Cerita Kisah Faktual Ratifikasi Pencuri Kain Kafan Malam Jumat Kliwon

Cerita Kisah Mistis Nyata Pengakuan Pelaku Pencuri Kain Kafan Malam Jumat Kliwon

Kisah mistis konkret legalisasi pencuri kain kafan.Ada semacam kepercayaan segelintir orang yang mempercayai kalau kain kafan orang yang meninggal dunia pada malam Jumat Kliwon bisa dijadikan sarana pesugihan.Karena itulah biasanya mereka yang keluarganya meninggal dunia pada malam itu akan menjaga kuburan almarhum selama 40 hari.Hal ini mereka lakukan demi menjaga semoga hal yang tidak di inginkan terjadi pada kuburan almarhum yang tidak tidak mungkin ada orang yang nekad menggalinya demi untuk mendapat kain kafan sang mayat.
Cerita Kisah Mistis Nyata Pengakuan Pelaku Pencuri Kain Kafan Malam Jumat Kliwon Cerita Kisah Nyata Pengakuan Pencuri Kain Kafan Malam Jumat Kliwon
Secara rasional orang akan berpikir dua kali untuk melaksanakan perbuatan demikian. Rasanya musykil kalau benda itu bisa mendatangkan kekayaan bagi penggunanya. Meski begitu ternyata masih ada mereka yang nekad melakukannya.Kisah mistis ini di alami oleh Maryoto.

Maryoto (bukan nama sebenarnya) menceritakan perihal pengalamannya, bagaimana nekadnya dia berusaha mencuri kain kafan seorang ibu muda yang meninggal dunia pada malam Jumat Kliwon. Aku nyaris mati konyol dipukuli orang! Maryoto memulai ceritanya.
“Sampean yakin kalau kain kafan orang mati bisa dijadikan jimat?” Tanya Maryoto serius. Yang ditanya tidak segera menjawab. Karena dia sendiri masih ragu dengan ceritanya itu.
“Entahlah, saya sendiri belum pernah melakukannya.” Jawab Kusnan.

“Lantas dari mana kau tahu dongeng itu Kau ini ngarang iya?” tanya Maryoto seraya menepuk pundak Kusnan. Ditanya begitu Kusnan jadi gelagapan.
“Be... benar. Aku tidak ngarang kok! Aku mendengar dongeng ini dari kakekku. Kakekku pernah bercerita perihal seorang temannya yang tadinya miskin tiba tiba mendadak jadi kaya raya alasannya melaku pesugihan kain kafan. Aku masih ingat ketika itu saya diajak kakekku ke rumah temannya itu. Meskipun di kampung tetapi rumahnya besar dan bagus. Isi rumahnya pun begitu mewah. Semua barangnya berharga.Di belakang rumahnya ada kolam ikan yang luas. Saat pulang kakekku dibekali sahabat segepok uang. Aku sendiri kecipratan seratus ribu. Sumpah, saya tidak bohong! Kusnan berusaha meyakinkan Maryoto.

Cerita Kusnan waktu di warung kopi mak lpah itu menambah keyakinan Maryoto perihal jimat pesugihan kain kafan itu, alasannya sebelumnya dia juga pernah mendengar dongeng perihal hal yang sama. Dulu waktu Maryoto bekerja sebagai supir Bus antar kota, dia juga mendengar dongeng itu. Seorang penumpangnya menceritak pada Maryoto kalau seorang tetangganya mendadak jadi kaya karena melaksanakan pesugihan kain kafan.

Kisah konkret mistis misteri pencuri kain kafan keramat


“Padahal sebelumnya tetanggaku itu cuma berjualan bubur ayam keliling. Dia tiba tiba jadi kaya sehabis beberapa hari menghilang. Rupanya membisu diam dia mencuri kain kafan seorang tetangga yang meninggal dunia pada malam Jumat Kliwon7 dongeng penumpang itu.
Saat itu Maryoto menanggapi hambar dongeng penumpangnya itu. Menurutnya penumpangnya Cuma iseng aja. Mana mungkin orang bisa jadi kaya tanpa kerja keras, batinnya. Baginya dongeng yang didengarnya itu sangat tidak masuk nalar Tetapi kini ketika dirinya menganggur alasannya dipecat dari perusahaannya, Maryoto jadi berpikir lain perihal pesugihan itu. Cerita Kusnan dan penumpangnya  itu mulai mengusik benaknya. Kalau dongeng itu memang benar, kurasa tidak ada salahnya jikalau saya mencobanya, batin Maryoto.

Singkat cerita, membisu diam Maryoto mulai kasak kusuk mencari informasi bagaimana caranya melaksanakan pesugihan.Bermula dari obrolannya dengan Kusnan di warung kopi Mak Ipah di terminal Pasar Tamin. Sambil sesekali menyeruput kopinya Kusnan bercerita perihal cara orang menjadi kaya dengan melaksanakan pesugian kain kafan orang yang mati pada malam Jumat Kliwon.dengan memakai kain kafan itu.
 Dan yang namanya setan memang ada dimana mana. Makhluk terkutuk satu ini senantiasa berkeliaran mencari mangsa untuk diajak jadi pengikutnya dengan cara menjerumuskan insan yang lemah imannya. Kali ini yang jadi sasarannya ialah Maryoto. Dia merasa bahagia bertemu dengan Maryoto yang ketika itu sedang goyah imannya.

Malam itu entah dari mana tiba tiba muncul seorang kakek berjubah hitam dihadapan Maryoto yang ketika itu sedang sendirian di kamarnya. Kehadiran kakek berjubah itu tentu saja menciptakan Maryoto nyaris pingsan saking kagetnya. Dia berteriak ketakutan. Tetapi alasannya dilihatnya kakek berjubah itu tersenyum ramah padanya rasa takut Maryoto mendadak sirna. Maryoto yang mulanya ingin mengambil langkah seribu jadi mengurungkan niatnya.

“Si.. . siapa kau?” tanya Maryoto.
Kakek berjubah hitam itu tidak segera menjawab. Dia sengaja ingin menciptakan semoga Maryoto jadi penasaran.
“Kau lupa padaku, Maryoto?” tanya si kakek sambil tersenyum.
“Aku ini ialah kakek buyutmu. Aku tahu ketika ini kau sedang dalam kesusahan. Kau sudah usang menganggur bukan?” tanya kakek berjubah itu lagi.
Maryoto mengangguk. Sang kakek kembali tersenyum.

“Karena itulah saya sengaja tiba menemuimu. Aku ingin menolongmu,” ujar sang kakek yang tak lain ialah jelmaan iblis yang sedang menjalankan siasat nya untuk menjerat Maryoto. Maryoto tertegun.
“Benar, kakek mau menolongku?” tanya Maryoto serius.
Kakek berjubah itu mengangguk pasti.

“Ya, tentu saja saya ingin menolongmu, ngger.. . saya tahu di kampung seberang ada seorang ibu muda yang meninggal dunia ketika melahirkan pada malam jum’at kliwon. Kalau kau mau jadi orang kaya, galilah kuburannya dan ambil kain kafannya. Kain kafan itu bisa kau gunakan untuk mencuri harta orang tanpa dilihat oleh pemiliknya. Karena dengan berselimut kain kafan itu kau tidak bisa dilihatorang,” kata kakek berjubah itu yang kemudian raib seketika meninggalkan Maryoto yang masih kebingungan. Apakah benar apa yang dikatakan kakek itu? Gumam Maryoto. Kalau dia memarg kakek buyutku, niscaya dia akan menolongku, batinnya.

Keesokkan harinya Maryoto membisu diam mendatangi komplek pemakaman yang dikatakan oleh kakek semalam. Dia sengaja membawa kembang berpura pura berziarah, padahal niatnya ialah untuk mencari lokast kuburan yang dikatakan oleh kakek itu alasannya kuburan itu masih gres dan masih ada sisa kembang di atas kuburan itu. Tidak salah, ini niscaya kuburan yang dikatakan oleh kakek berjubah itu, ucap Maryoto dalam hati.

Dan malam itu mulailah Maryoto menjalánkan aksinya. Dia tidak tahu kalau malam itu ialah malam jum’at kliwon. Suasana komplek itu tampak sangat sepi alasannya jarum jam di tangan Maryoto telah menunjukkan jam 02.00. malam itu tampak angker sekali alasannya lampu jalan yang biasanya menerangi komplek pemakaman itu sore tadi mendadak mati alasannya kabelnya putus ditimpah ranting besar pohon kedondong hutan yang roboh alasannya angin kencang.

Sebenarnya, ada rasa takut pada diri Maryoto. Suasana gelap gulita ditambah desiran angin menciptakan badannya menggigil kedinginan. Timbul niatnya untuk pulang. Tetapi ketika itu iblis terus menggodanya.
“Ayo Maryoto jangan ragu ragu, cepat lakukan. Bukankah kau ingin jadi orang kaya?” bisik iblis di indera pendengaran maryoto.

lya, tentu saja saya mau jadi orang kaya, Batin Maryoto. Siapa sih yang tidak mau banyak duit Apalagi tanpa harus bekerja keras dan menunggu lama. Kalau saya kerja dan mengumpulkan uang, kapan bisa jadi kaya? Kanena selama ini kenyataannya sudah puluhan tahun jadi supir saya tetap tidak bisa mengumpulkan uang. Tak heran kalau Supinah tidak betah hidup bersamaku. Perempuan brengsek itu malah menentukan kabur meninggalkan diriku. Kanena tidak tahan hidup susah.
Berbekal pengalaman hidup yang menyusahkan itulah maka Maryoto malam itu nekad melahirkan niatnya untuk jadi kaya mendadak, dengan cara nekad ingin mencuri kain kafan.

Dengan berbekal cangkul dan lampu senter Maryoto berjalan mendekati kuburan yang akan digalinya itu. Sejenak dia mengamati keadaan di sekelilingnya, melihat kalau ada orang di sekitar daerah itu. Tetapi suasana di sekitar daerah itu memang tampak sangat sepi sekali. Merasa kondusif Maryoto segera memulai pekerjaannya. Dia sama sekali tidak menyadari kalau perbuatannya itu telah diketahui oleh sekelompok orang yang memang semenjak sore tadi sedang bertugas menjaga kuburan itu. Ketika pekerjaannya hampir selesai tiba tiba sinar cahaya terperinci benderang menyoroti dirinya.
“Maling. . . maling!” terdengar teriakan sahut menyambut.

Kisah konkret misteri mistis tertangkapnya pencuri kain kafan keramat


Mendengar teriakan itu kontan Maryoto jadi sangat panik. Cepat dia segera mengambil Iangkah seribu meninggalkan cangkulnya. Tetapi mereka yang meneriaki Maryoto terus mengejarnya dan berhasil mengepungnya. Maryoto tidak berkutik. Dia tertangkap dan dipukuli sampai babak belur. Setelah itu Maryoto pun digelandang ke rumah ketua RT yang berada di belakang komplek pemakaman itu.
Di rumah pak RT, Maryoto di interogasi oleh ustadz Kamsir ayah dan almarhurn Salmah yang kuburannya akan dibongkar oleh Maryoto. Dihadapan ustadz Kamsir yang malam itu hanya mengenakan baju biasa itu Maryoto memohon ampun dan mengakui perbuatannya. Dia berterus terperinci mengakui maksudnya mencuri kain kafan itu.

“00.. . jadi dengan memakai kain kafan itu kau hendak mencuri kekayaan?” tanya ustadz Kamsir. Manyoto mengangguk. Anggukan itu impulsif di sambut gelak tawa orang yang hadir disana.
“Hei, kalau mau kaya kerja dong!” komentar seorang wanga sambil memukul kepala Maryoto.
“Dasar sinting mau lezat tapi malas usaha!” timbal yang lain.
“Sudah... sudah. Jangan main hakim sendiri,” kata pak RT berusaha melerai warga yang merasa kesal pada ulah Maryoto itu.

“Sekarang mau kita apakan orang ini, pak RT?” tanya seorang warga.
Suara hening. Warga yang hadir saling pandang. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan terhadap Maryoto.
“Sebaiknya kasus ini kita serahkan saja pada ustadz Kamsir, alasannya ia ialah keluarga almarhum. Biar ia yang memutuskan mau di apakan orang ini,” kata ketua RT. Mendengar ucapan itu ustadz Kamsir segera angkat bicara.

“Baiklah... atas nama keluarga saya memaafkan pencuri gagal ini. Saya maklum orang ini niscaya telah dipengaruhi oleh ambisinya yang ingin cepat kaya tanpa mau bekerja keras. Pesan saya pada saudara Maryoto dan semua yang hadir disini janganlah praktis terpengaruh pada hal hal ataupun dongeng yang di luar rasio dan masih diragukan kebenarannya.

Khusus pada Maryoto saya harap saudara tidak lagi mengulangi perbuatan konyol yang nyaris mengorbankan nyawamu. Kau kan masih muda dan sehat tentu nya masih bisa mencari pekerjaan yang halal daripada melaksanakan pekerjaan yang tidak masuk nalar dan mengandung resiko. Nah, kini ikut saya ke rumah untuk mengobati lukamu,” kata ustadz Kamsir panjang lebar.

 Baca Juga cerita mistis konkret akhir pesugihan buto ijo tubuh jadi kaku seakan-akan kayu
itulah kisah konkret misteri mistis legalisasi pencuri kain kafan yang gagal dalam mencuri
Dengan motornya Maryoto dibawa ustadz Kamsin ke rumahnya. Setelah di obati Maryoto disuruh pulang.
“Aku selamat berkat kebaikan hati ustadz itu. Sekarang saya sadar supaya tidak terlalu percaya pada dongeng yang belum niscaya kebenarannya. Apa yang kulakukan kemarin itu tidak hanya membuatku malu dan nyaris mati dipukuli orang, tetapi kata pak ustadz perbuatanku itu ialah sesat!” ucap Maryoto mengakhiri ceritanya.Baca juga cerita mistis misteri konkret pesugihan memelihara bayi kuntilanak
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor