Cerita Islami Kisah Pola Nabi Uzair As Tidur 100 Tahun

Cerita Cahaya Sufi Terbaru Nabi Tuhan Kisah Teladan

Pada suatu hari yang cerah, sehabis memetik buah-buahan di kebun miliknya, Nabi Uzair Alaihissalam naik ke atas punggung keledainya untuk kembali pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan, Ia senantiasa memikirkan diam-diam alam yang luas dan anggun ini Alam yang penuh dengan taman-taman indah, buah-buahan aneka macam rasa, dan angkasa yang tak bertepi.
 Cerita Cahaya Sufi Terbaru Nabi Tuhan Kisah Teladan Cerita Islami Kisah Teladan Nabi Uzair As Tidur 100 Tahun

Karena asyiknya dalam memikirkan hal ini, beliau tidak mengetahui bahwa keledai yang dikendarainya sudah tersesat dalam mengambil jalan. Setelah usang kemudian, barulah beliau mengetahui bahwa dirinya sudah berada di sebuah daerah yang jauh dari negerinya sendiri, sehingga tidak dikenalnya sama sekali.

Cerita Islami Penyejuk Hati Mengharukan 

Dia rupanya sedang berada di sebuah kampung yang gres saja diserbu habis-habisan oleh musuh, sehingga menjadi rusak parah. Dilihatnya bekas-bekas rumah yang sudah runtuh, juga mayat-mayat insan yang bergelimpangan dan mulai membusuk. Melihat pemandangan yang mengerikan itu, Uzair kemudian turun dari punggung keledainya, dan menurunkan pula dua buah keranjang yang penuh dengan buah-buahan.
Sang keledai kemudian ditambatkannya, sementara beliau duduk bersandar pada sebatang pohon besar, untuk melepaskan Ielah, baik Ielah tubuh maupun pikiran.

Akhirnya kekuatan tubuh dan pikirannya kembali menyerupai semula. Dia mencicipi bahagia hatinya. Angin sepoi- sepoi yang tiba berhembus dan meniup tubuhnya, dihirupnya dalam-dalam.
Sejurus berselang, pikirannya mulai lagi memikirkan mayat-mayat yang sudah amis dan bergelimpangan itu. Bagaimanakah caranya orang-orang yang sudah mati dan hancur ini dihidupkan Tuhan kembali di kampung darul abadi nanti untuk diadili? Padahal daging dan tulang mereka sudah berguguran menjadi satu dengan tanah? Demikian pikir Uzair.

Pemikirannya ini begitu dalam dan susah serta tak menemui tanggapan pasti, sehingga badannya menjadi tak berdaya lagi. Segala sendi tulangnya menjadi lemah lunglai, kedua matanya pun terjangkit kantuk. Lalu tertidurlah Ia dengan sangat Ielapnya. Tidur yang luar biasa, seolah-olah beliau bertemu dengan semua arwah orang yang sudah mati itu.

Bukan hanya sejam atau semalaman, tetapi tidur terus-menerus dengan tidak pernah bangun, selama seratus tahun. Benar-benar genap seratus tahun. Dalam masa yang panjang itu, anak yang masih bayi kini ini sudah menjadi tua, bahkan banyak orang yang sudah mati. Kebanyakan yang tinggal ialah turunan atau generasi baru. Di sekitar tempat itu pun kini ini sudah menjadi tempat yang ramai oleh insan generasi baru. Telah banyak pula rumah dan gedung besar yang berdiri.

Pelajaran di balik kisah pola Nabi Uzair As yang tertidur 100 tahun

Jelasnya, dalam masa seratus tanun itu, segala-galanya sudah berubah, sedang Uzair sendiri tetap terlentang di atas tempat beliau menidurkan diri itu, menjadi jasad yang tidak bernyawa lagi, sudah mati. Dagingnya sudah hancur, tulang-belulangnya sudah bercerai-berai. Dan jasad Uzair yang telah mati, daging yang sudah hancur dan tulang belulang yang telah cerai-berai itu, Tuhan akan menawarkan kekuasaanNya kepada Uzair dan orang banyak. Agar mereka sanggup mengerti akan kekuasaan Tuhan dengan lebih nyata.

Daging-daging yang sudah amis dan hancur itu, begitu pula tulang-belulang yang telah bercerai-berai dan lemah, kemudian disusun kembali olehNya, diatur dan ditempatkan menyerupai keadaan awalnya. Setelah itu kemudian ditiupkan kepadanya roh, sehingga Uzair hidup kembali, sempurna menyerupai keadaannya semula sebelum beliau tidur atau mati.

Uzair kemudian berdiri menyerupai orang yang gres bangun dari tidur biasa, dan segera mencari keledai serta buah-buahan miliknya. Tiba-tiba turun beberapa sosok malaikat dan bertanya kepadanya, “Tahukah engkau ya Uzair, berapa lamakah tadi tertidur?”

Dengan tidak berpikir terlebih dahulu Uzair pribadi menjawab bahwa dirinya tertidur kira-kira sehari atau setengah hari. Malaikat berkata lagi, “Engkau terhampar di sini, lamanya genap seratus tahun.
Dalam masa yang sepanjang itu, makanan-makananmu tetap baik keadaannya, tetapi keledaimu telah hancur-lebur, dagingnya membusuk seluruhnya, tulang-belulangnya pun telah pula bercerai-berai. Lihat dan perhatikanlah sungguh-sungguh. Demikianlah kekuasaan Allah. Dia sanggup menghidupkan kembali orang yang sudah mati, mengembalikan jasad-jasad yang sudah hancur-lebur, menjadi menyerupai keadaan semula.

 Dengan semudah itu pulalah Tuhan membangkitkan semua insan yang sudah mati itu nanti di Akhirat untuk dihisab atau diadili. Hal ini diperlihatkan Tuhan kepadamu, semoga tetap imanmu dan supaya engkau sendiri sanggup menjadi ayat atau bukti bagi insan yang banyak. Agar jangan ragu lagi perihal apa yang diterangkan Tuhan perihal akhirat.”

Setelah melihat kuliner dan keledainya sebagaimana yang diterangkan malaikat, kemudian Uzair berkata, “Tahulah saya, bahwa Tuhan kuasa atas tiap-tiap sesuatu.”
Tiba-tiba keledainya yang sudah hancur, nampak mulai berkumpul lagi daging dan tulang belulangnya. Akhirnya menjadi menyerupai sediakala pula, hidup kembali dan bergerak. Menyaksikan itu kembali Uzair berkata,

“Saya tahulah sekarang, bahwa Tuhan kuasa atas segala-galanya”.
Dalam perjalanan pulang, Ia merasa berada di alam mimpi. Betapa tidak, kini segalanya telah berubah. Bahkan Ia pun harus berpikir keras mengingat-ingat letak rumahnya.
Akhirnya beliau sampailah ke rumahnya sendiri. Tapi keadaan rumah tersebut kini sudah hancur, yang tinggal hanya bekas-bekasnya saja.

Uzair kemudian melihat seorang wanita tua, yang rupanya masih bertempat tinggal di rumahnya yang sudah runtuh itu. Kepada wanita tersebut Uzair bentanya,
“Apakah ini rumah Uzair ?“

“Benar, ini ialah rumah Uzair. Tetapi Tuan Uzair sudah usang pergi dan tidak didengar beritanya lagi, sehingga semua orang sudah lupa kepadanya dan saya sendiri tak pennah lagi menyebut namanya, selain kali ini saja,” kata wanita itu sambil menangis dengan sangat sedihnya.
“Saya inilah Uzair, saya sudah dimatikan Tuhan seratus tahun lamanya dan kini dihidupkan kembali olehNya,” jelas Uzair.

Mendengar ucapan in wanita itu terkejut dan seolah-olah tidak percaya. Dia kemudian berkata, “Tuan Uzair ialah seorang yang paling shalih, doanya selalu dikabulkan Tuhan. Saya ini ialah budaknya dan badanku telah renta serta Iemah, mataku sudah buta sebab selalu menangisi Uzair. Seandainya benar, cobalah berdo’a semoga mataku sembuh dan sanggup melihat wajah Uzair.”

Uzair kemudian menadahkan tangannya ke langit, berdo’a ke hadirat Allah. Tiba-tiba mata orang renta itu terbuka dan sanggup melihat dengan jelas sekali. Tubuhnya yang lemah dan renta itu pun kembali menjadi kuat. Setelah melihat muka Uzair, beliau berkata,
“Benar, engkau inilah Uzain, saya masih ingat.”
Perèmpuan itupun segera mencium tangan dan kaki Uzair. Keduanya kemudian pergi mendapat orang banyak, yaitu bangsa israil.
Kepada mereka ini Uzair memperkenalkan diri, bahwa beliau pernah hidup di kampung itu seratus tahun yang silam.

Kabar ini sangat mengagetkan bangsa lsrail. Di antara mereka ada yang percaya, namun sebagian besan mengingkarinya. Sungguhpun begitu kabar ini tetap menggoda semua orang yang hidup saat itu. Rupanya, di antara mereka ada pula yang ingin menguji Uzair, untuk mengetahui perihal kebenaran kata-katanya.

Orang ini, yang tak lain ialah anak Uzair sendiri, kemudian berkata, “Saya masih ingat bahwa bapakku, Uzair, memiliki tanda di punggungnya. Cobalah periksa tanda itu. Kalau ada, benarlah beliau Uzair bapak saya.” Ternyata tanda yang dikatakan itu benar ada. Tetapi mereka ingin bukti lagi.
Salah seorang lau berkata, “Sejak penyerbuan Nebukadnezar atas bangsa Israil, tidak seorang juga di antara Bani lsrail yang hafal isi Taurat selain Uzair saja. Kalau benar ini Uzair, cobalah engkau sebutkan isi Taurat itu.”

Uzair pun segera membaca isi Taurat dengan lancar dan tak salah sedikitpun. Sekarang barulah mereka pencaya, bahwa benar beliau ini ialah Uzair. Orang-orang kemudian berebutan menjabat dan menciumi tangan Uzair, membenarkan semua yang diucapkannya, serta mengakui sebagai nabi yang suci bersih.
Tetapi sayang sekali, sudah menjadi tabi’at mereka rupanya, bahwa keimanan mereka yang benar itu hanya sekejap mata saja. Sebentar kemudian menjelma kekafiran dan kemusyrikan lagi. Uzair di kemudian hari mereka pandang bukan sebagal nabi dan orang suci lagi, tetapi dianggap anak Tuhan atau Tuhan sendiri. Padahal tentu saja, Uzair tak pernah mengajarkan hal yang demikian.
itulah dongeng nabi islami kisah pola Nabi Uzair yang tertidur selama 100 tahun
Baca juga mitos islami ternyata penyebab imphoten dan hyperseks ialah jin

Selanjutnya, pendapat dan kepercayaan yang menyimpang dari kebenaran itu kemudian disiarkan di kalangan mereka. Maka semakin banyaklah di antara orang-orang tersebut yang menjadi murtad. Ya, begitulah memang tabi’at mereka. Gampang tersesat dan tergelincir dari kebenaran, serta amat susah membawanya kembali ke jalan yang lurus.(disarikan dari aneka macam kitab tarikh).
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor