Ungkapan Cinta Di 17 September Mimpi Cinta

 Begitu juga ketika saya bermimpi tentangmu di siang bolong Ungkapan Cinta Di 17 September Mimpi Cinta
Mimpi memang selalu menghibur, menakutkan, menyedihkan atau biasa saja. Begitu juga ketika saya bermimpi tentangmu di siang bolong. Ya, saya memimpikan kau di siang bolong. Aku bermimpi sesudah kira-kira beberapa hari saya memberimu pertanyaan via Facebook, “Biasa tidak mengamalkan ilmunya?” Mimpi itu hadir menemani tidur siangku. Mimpi yang membuatku sedih.

Apakah mimpi perihal saya pun hadir dalam tidurmu? Aku mengharapkan itu terjadi pada tidurmu walau hanya satu kali dalam hidupmu.

Waktu seakan terulang kembali kalau sudah masuk dalam dunia mimpi. Aku bermimpi mengenai kita yang terkumpul kembali dalam dunia sekolah. Namun dunia sekolah yang berbeda. Dalam memimpikan dirimu, saya memendam rasa padamu. Teringat kembali reaksi perasaanku waktu masih sekolah dulu. Ya, ada bisikan perasaan khusus padamu waktu masih sekolah walau kau pun tidak tahu.
Mimpi bersamamu itu bermain diantara tiga daerah sekaligus. Ibaratnya kita sedang bermain teknik hilang-hilangan yang begitu cepat berganti tempat. Memang sungguh aneh. Namun, saya sering bermimpi menyerupai itu. Sesaat saya berada dalam rumah namun secepat kilat berada di dalam sekolah. Biasanya menyerupai itu. Khususnya dikala memimpikan dirimu di siang bolong.

Kamu bermain bersamaku di dalam rumahku. Sesaat berubah di dalam lingkunganku. Kemudian kembali ke sekolah. Namun perasaan yang saya rasakan ialah kesedihan. Karena mimpi itu mengisahkan detik-detik perpisahaan perjumpaan. Perpisahaan yang membuatku tidak akan bertemu kau kembali selamanya. Aku merasaakan kesedihan hingga menciptakan ragaku tidak berdaya, lemas.

Aku mencegahmu, “Aku tidak mau berpisah denganmu.” Kira-kira itu yang saya sampaikan padamu dalam mimpi atau sekedar ucapan bisikan hatiku dikala menjelang perpisahan. Intinya, saya tidak mau berpisah denganmu. Kamu perempuan Istimewa di hatiku. Aku murung berpisah.

Aku pun terbangun sambil mengenang-ngenang. Aku berpikir untuk mengabaikannya. Namun tidak bisa. Aku memanfaatkan keadaan ini untuk mencari calon pendamping hidup. Lalu saya pun mengungkapkan va inbok Facebook, “Siang bolong kok saya memimpikan kamu. Barangkali ini sebagai tanda bahwa kau akan ke rumahku.” Maksudnya ialah menjadi istriku.

Asal kau tahu. Aku ingin dongeng sedikit mengenai perasaanku dulu waktu masih sekolah. Entah, perasaan apa yang saya rasakan? Aku mempunyai bisikan rasa khusus padamu namun saya tidak mendengarkan serius perihal bisikan itu. Ibaratnya, tentangmu ialah bunyi hati yang lemah. Aku tidak mengindahkannya sebab saya masih dalam aksi perasaan. Juga, saya dalam keadaan tidak berdaya.

Saat kita masih kelas satu SMA, kau selalu dihantui oleh sosok seorang laki-laki yang sering mengganggu kamu. Dia selalu menciptakan ulah yang menyerupai sedang menganiaya kamu. Ada perasaan ingin membela kamu. Kasihan melihat kondisimu yang menyerupai itu. Namun kalau saya membela kamu, apa kesannya teman-teman di kelas? Nanti kau lebih terbebani lagi sebab kau dicintai oleh saya :-)

Kita pun berpisah dikala kelas dua dan kelas tiga. Nyaris tidak mendengar lagi bisikan tentangmu. Seakan hanyut namamu dalam hatiku.

Aku mencicipi kembali kebangkitan bisikan perasaan ketika kau bermetamorfosis manis dan berwibawa di hari-hari penyambutan perpisahan sekolah. Waktu itu kau menggunakan kacamata. Bukan sebab kacamatanya. Namun sebab reaksi perasaan khusus padamu yang kembali muncul. Kira-kira begitu. Yang jelas, ada perasaan yang berbeda ketika memandangmu. Aku sempat berkata di depanmu, “Wih... Kamu cantik!”

Akan tetapi, lagi-lagi tidak hingga menindaklanjuti perasaanku padamu. Aku rasa, waktu yang percuma sebab kita sedang menjalani hari-hari kelulusan. Juga, saya sadar diri. Aku bukan seorang laki-laki yang pintar bergaul apalagi bercinta. Di samping itu, saya melihat kau bersama laki-laki lain yang membuatku mempunyai perasaan menyerupai cemburu. Biarkan saya menikmati sendiri perasaanku padamu.

Kita dipertemukan kembali di kampus yang sama, di angkatan yang sama, di fakultas yang sama, dan di waktu lulus kuliah yang sama. Namun saya hanya menyambutmu hangat ketika berjumpa di jalan dan kau pun menyambutku dengan verbal dingin. Aku tidak ada reaksi perasaan menyerupai perasaan waktu sekolah. Entahlah. Aku sempat berpikir, “Apakah ia sudah putus cinta dengan laki-laki tetangga desaku?”

Aku tidak menyangka, ternyata kini mempunyai perasaan cinta padamu dengan keseriusan hati. Perasaan khusus padamu ternyata bangun kembali sesudah memimpikanmu. Mimpi yang menyedihkan. Ternyata, mimpi yang menyedihkan membuatku tersadar bahwa saya tidak perlu lagi mencari-cari perempuan lain untuk menjadi istriku. Bila kau masih sendiri, saya akan terus menantimu hingga ada balasan apakah kau jodohku atau bukan.

Andai saya sudah mempunyai penghasilan yang mencukupi untuk pergi ke Riau, mungkin kini ini saya sudah menemuimu. Tidak peduli kau menolak cintaku atau tidak. Yang jelas, saya tidak mau menyia-nyiakan perasaanku padamu. Kita sudah sama-sama bakir balig cukup akal yang membutuhkan pasangan hidup yang legal. Salam untukmu...


Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor