memperlihatkan dirinya yang sangat super jelita.

“AkulahDewi Purwanti yang tiba dalam impianmu di rumahmu.AKulah yang meminta engkau untuk merahasiakan kedatanganmu di Pulau Kayangan ini.

Akulah yang menjanjikan akan memperlihatkan hadiah sangat berharga kepadamu untuk kehidupanmu dan keluargamu biar lebih baik. Tapi syaratnya sederhana, setiap malam jumat kliwon setiap bulan, engkau tiba ke sini dan sangat rahasia.

lnilah hadiah untukmu yang saya janjikan.Ini emas sepuluh kilogram. Emas 24 karat dan engkau sanggup jual untuk kehidupanmu yang lebih baik. Setiap bulan saya akan memberikanmu emas seberat ini dan rahasiakan. Jika ada pun tahu, maka korelasi kita terputus dan selamanya kita tidak akan bertemu lagi,” imbuhnya, dengan matanya yang lingkaran dan tajam, tapi indah sekali. Matanya bagaikan mata Mumtaz yang anggun dan teduh.

Kita menikah malam ini juga dan kita sah sebagai suami istri. Engkau mau? Tidak keberatan menjadi suamiku? Tanyanya.

“Beristrikan bidadari super cantik, siapa yang menolak dan memperlihatkan emas yang banyak pula yang menjadi kekuasaannya di Pulau Kayangan,” bisikku, dalam hati.

Dewi Purwanti saya nikahi. Kami berdua berikrar untuk bersuami istri. Namun anehnya, hanya statusnya saja bersuami istri. Dewi Purwanti tidak punya nafsu syahwat sebagaimana manusia. Maklumlah ia dewi, bukan perempuan biasa.Akupun, dibuatnya kehilangan syahwat dan takada aksi’kami yang memperlihatkan kami sebagai suami istri menyerupai manusia.

Cerita pendek singkat romantis mistis misteri menikah dengan bidadari


Kami hanya berdua dengan memegang jemari dan mencium rambutnya yang amis bunga melati. lndah sekali. Dia merebahkan dirinyadi bahuku dan saya mengusap punggungnya yang mulus dan lembut. Hanya itu yang kami lakukan dan kami berpisah dikala sang fajar telah menampakkan diri kekuningan di sisi timur Pulau Kayangan.

“Bila matahari sudah terbit, saya harus raib alasannya yaitu tubuhku akan terbakar matahari, berbeda dengan insan biasa yang tahan hujan dan panas, saya tidak tahan panas. Aku hanya sanggup dengan udara cuek 10 hingga 15 clerajat menyerupai dikala ini,” tuturnya. Sinar matahari pun, merebak dari Hutan Alas Purwo di Banyuwangi, Jawa Timur dan Bali.

Dalam hitungan detik sehabis suasana langit mulai terang, Dewi Purwanti menghilang terbang ke angkasa. Dia melayang dengan kecepatan tinggi di atas Pulau Kayangan menuju atap bumi.

“Selamat tinggal suamiku, hingga bertemu Malam Jumat Kliwon nanti,” katanya.

Dengan tertatih ku mengeluarkan bahtera dari PuIau Kayangan. Dalam keadaan sadar, saya melihat Pulau Kayangan bergoyang dan risikonya besama semua pohon bau tanah dan kerikil bertuliskan abjad Antah berantah dan gambar Wajah Bidadari, masuk ke perut Samudera Hindia dan lenyap ke dasar laut.

“Oh Tuhan, Pulau Kayangan itu bukan pulau biasa. Bukan pulau fisik dan zohir sebagai pulau lain yang ada di tengah Samudera, menyerupai Pulau Chrismast Island di Australia dan Pulau Coco di selatan Chrismast Islam yang pernah kami dekati.

Arkian, ternyata pulau ini pulau mistik. Pulau yang ada namun tiada. Pulau yang tiada namun ada. Hanya kami berempat dan kini hanya saya yang sanggup melihat pulau itu. Bahkan memasukinya atas kehendak pemilik pulau itu yaitu Dewi Purwanti. Dewi kayangan yang menghuni langit di atas Pulau Misteri itu.

Emas pemberian Dewi Purwani saya bawa pulang,Aku melaksanakan perjalanan panjang di maritim hingga tengah malam saya gres tiba di ternggalek dan mengembalikan perahu. Namun emas itu saya simpan dulu di sebuah daerah yang sangat kondusif dan diam-diam di Pantai Telengria. Emas itu akul jual -di surabaya dan berhasil mendapatka uang Rp 3 milyar. Uang itu pribadi saya masukkan deposito Bank Beranti Jaya dan sebagian lagi saya berikan kepada istriku di kampung Dengkeau, pinggir Pacitan.

Karena dukungan Allah, kasih sayang Yang Mahakuasa alasannya yaitu zikir, wirid dan tawakkalku berserah diri kepada-Nya, maka saya menjadi berlimpah uang. Tapi hal itu sangat diam-diam dan kujaga baik biar saya kelihatan tetap menjadi nelayan yang miskin dan menderita. Namun sebagai uangku saya sumbangkan kepada mesjid, anak yatim dan orang miskin sedarah Trenggalek dan Pacitan serta Tulung Agung di Jawa limur.

Setelah tiga malam iumat Kliwon selama tiga bulan, istriku yang curiga membuntuti saya dan kedok pernikahanku dengan bidadari terbuka. Semua kenyataan indah itu Iuluh lantak dan hancur total. Dewi Purwanti tidak mau menemuiku lagi dan Pulau Kayangan itupun, tak pernah lagi keluar ke permukaan maritim hingga sekarang

Pada tahun 2017 awal, kehidupan hancur total. Emas telah habis, dan yang gres tak kudapatkan lagi serta uang depositoku di Bank, sudah habis terkuras untuk membeli tanah, kendaraan truk sepuluh unit di Surabaya.

Saat hancur begini,Kini saya selalu tetap tiba ke lokasi selatan Pacitan, 60-an mil dari Pulau Jawa di samudera Hindia, sambil berharap pulau itu akan muncul lagi. Dan saya bukan hanya sanggup menginjak lagi Pulau Kayangan itu, tapi saya sanggup menemuka kembali istriku yang gaib yang super jelita. Bukan hanya butuh emas pemberiannya, tetapi juga, jujur, saya sangat merindukannya.

Karena saya sangat cinta kepada dirinya, sama sebagaimana saya mengasihi Suryati, istri yang telah memberiku tiga anak. Suryati mendukung saya tetap beristri gaib bidadari Dewi Purwanti. Namun semuanya sudah terlambat alasannya yaitu Dewi Purwanti pergi jauh dan takkan kembali lagi. Dia murka alasannya yaitu terbongkar diam-diam ini oleh Suryati istriku yang pertama.

Aku tidak murka kepada Suryati alasannya yaitu kuanggap Yang Mahakuasa hanya memperlihatkan kebahagiaan sesaat itu, hanya tiga bulan, kemudian takkan kutemui lagi mungkin hingga saya mati. (Kisah konkret Suko Waluyo.Sumber :Misteri).Jangan lewatkan kisah pendek bernuansa mistis misteri baca juga :Cerita horor konkret tinggal di kampung kuntilanak
Itulah kisah pendek singkat cinta romantis misteri bidadari di pulau kayangan
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor