Gunung Puntang Dongeng Misteri Mistis Kelahiran Prabu Siliwangi

Misteri Mistis Mitos Cerita Legenda Gunung Puntang Sebagai Tempat Kelahiran Prabu Siliwangi

Banyak cerita kisah mistis misteri atau cerita gaib yang bekerjasama dekat dengan Prabu Siliwangi dengan kawasan wisata alam di bandung ini.Bahkan konon katanya pusaka prabu siliwangi juga tersimpan di gunung puntang ini.Baiklah kali ini akan menguak mitos mistis sejarah Prabu Siliwangi yang bekerjasama dekat dengan gunung puntang.
 Misteri Mistis Mitos Cerita Legenda Gunung Puntang Sebagai Tempat Kelahiran Prabu Siliwan Gunung Puntang Cerita Misteri Mistis Kelahiran Prabu Siliwangi

Bagi warga Bandung nama GunungPuntang dikenal sebagai tempat daerah wisata alam di bandung yang menarik pemandangan alam yang indah.Objek wisata di bandung inipun merupakan tempat yang mempunyai nilai sejarah selain sebagai wisata alam bandung.

Untuk menuju Gunung Puntang, yang jaraknya sekitar 30 Kilometer dari sentra Kota Bandung, antara lain bisa ditempuh dengan menaiki kendaraan umum yang menuju ke arah Pangalengan, Bandung Selatan. Atau bagi mereka yang gemar bersepeda, daerah ini bisa ditempuh. Karena medan jalanannya tidak terlalu berat, suasana pemandangan alam sekitar yang dilewati sangatlah menyenangkan sekali.

Dikatakan sebagai daerah yang bersejarah, lantaran pada zaman penjahan dahulu, oleh Kolonial Belanda daerah Gunung Puntang ini dijadikan sebagai tempat pendirian gedung stasiun pengendali aliran listrik, dan juga stasiun pemancar gelombang radio. Di sana dibangun sejumlah gedung yang berfungsi sebagai tempat pengendali dan pengoperasiannya. Dibangun sekitaran tahun 1918.

Karena jumlah gedung atau bangunan bekas pengendalian stasiun itu ada sepuluh, maka oleh warga sekitar namanya pun dikenal dengan sebutan “Gedung Sepuluh”. Sementara bentangan kawat berukuran besar yang dipasang diantara dua buah tebing, dan sisa-sisanya kini masih ada itu, oleh mereka dikenalinya dengan sebutan“Antena atau Parabola Raksasa”. Dahulunya ‘bentangan kawat yang dibentuk ibarat sebuah jaring besar itu, memang berfungsi sebagai antena untuk penerimaan dan sekaligus pengiriman gelombang radio tersebut.

Pada Perang Dunia tahun 1942, Belanda sempat dikalahkan Jepang, maka selama 3 setengah tahun kemudian, daerah itu beralih tangan. Dalam kurun waktu itu, selain memanfaatkan seluruh fungsinya, Jepang selanjutnya menciptakan sebuah goa khusus sebagai aksesori pertahanannya. Goa itu dibangun dengan mengerahkan tenaga pekerja dan penduduk setempat dengan cara kerja paksa.

Hingga pada tahun 1945, Jepang dikalahkan oleh Pasukan Sekutu. Karena tidak ingin daerah itu dikuasai kembali oleh Belanda yang hendak kembali tiba untuk menjajah, maka pada sekitar tahun 1947, seluruh bangunan dan sarana yang ada dihancurkan.

Sejak itulah puing-puing sisa bangunan dan sarana yang ada dibiarkan berserakan. Hingga kemudian menjadi cuilan menarik yang bisa disaksikan pengunjung manakala berkenan tiba ke daerah wisata yang mempunyai luas 60 hektaran itu. Sementara dalam kaitannya dengan cerita mistik, daerah Wisata Gunung Puntang yang berada di witayah Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat itu pun, semenjak usang memang dikenal pula sebagai daerah gaib yang mempunyai kisah dan nilai”nilai kekeramatan. Karena di sana ada sejumlah tempat yang kisah keberadaannya dipercaya merniliki keterkaitan dengan kisah kelahiran tokoh leluhur Prabu Siliwangi. Bahkan, nama Cimaung sendiri yang digunakan untuk perkampungannya itu, konon dipilih lantaran dahulunya di sana sering terdengar bunyi gaib auman harimau yang diyakini berasal dari sang leluhur Prabu Siliwangi itu.

Sebagaimana dijelaskan seorang juru kunci yang berjulukan Abah king (67 tahun), bahwa salah satu alasannya yaitu Gunung Puntang dikenal sebagai daerah mistik wingit, yaitu lantaran di sana ada jejak kisah ataupun tempat-tempat yang kisahnya berkait dekat dengan legenda dilahirkannya tokoh leluhur Prabu Siliwangi. Salah satu buktinya, di sana ada sebuah-kawasan air tejun keramat yang diberi nama Curug Siliwangi.

“Lokasi gerojokan itu berada di atas puncak gunung. Jaraknya sekitar 3 kilo meter dari sini. Atau harus ditempuh dengan jalan kaki selama sekira 2 jam. Karena kekeramatannya itu, selalu saja ada orang yang tiba menziarahinya,” ungkapnya serius, ketika ditemui di rumahnya yang ada di areal daerah wisata alam bandung tersebut.

Cerita Misteri Mitos Legenda Rakyat Hubungan Tentang Gunung Puntang dengan Prabu Siliwangi


Seperti dijelaskan lebih lanjut, bahwa alasannya yaitu musabab diberikannya nama Gunung Puntang itu, yaitu lantaran dahulunya daerah itu dikenali sebagai tempat dilahirkannya tokoh leluhur Prabu Siliwangi. Sebagaimana tutur kisah yang telah melegenda, bahwa pada ketika hendak melahirkan putranya itu, ibunda Prabu Siliwangi sempat berpegangan pada cuilan gunung tersebut. Dmana kalau diartikan secara bebas, kata “punt├áng” itu mempunyai makna memegang.

Dikatakan sebagai gunung untuk tempat memegang, lantaran sempurna di cuilan atas dan Gunung Puntang itu ada sebuah gunung Iainnya yang berjulukan Gunung Malabar. Dan kisah yang didapat, maksud dan makna kata Malabar itu yaitu tempat melahirkan. Yakni, diambil dari asal katanya babar, yang dalam bahasa Sunda maknanya melahirkan.

Selain itu, di sekitaran Gunung Puntang itu masih ada pula dua gunung lainnya yang mempunyai keterkaitan cerita, yaitu. Gunung Reregan dan Gunung Haruman. Gunung Reregan itu artinya yaitu gunung penghalang. Sedangkan Gunung Haruman yaitu cikal bakal dari donasi nama Prabu Siliwangi itu sendiri.

Khusus mengenai daerah Gunung Haruman yang lokasinya berada di samping kanan Gunung Puntang, hingga kini masih menyisakan sebuah misteri. Karena dari cuilan puncak gunung tersebut, sering tercium aroma amis bunga atau sesuatu yang sangat harum (wangi) sekali. Padahal di sana, tidak pernah, ditemukan asal sumbernya sama sekali.

Selain adanya sejumlah gunung yang kisah penamaannya sangat berkait dekat dengan kisah kelahiran Prabu Siliwangi, di daerah itu masih ada pula sejumlah tempat yang kisahnya masih berkaitan. Seperti ada daerah yang diberi nama Geger Hanjuang. Yakni merupakan tempat yang keadaannya sangat sepi sekali, lantaran berada di antara lembah.

Cerita Legenda Rakyat Prabu Siliwangi Di Gunung Puntang


Menurut ceritanya, konon tempat tersebut dahulunya sering dipergunakan Prabu Siliwangi untuk duduk menyepi dan beristirahat sembari melepaskan segala lamunannya. Juga ada pula sebuah daerah yang berjulukan Batu Pedang. Dimana di sana ada sebuah watu besar yang di atasnya terdapat ukiran gambar yang berbentuk sebuak pedang. Batu tersebut berada di cuilan timur daerah hutan Gunung Puntang serta sangat dikeramatkan. Konon, dibalik watu tersebut terdapat pendaman benda pusaka Prabu Siliwangi yang berbentuk sebuah pedang.

“Namun sayang, keberadaan benda pusaka tersebut kini sudah tidak ada lagi. Sebab, sekitar lima tahun kemudian ada seorang peziarah asal Banten yang berhasil mendapatkannya,” tegas Abah Iking lagi.

Sementara itu pula, mengenai asal muasal keberadaan Curug Siliwangi yang ada di cuilan puncak Gunung Puntang itu sendiri, sebagaimana penjelasan-penjelasan gaib yang terhimpun, bahwa setidaknya ada dua versi kisah yang berbeda.Yakni, ada yang memberikan bahwa konon gerojokan itu dahulunya bisa terbentuk, lantaran pada ketika kecil Prabu Siliwangi itu sempat buang air kecil di sana. Sehingga balasannya membentuk sebuah sungai atau mata air, yang kemudian menjelma sebuah curug tersebut.

Kisah dan versi lainnya menyebutkan, bahwa konon gerojokan itu bisa terbentuk, lantaran pada suatu saat, ketika Prabu Siliwangi telah dikenal sebagai seorang raja masyhur yang bertahta di Kerajaan Pajajaran, lantaran merasa tidak mau untuk diajak berpindah agama oleh puteranya sendiri yang berjulukan Kian Santang, maka ia pun kemudian mencoba untuk berlari menghindar.

Konon, Prabu Siliwangi terus dipaksa dan dikejar-kejar, mulai daerah Cirebon hingga terus mengarah ke barat. Karena merasa lelah, sempurna di daerah puncak Gunung Puntang itu, Iangkahnya balasannya terhenti untuk beristirahat. Dan tempatnya berhenti untuk sekadar mencari air minum dan beristirahat itulah, pada balasannya terbentuk sebuah mata air yang selanjutnya menjelma gerojokan dan aliran sungai yang deras. Sehingga kemudian gerojokan itu dikenal dengan nama Curug Siliwangi, serta aliran sungai yang mengalir membelah daerah hutan Gunung Puntang itu dikenal dengan sebutan Sungai Cigeureuh yang bermakna tempat “reureuh” (Sunda:beristirahat).

Lepas dari benar atau tidaknya kedua versi kisah yang telah usang melegenda itu, yang terperinci pada kenyataannya sekarang, daerah Curug Siliwangi itu diyakini sebagai daerah yang mempunyai kekeramatan. Sehingga pada waktu-waktu tertentu, kerap banyak orang tiba menziarahinya. Seperti yang diakui oleh juru kuncinya itu, bahwa konon selain ada orang-orang yang hanya melaksanakan ritual-ritual berziarah untuk waktu yang sesaat saja, yakni hanya sekadar mandi atau mengambil airnya, juga tidak jarang pula ada orang-orang yang nekad bermalam, hingga permaksudannya itu tercapai.

Sebagaimana dijelaskan Abah Iking, bahwa bagi peziarah yang “nekad” melaksanakan ritual bermalam itu, selain akan ditemui sosok leluhur Prabu Siliwangi yang berwujud seekor harimau besar yang bisa berbicara, juga terkadang ditemui sepasang kakek dan nenek yang tidak lain merupakan penampakan dari kedua orangtua Prabu Siliwangi. Biasanya, mereka itu akan memperlihatkan semacam perintah atau pesan yang tersirat khusus untuk diamalkan.

Cerita Mitos Mistis Misteri Curug Siliwangi Gunung Puntang Dan Pantangannya


Mitos misteri mistis bagi yang mendatangi daerah Curug Siliwangi itu dengan maksud hanya sekadar ingin mandi dan bermain-main saja, bahwa ada sebuah pantangan dilakukan di sana ,yakni, jangan berani mandi dengan cara membelakangi curug atau arus sungainya.

“Sebab, kalau hal itu berani dilakukan, maka dari arah punggung akan terasa mirip ada sesuatu yang mendorong-dorong. Serta tampaknya pun arus sungai itu terasa semakin deras saja. Hingga, kalau tidak ada keseimbangan, maka ada kemungkinan kita pun akan terbawa hanyut. Hal itu akan terasa bedanya, manakala kita mandi dengan cara menghadap ke arah arusnya. Air sungai yang deras dan masbodoh itu terasa begitu hening serta semakin sejuk saja!” tutur Handi (40 tahun), meriy&mpaikan pendapat dan sekaligus pengalamannya.

Selain itu, cenita ketaknormalan lainnya sempat di dapatkan ketika satu bulan kemudian bertandang ke lokasi. Dimana selain ada tempat yang dianggap keramat itu, ternyata ada pula sejumlah tempat atau kisah yang bernuansakan gaib dan keangkeran Iainnya. Seperti disampaikan oleh Nana (60 tahun), seorang penduduk di sana, bahwa sempurna di sekitar gerbang pintu masuk daerah yang selalu dipadati pengunjungnya manakala musim-musim liburan panjang sekolah, sebenarnya ada sekelompok jin penjaga berkeliaran. jin-jin tersebut kerap terlihat berbaur diantara para calon pengunjung yang gres datang. Bila ada yang pikirannya kosong, maka jin-jin yang jahil itu bisa merangsek masuk, sehingga terjadilah kesurupan.

“Jumlah jin tersebut sekitar dua belas. Namun mereka tidak bisa berleluasa masuk ke dalam daerah hutan wisata Gunung Puntang lantaran sempurna di garis pintu masuk itu terdapat sekelompok makhluk-makhluk berkekuatan halus lainnya yang menghalangi,” tukas pria yang mengaku mempunyai kemampun meneropong kehidupan dunia lain.Tepat di jalur jalanan setapak yang menuju ke arah lokasi daerah hutan daerah wisata alam di bandung itu, terdapat sebuah pohon beringin besar yang juga dikenal menakutkan sekaligus dikeramatkan.
Itulah Menguak mistis misteri Gunung Puntang sebagai tempat kelahiran Prabu Siliwangi
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor