Kata Puisi Perpisahan Cinta “Bunga Cerita Cintamu”

Kata puisi perpisahan cinta mengenai pengalaman perpisahan pecintaan yang dialami seseorang hingga berkali lipat tidak hanya menarget dunia pacaran, tetapi pernikahan. Walaupun saya tidak oke dunia pacaran yang kini diklaim sudah mendapat gelar ‘suci’: ada cinta sejati di dalam pecaran salah satunya, cinta tulus, berantem atas nama cinta, wakakak. Aku membahas perpisahan cinta menurut realita sosial yang telah terjadi di tengah masyarakat bahkan di dalam kehidupanku sendiri. Ya, saya tidak pernah pacaran namun pernah mengalami pecintaan.


Bagaimana puisi perpisahan cinta? Aku menghadirkan puisi yang dibentuk sudah usang sekali yakni sekitar tahun 2013. Sekarang, saya ingin mempublish puisi cinta lamaku di blog ini. Puisi yang akan dihadirkan masih dianggap sederhana mengingat pembuatnya bukan penyair profesional. Kebetulan, saya diberi fasilitas menciptakan puisi salah satunya puisi perpisahan cinta dengan judul “Bunga Kisah Cintamu”.




Bunga Kisah Cintamu

Bunga di depan rumahmu.
Melihat pelangi mengekor ke langit.
Melihat mentari sinar terik.
Memetik selarik kisahku bersama tuan rumah.
Kisahmu .... kisah cintamu.

Segumpal kisah pernah kamu curah.
Lewatkan begitu saja kisah yang tak kamu inginkan.

Hadir kisahku membalut luka.
Kisah itu setia hingga dalam rasa.
Kisah cintamu dan kisah cintaku bersatu.
Sampai alhasil semua berjalan bahagia.

Sampai alhasil pula berujung segitiga!
Kau derita asmara... derita tak kuasa.
Kisah cintamu itu rela mati dalam suri!

Kisah gres kamu lemas pasrah.
Sudahlah, kamu pun lewatkan begitu saja.

Kisah dahulu tetap setia
Temani kisah cintamu yang masih tertutup kabut.
Rapat menutup, kisahku tetap menyambut.

Hadirkan lagi kesatuan dihadapanmu.
Kisahku memeriksa, membalut luka cintamu.
Mengendapkan memori duka-lara dalam cintamu.
Membangkitkan cintamu yang pernah berkisah bersamaku.

Bunga di depan rumahmu
kini telah terjatuh di tanah halaman rumahmu.
Tak kuasa haru menghayati kisah ini.


Penjelasan Kata Puisi Perpisahan Cinta “Bunga Kisah Cintamu”

Bunga di depan rumahmu.
Melihat pelangi mengekor ke langit
Melihat mentari sinar terik
Memetik selarik kisahku bersama tuan rumah.
Kisahmu .... kisah cintamu.
Bunga ialah saksi hidup sang tuan rumah atas percintaan seseorang yang kini mengalami kisah perpisahan cinta. Bung pun sebagai simbol atas orang yang sudah tidak diperhatikan sang tuan rumah. Bunga hanya mengamati dari balik pintu rumah. Ia mengamati dunia percintaan dan perpisahaan. Seseorang hadir dengan menghadirkan puisi perpisahan, tengah mengeluh akan nasibnya yang menyerupai bunga, tak diperhatikan sang tuan rumah. Bunga-bunga sang pecinta cinta yang hadir tidak hingga diberi perhatian sang tuan rumah dengan dialog manja dan canda menyerupai biasanya yang terdahulu.

Bunga melihat pelangi yang mengekor ke langit. Artinya, memandang ke angkasa ada garis pelangi yang seolah mengelilingi langit. Pelangi yang dilihat bunga menunjukan kepingan dari warna-warni cinta dan perpisahan sang penghuni, tuan rumah. Warna pelangi diingingi nuansa sedikit mendung di tengah terik matahari. Artinya, insiden berlangsung di siang hari sesudah hujan rintik. Kesimpilannya, hati sang tuan rumah sedang mengalami kesedihan ketika sang bunga mencurahkan perhatian atas perpisahan cinta yang dulu antara beberapa seseorang pecinta dan sang tuan rumah.

Kalimat-kalimat puisi perpisahan cinta di atas sebagai kalimat pembuka.
Segumpal kisah pernah kamu curah.
Lewatkan begitu saja kisah yang tak kamu inginkan.
Kembali pada dongeng seseorang pecinta sang tuan rumah. Seseorang itu berjulukan “Aku”dan seorang tuan rumah itu berjulukan “Dia”. Anggap saja, mereka berdua berjulukan “Aku” dan “Dia” sehingga mudahkan untuk penulisan. Dahulu, Dia pernah mencurahkan pengalaman pahit seoang perpisahan cinta. Hal yang bisa diterima jikalau perpisahan cinta lantaran ikatan pacaran. Tetapi, Dia sudah sempat menjalin pertunangan, perjodohan. Tanpa alasan, calon kekasih resmi Dia tetapkan begitu saja tanpa sebab. Kisah niscaya berlalu walaupun tetap kisah yang tidak diinginkan Dia.
Hadir kisahku membalut luka.
Kisah itu setia hingga dalam rasa.
Kisah cintamu dan kisah cintaku bersatu.
Sampai alhasil semua berjalan bahagia.
Kehadiran Aku pada awalnya menjadi senang sesudah Dia mengalamai penderitaan perpisahan cinta. Dia telah ditinggal pergi oleh tunangan dan ada permasalahan pecintaan ketika kehadiran si Aku. Aku menjadi penengah antara pertikaian Dia dan pasangannya yang bermasalah. Hasil akhir, Dia dan pasangan tetapkan untuk melakuakan perpisahan cinta. Lalu si Aku memperlihatkan suguhan hati kebaikan untuk mengobati, membalut luka si Dia. Pada awalnya berjalan bahagia.
Sampai alhasil pula berujung segitiga!
Kau derita asmara... derita tak kuasa.
Kisah cintamu itu rela mati dalam suri!
Lihat klarifikasi bait puisi perpisahan cinta di atas, bagaimana si Aku mengalami nasib yang sama menyerupai orang terdahulu bersama si Dia. Namun, Aku dan Dia mengalami permasalahan hubungan lantaran ada pihak ketiga yang berniat merebut si Dia. Bagaimana nasib si Aku? Aku mengalami kebingungan plus takut di dikala Dia mengalami ketakutan akhir perpisahan cinta. Si Aku belum bisa serius secara finansial untuk kebutuhan dalam berkeluarga yang merupakan kesalahan fatal berafiliasi cinta dengan si Dia. Si Dia yang merasa khawatir, takut, sedih, tidak mendapat jaminan dari si Aku. Kesedihan menyelimuti kedua hati mereka berdua. Tidak ada harapan, seakan mati suri.
Kisah gres kamu lemas pasrah.
Sudahlah, kamu pun lewatkan begitu saja.

Kisah dahulu tetap setia
Temani kisah cintamu yang masih tertutup kabut.
Rapat menutup, kisahku tetap menyambut.

Hadirkan lagi kesatuan dihadapanmu.
Kisahku memeriksa, membalut luka cintamu.
Mengendapkan memori duka-lara dalam cintamu.
Membangkitkan cintamu yang pernah berkisah bersamaku.

Bunga di depan rumahmu
kini telah terjatuh di tanah halaman rumahmu.
Tak kuasa haru menghayati kisah ini.
Bagaimana maksud bait puisi cinta ini? Setelah perpisahan cinta, ada banyak kisah gres yang bertemakan perpisahan cinta. Dia mengalami perpisahan cinta hingga tiga kali sesudah berpisah dengan Aku. Bagaimana tidak lemas hatinya? Sedih memang hal yang sudah pasti. Namun, kehidupan yang terkesan tidak bertenaga, lemas, melengkapi kesedihannya. Bagaimana cita-cita cintanya? Yang jelas, Si Aku tetap setia menemani rasa sakit hatinya.

Yang jelas, antara Aku dan Dia menyatu kembali walaupun tidak lama. Karena bagi si Dia, mantan akan selamanya mantan.

Bunga pun tidak kuasa melihat kisah antara Dia dan Aku. Ia lunglai, pusing dan terjatuh di halaman rumah sang tuan rumah.

Demikianlah puisi perpisahan cinta dan klarifikasi sekedarnya saja. Bila tidak menyukai klarifikasi di atas, buat saja klarifikasi sendiri. Puisi itu dimaknai sesuai penulis resensinya bukan si pembuat puisinya.

Tips Puisi Cinta Untuk Kekasih
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor