Mengintip Ciak Cay Ritual Ijab Kabul Khonghuchu

Ciak Cay Ritual Malam Pertama Pengantin Khonghucu

Pernikahan ialah upacara yang sakral,dan setiap agama mempunyai hukum yang sedikit berbeda dalam penerapannya.Kali ini saya akan menyebarkan wawasan ritual cak cay dalam agama khonghucu.
Agar mempelai bisa mencicipi kenikmatan pada malam pertama di kawasan tidur, maka 3 hari menjelang prosesi ritual sakral ijab kabul baik mempelai perempuan mapun pria, sangat dianjurkan Ciak Cay (banyak makan sayuran dan kurangi makan daging) atau vegetarian, berolahraga ringan dan rutin, serta tinggal di rumah.
Jika usulan ini dilakoni mereka akan benar-benar menikmati malam pertama dengan luar biasa. Hal ini dutarakan WS Adji Chandra, pendeta muda Khonghucu kepada METRO JATENG yang menemui di kantornya, Kampung Jagalan, Solo. Ditanya perihal ritual dalam ijab kabul Agama Khonghucu, ia menyampaikan tujuan dari sebuah ijab kabul itu ada dua.

Pertama, sebagai umat insan harus memuliakan Yang Mahakuasa (tian) dan berbakti kepada leluhurnya, Kedua, meneruskan keturunan, maka dalam Agama Khonghucu mengajarkan, bahwa suatu kehidupan akan lestari (berkesinambungan), bila ada ikatan batin antara laki-laki (minimal berusia 22 tahun dengan perempuan minimal 19 tahun).
“Artinya, harus ada ijab kabul yang nantinya melahirkan keturunan atau generasi penerus dalam kehidupan selanjutnya,” lanjutnya.
Oleh alasannya ialah itu, ritual ijab kabul itu sangat diagungkan dan diluhurkan oleh pemeluk Agama 00laki-laki, mempelai ini dianggap tidak berbakti kepada orang renta atau leluhurnya. OIeh alasannya ialah itu ayah Nabi Khonghucu (Khong Siok Liang Hut) yang dikala itu sudah mempunyai 9 anak perempuan dan hanya satu laki-laki yang berjulukan Khong Beng Pie, kebetulan mempunyai cacat fisik semenjak kecil yang membuatnya mustahil menikah dan melahirkan keturunan.

Mitos Mistis Misteri Keturunan laki-laki sangat penting bagi ijab kabul khonghucu

Sehingga untuk mempertahankan trah (keturunannya), Khong Siok Liang Hut menikah lagi dengan gadis, Gan Tien Tjay. Dari hasil perkawinannya itu, membuahkan hasil seorang anak laki-laki yang diberi nama Khong Khioe (riongNie). Selanjutnya dikenal dengan sebutan Nabi Khonghucu (orang suci bermarga Khong).

“Sehingga orang Tionghoa itu dalam ijab kabul selalu berharap punya keturunan laki-laki, semoga tidak pupus marganya,” kata Adji, sembari menambahkan, sehingga semoga bias selalu berbakti clan berbuat baik kepada leluhurnya.

Jadi, dalam Agama Khonghucu rochaniawanpun diwajibakan untuk menikah, punya anak, mengasuh, membesarkan sebagai wujud berbakti kepada Tian (tuhan Yang Maha Esa) dan leluhurnya.
Pernikahan bukan sebagai pemisahan antara orang renta dengan anaknya untuk membentuk keluarga baru, namun lebih dan itu justru menyatukan keluarga yang berbeda.

Mitos Mistis Misteri Ritual Pernikahan Khonghuchu


“Dan sini akan terasa empat penjuru lautan semua insan itu bersaudara,” paparnya, sambil mengatakan, kalau dulu ada sebuah ijab kabul terjadi alasannya ialah dijodohkan, tetapi bias lestani, abadi, hingga tua.
Ini salah satu pola bahwa nilal kesucian suatu ijab kabul itu diluhurkan, tapi kini sudah pacaran beberapa tahun, menikah malah hasilnya bercerai. Oleh alasannya ialah itu Agama Khonghucu berlaku dinamis, sehingga menganjurkan kepada ummat sebelum menikah supaya pacaran, semoga bisa saling pembiasaan yang menciptakan keharmonisan lebih bias terkondisikan.

Sekarang juga banyak terjadi dewasa yang mengurus pernikahannya sendiri dengan alasan tidak disetujui orang renta mereka, sehingga ‘kawinlari’, istilahnya.
“Pernikahan menyerupai ini di Agama Khonghucu tidak direstui,” tandasnya.
itulah menguak misteri mitos mistis di balik ijab kabul Khonghucu
Baca juga cerita mistis ijab kabul insan dengan siluman ular 

Dalam prosesi ritual ijab kabul Agama Khonghucu juga ada tatacara sungkeman (kiongchiukwi), dengan cara membungkuk (kiokkiong). Tata cara sungkeman ini pertama kali dilakukan kepada Tian, Altar Khonghucu, gres dengan kedua orang renta mempelai. Hal ini sebagai wujud penghormatan kepada yang lebih tinggi derajatnya dan lebih renta usia dan pengalaman hidupnya. Ummat Tionghoa bila punya anak niscaya diberi nama Tionghoa, alasannya ialah hal ini menyerupai yang disebutkan meneruskan keturunan atau marga.
“Kendati kalau di Indonesia juga mempunyai nama Indonesia,” pungkasnya.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor