Menguak Dongeng Misteri Penampakan Hantu Pasar Setan Keramat Di Makam Ranjang Gumantung

Cerita Misteri Penampakan Hantu Pasar Malam Setan Lelembut Siluman Di Tempat Keramat Makam Ranjang Gumantung

Menguak Misteri Penampakan Suara Mistis Keramat.Sepintas Makam Ranjang Gumantung, hanya berujud makam pada umumnya,namun tidak ada yang istimewa, namun bagi pelaku ritual di makam-makam keramat, area kuburan itu kolam pasar malamnya aneka macam jenis lelembut Tempat berkumpulnya jin, setan, gandoruwo, kuntilanak, wewe hingga tuyul pada malam-malam tertentu Bahkan makam ini sering menyesatkan orang yang berfikiran kalut. Bagaimana kisah mistis yang menyeramkan itu?
 Cerita Misteri Penampakan Hantu Pasar Malam Setan Lelembut Siluman Di Tempat Keramat Maka Menguak Cerita Misteri Penampakan Hantu Pasar Setan Keramat Di Makam Ranjang Gumantung

Misteri Memang, berdasarkan rangkaian katanya ranjang gumantung itu berarti tempat tidur yang berayun, tetapi yang dimaksud dari nama Makam Ranjang Gumantung disini yaitu tempat tidur panjang (kematian) yang lokasinya berada di atas gundukan tanah (semacam bukit) yang di bawahnya mengalir sungai keramat. Sehingga jikalau dipandang dari kejauhan kolam sebongkah tanah yang menggantung di atas sungai. Keberadaan Makam Ranjang Gumantung ini di wilayah Kalurahan Jayantakan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah yang jauh dengan pemukiman penduduk.

Kondisi Mistis makam keramat itu nampak mirip tak terurus, di sana hanya terdiri dan belasan nisan saja yang kanan kirinya tumbuh pepohonan liar, pohon kamboja, preh, beringin, gayam dan pepohonan besar lainnya yang tak mungkin disebutkan satu persatu di sini. Sementara di bawah pepohonan besar tersebut, juga tumbuh aneka macam jenis rerumputan, mirip rumput gajah, ilalang, rumput teki, krokot yang menjuntai merata hampir di setiap sudut gundukan tanah kuburan itu. Area makam itu juga tanpa juru kunci, sehingga tak mengherankan jikalau komplek makam ini terkesan angker dan menyeramkan.

Dengan begitu orang pun harus berfikir seribu kali untuk memasuki makam tersebut, karuan saja kalau hanya orang-orang tertentu saja berani menjejakkan kakinya memasuki area makam itu. Ungkapan ini tidak berlebihan, apalagi komplek Makam Ranjang Gumantung ini sering menyesatkan orang. Contohnya, mirip yang dituturkan Hernadi, warga setempat yang sering memergoki dan menolong orang yang tersesat di dalam Makam Ranjang Gumantung ini. Dikisahkan, pada suatu malam tertentu, beliau beberapa kali harus membantu kepada orang yang minta tolong.

Biasanya Cerita misteri perihal orang yang tesesat di sini, katanya, terjadi pada tengah malam atau menjelang fajar menyingsing. Menurut legalisasi orang yang terjerumus di tengah keramat  Makam Ranjang Gumantung itu, ungkap Hernadi, paling sering diawali lantaran mereka mendengarkan alunan bunyi musik dari kejauhan. Namun ketika bunyi alunan musik yang terdengar riuh, layaknya alunan musik di tengah keramaian pesta perhelatan, sehingga seolah bisa membius orang yang mendengarnya menjadi ingin tau dan tertarik untuk melihat dan mendekatnya.

Cerita Misteri Mistis Penampakan Suara Lelembut Yang Menyesatkan Di Pasar Setan

Namun semakin alunan musik itu diperhatikan dan diikuti keberadaannya, seolah mirip berpindah-pindah, kendati suaranya semakin jelas. Tentu saja situasi ini menciptakan orang semakin penasaran, sehingga nafsu untuk menyaksikan sebuah pertunjukan musik tersebut semakin besar. Tetapi ketika alunan musik yang semula terdengar di arah selatan dan mencoba untuk dihampiri, di tengah perjalanan mirip berpindah di arah barat, kemudian berpindah ke arah utara dan seterusnya. “Jadi keramaian yang didengar sudah berpindah ke arah lain dan ketika orang tadi berbalik meuju ke arah sumber suara, alunan musik itu sudah berpindah ke arah semula,” dongeng Hernadi lagi.
 Cerita Misteri Penampakan Hantu Pasar Malam Setan Lelembut Siluman Di Tempat Keramat Maka Menguak Cerita Misteri Penampakan Hantu Pasar Setan Keramat Di Makam Ranjang Gumantung

Orang yang merasa ingin tau ini gres akan sadar sesudah beliau berada di tengah area Makam Ranjang Gumantung dengan keadaaan sendirian dan kondisi sepi. Karuan saja orang ini menjadi ketakutan, bulu kuduknya bergidik, selanjutnya berteriak-teriak minta tolong. Kejadian mirip itu, lanjut Hernadi, tidak hanya sekali dua kali saja, tetapi mungkin sudah belasan kali, bahkan Hernadi sendiri juga pernah mengalaminya sendiri. “Ketika itu, saya sedang jagongan (nonkrong bertamu) di rumah sahabat di Kampung Punggawan, alhasil saya juga terkungkung di tengah makam itu,” ujarnya

Dan kejadian cerita mistis misteri seram yang menyesatkan itu terjadi berulangkali, maka warga Kampung Jayatakan itu sudah tidak akan terpengaruhi lagi dengan watak lelembut penghuni Makam Ranjang Gumatung yang terletak di sudut kampungnya tersebut, meski sesekali warga juga masih mendengar alunan musik berirama dangdut atau campursari yang berasal dari makam ini, pada malam-malam tertentu sekitar pukul 21.00 WIB hingga tengah malam.Tetapi bagi warga kampung lain lagi-lagi sering terpengaruhi dan tersesat di area angker komplek makam ini.

Makam Ranjang Gumantung merupakan mati, artinya, tidak dipakai lagi untuk jenazah baru, ketika ada salah satu yang meninggal dunia di kampung tersebut.Malah Makam Ranjang Gumantung ini juga masih menjadi misteri yang belum terungkap hingga kini ini, kapan makam ini mulai berdiri, siapa saja jasad yang dimakamkan di sana, juga tidak ada klarifikasi yang pasti. Ibarat hutan komplek Makam Ranjang Gumantung masih sangat perawan dan sungguh menantang. Dari sanalah,banyak spiritual tertarik untuk menyingkap tabir di balik makam tersebut.

Akhirnya Marijan mencoba melaksanakan petualangan supranatural bersama dengan Maseko Putih, salah satu spiritual kondang yang tinggal di Pondongan, Banaran, Surakarta. Awalnya, ketika Marijan bersama Maseko berjalan menuju Komplek Makam Ranjang Gumantung itu, sepanjang perjalanan Maseko selalu bungkam seribu bahasa menanggapi pertanyaan yang diajukan Marijan senja itu. “Saya gres akan menjawab pertanyaan yang anda lontarkan, sesudah kita hingga di makam, itu saja bukan saya yang akan menjawab, melainkan makhluk halus yang meminjam raga saya,” jelasnya

Begitu kami mulai memasuki gerbang Makam Ranjang Gumantung, disambut dengan bunyi burung hantu yang bersumber dari dahan pohon Gayam. Maseko kemudian duduk bersila di selasela sambil memejamkan mata, sambil membacakan suatu rapal yang tak terperinci terdengar oleh Marijan. Tiba-tiba saja Maseko rnengucapkan kata-kata berbahasa Jawa halus. “Kula ingkang sowan (saya yang tiba menghadap)....” Ucap Maseko pelan. Kepada siapa maseko berbicara Marijan juga tidak tahu, alasannya yaitu di makam itu tidak ada orang lain selain mereka berdua.

Sejenak berikutnya, Maseko lantas membuka bungkusan kembang setaman, pisang raja yang dibungkus daun pisang segar yang tadi dibawanya. Selanjutnya Maseko mengangguk-anggukan kepalanya, sebagai aba-aba semoga Marijan mengawali mengajukan pertanyaan. Ketika ditanya siapa yang berada di hadapan ini ? Maseko mulai membuka mulut, sambil berucap kalau roh yang ada di raga Maseko yaitu Ki Suro, salah satu tamtama (tentara/kepala prajurit) Kraton Surakarta Hadiningrat.

“Kamu jangan membaca ayat suci apapun, jikalau kau mau meneruskan tujuanmu,” cegah bunyi dari bibir Maseko.

Cerita Mistis Misteri Hantu Seram Nyata Di Pasar Malam Setan Siluman Dedemit Keramat Makam Ranjang Gumantung


Keramat Makam Ranjang Gumantung ini, Iazimnya suasana keramaian pasar malam di Solo yang banyak dijajakan aneka macam jenis dagangan. Mulai dari dagangan yang sepele, hingga benda-benda bertuah yang berharga mahal diperdagangkan di sini. Di sana merupakan terjadinya transaksi jual beli yang dilakukan oleh aneka macam jenis makhluk halus yang berjulukan jin, setan, gandoruwo, kuntilanak, wewe hingga tuyul dan aneka macam macam lelembut lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu di sini. “Mereka melaksanakan transaksi juga beli dengan cara tukar barang barang,” lanjut Maseko

Cara tukar barang itu, terangnya, dengan cara tukar barang yang umumnya dengan alat pembayaran berupa emas lantakan, perak dan kuningsari (tembaga). Mengapa di sini sering terdengar bunyi music dangdut atau campur sari yang seakan-akan ada suatu keramaian? Ya bunyi keramaian itu niscaya akan terdengar pada malam Jum’at kliwon, Selasa Kliwon dan ium’at legi. Bahkan kalau pada bulan sura, keramaian makhluk halus atau lelembut itu digelar setiap malam sepanjang bulan.

“Dalam keramaian ini, bergotong-royong bangsa kami sedang melaksanakan pertemuan, sekaligus bersenang-senang, jawab Maseko.

Penampakan hantu Dari mana saja lelembut itu datang? Dari Hutan Krendawahana, Gunung Lawu, Gunung Merapi, makam Pengadeg (makam raja-raja Pura Mangkunegaran), makam Imogiri (makam raja-raja trah dinasti Mataram), bahari selatan dan masih ada lagi makhluk halus yang tiba dari tempat lain di sempanjang Pulau Jawa. Suasana keramaian di sini, katanya, suasana pasar malam mini mirip suasana keramaian di Pasar Malam yang dilakukan insan di dunia. Ramai sekali, di sana-sini ada kilau terang bendengar dan sinar lampu yang diletakkan di tempat tertentu.

Di malam itu juga disajikan ubarampe sesaji, mulai dari kembang setaman, kemenyan, dupa dan candu, serta wewangian khas yang disajikan buat aneka macam jenis lelembut. Banyak juga mereka yang tiba berpasang-pasangan, entah mereka sedang pacaran atau sudah menjadi pasutri (pasangan suami istri), bahkan juga ada anak kecil segala. Di sana ada 3 jenis candu yang dijual belikan, yaitu jenis candu kuning, putih dan hitam. “Candu kuning biasa dikonsumsi oleh jin atau khodam yang punya jabatan,” tuturnya.

jenis candu putih untuk bangsa lelembut kelas menengah dan candu hitam dipergunakan untuk makhluk halus kelas bawah. Alat pembayaran yang dipakai untuk membeli candu, berupa uang recehan mistik berbentuk potongan emas, berlian dan potongan kuningsari (tembaga). Dikeramaian lelem but itu, juga kadang terjadi keributan antar mereka, dengan alasannya yaitu yang berlainan, mirip gara-gara senggolan waktu berjoget diiringi alunan musik dangdut atau campursari, Ada juga yang disebabkan cemburu, lantaran pasangannya digoda makhluk halus lain.

Dalam keramat Makam Rajang Gumantung ini juga masih banyak tersimpan jenis wesi aji atau pusaka, juga komplemen atau barang-barang berharga Iainnya. Pusaka itu ada yang berbentuk keris, tombak, cundrik, watu akik, bokor, permata, dsb. Jadi, Iumrah kalau orang sering mendapatkan barang-barang bertuah di sekitar Makam Ranjang Gumantung ini. Untuk membedakan jikalau pusaka atau barang bertuah itu aura baik atau jelek bagi yang menemukannya, dengan cara mengukur diawali dengan jari ajun dan ibu jari tangan kiri.

Mengukurnya dari atas, dimulai dari bates pesi (gagang keris dengan hitungan berurutan jogan (Iantai), latar (halaman), gedong (rumah mewah) dan pawuhan (sampah) hingga pada ujung pusaka (keris/tumbak, cundrik). Jika penemu wesi aji hitungannya jatuh pada jogan, maka orang yang menemukan pusaka itu bisa menjadi tumbal, sehingga jiwanya terancam. Ketika hitungannya jatuh Dada latar, penemu ini kehidupannya akan kering, jauh dari rejeki. “Jadi kalau ada orang yang menemukan pusaka dengan hitungan tersebut, sebaikannya dibuang, dilarung atau dikembalikan saja,” terangnya

Tapi jikalau ada penemu pusaka di sana dan dihitung jatuh pada gedong, maka akan mendapatkan kemuliaan, donasi dan berlimpah rejeki. Kalau hitungan pusaka itu jatuh pada pawuhan, pemiliknya akan nyaman dalam menjalani kehidupannya, Artinya, banyak teman, bisa menjadi orang terhormat, pemimpin. “Karena pawuhan itu menyerupai tempat yang bisa menampung segala macam kebaikan maupun keburukan. Sehingga bisa diterima dari aneka macam kalangan dalam status sosial maupun status ekonomi yang berlainan,” tuturnya.

Sebenarnya masih banyak yang ingin tanyakan kepada roh Ki sura yang merasuk dalam raga Maseko, tetapi berhubung tiba-tiba saja badan Maseko tampak gemetar, bersimbah keringat, Hal itu sempat menciptakan takut, apalagi malam sudah menjelang tua, tidak bisa yang bisa Marijan perbuat, kecuali hanya terpaku, melongo menunggu kesadaran Maseko pulih mirip sediakala. Atas kondisi dan situasi mirip itu, karuan saja mau tidak mau jikalau harus maklum, mendapatkan klarifikasi hingga di situ saja.

Jangan lewatkan Cerita misteri penampakan hantu pocong dan siluman harimau putih di makam keramat
itulah dongeng mistis misteri menguak penampakan hantu di pasar malam setan di keramat makam ranjang gumantung
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor