86. Cyrus Yang Agung ± 590 Sm-529 Sm

 86. CYRUS YANG AGUNG ± 590 SM-529 SM

Dia ini --Cyrus Yang Agung-- pendiri Kekaisaran Persia. Mulai kariernya selaku pejabat rendahan di pecahan barat daya Iran, ia menghalau --melalui kemenangan-kemenangan pertempuran yang cemerlangan-- tiga kerajaan besar (Medes, Lydian, dan Babilon), dan menyatukan hampir seluruh tempat Timur Tengah usang menjadi satu negara yang membentang mulai India hingga Laut Tengah.

Cyrus (atau Kurush nama Persinya) dilahirkan sekitar tahun 590 SM di propinsi Persis (kini Fars), di barat daya Iran. Daerah ini ketika itu merupakan propinsi Kerajaan Medes. Cyrus berasal dari keturunan penguasa lokal yang merupakan bawahan Raja Medes.

Tradisi yang timbul belakangan bikin cerita menarik menyangkut diri Cyrus ini, seolah-olah mengingatkan orang akan cerita Yunani mengenai Raja Oedipus. Menurut cerita ini, Cyrus ialah cucu Astyages Raja Medes. Sebelum Cyrus lahir, Astyages mimpi bahwa cucunya suatu ketika akan menghalaunya dari tahta. Raja keluarkan perintah agar semua bayi yang gres lahir dibunuh habis. Tetapi, pejabat yang dipercaya melaksanakan pembunuhan itu tak hingga hati melaksanakan pembunuhan cecunguk itu, tetapi diteruskannya perintah itu kepada penggembala dan istrinya agar melaksanakannya. Namun mereka ini pun tak hingga hati. Mereka bukannya membunuh bayi lelaki melainkan memeliharanya sebagai anak sendiri. Akhirnya, ketika sang bocah tumbuh dewasa, memang betul-betul ia menumbangkan raja dari tahtanya.

Bangsa Medes dan Persia berdekatan satu sama lain, baik disebabkan asal-usul maupun persamaan bahasa. Karena Cyrus tetap meneruskan sebagian besar hukum-hukum Medes dan sebagian besar mekanisme manajemen pemerintahan, kemenangannya atas Medes hanyalah merupakan sekedar perubahan dinasti dan bukannya suatu penaklukan oleh bangsa asing.

Tetapi, Cyrus segera menampakkan keinginannya melaksanakan penaklukan ke luar. Sasaran pertamanya ialah Kerajaan Lydian di Asia Kecil, dikuasai oleh Raja Croesus, seorang yang kekayaannya menyerupai dongeng. Besi Cyrus tak ada artinya kalau dibandingkan emasnya Croesus. Menjelang tahun 546 SM Cyrus menaklukkan Kerajaan Lydian dan menjebloskan Croesus ke dalam bui.

Cyrus kemudian mengalihkan perhatiannya ke jurusan timur, dan dalam serentetan pertempuran, ia taklukkan semua pecahan timur Iran dan dimasukkannya ke dalam wilayah kekuasaan kerajaannya. Pada tahun 540 SM, Kekaisaran Persia membentang ke timur sejauh Sungai Indus dan Jaxartes (kini Syr Darya di Asia Tengah).

Dengan terlindungnya pecahan belakang. Cyrus sanggup memusatkan perhatian pada yang paling berharga dari segalanya. Kekaisaran Babylon yang makmur loh jinawi, terletak di sentra Mesopotamia tetapi sanggup mengawasi segenap tempat "bulan sabit subur" (Fertile Crescent) Timur Tengah. Tidak menyerupai Cyrus, penguasa Babylon Nabonidus tidaklah terkenal di kalangan rakyat. Tatkala tentara Cyrus maju bergerak, pasukan Babylon bertekuk di lutut Cyrus tanpa suatu perlawanan. Karena Kekaisaran Babylon mencakup juga Suriah dan Palestina, kedua tempat ini pun dimasukkan ke dalam wilayah kekuasaan Cyrus.

Cyrus menghabiskan waktu beberapa tahun untuk mengkonsolidasi penguasaannya dan mengorganisir kembali kekaisaran yang begitu besar yang telah direbutnya. Kemudian ia pimpin Angkatan Bersenjata menuju timur maritim menaklukkan Massagetae, suku nomad yang hidup di Asia Tengah sebelah timur maritim Caspia. Orang-orang Persia peroleh kemenangan pada saat-saat kontak senjata pertama. Tetapi pada pertempuran kedua, pertempuran tahun 529 SM, mereka terkalahkan dan Cyrus --penguasa kekaisaran di dunia yang pernah ada ketika itu-- terbunuh.

Cyrus digantikan oleh puteranya Cambyses II. Cambyses mengalahkan Massagate dalam pertempuran berikutnya, menemukan jenazah ayahnya dan menguburnya kembali di Pasargadae, ibukota Persia kuno. Kemudian Cambyses mengirim pasukan untuk penyerbuan Mesir, sehingga dengan demikian ia menyatukan segenap tempat Timur Tengah usang dalam satu kekaisaran.

Cyrus terang seorang pemimpin yang punya kebolehan bidang militer. Tetapi itu cuma satu sisi dari seorang manusia. Yang lebih menonjol, mungkin, ialah kebijakan cara memerintahnya. Dia terkenal amat toleran terhadap agama-agama setempat dan juga adat-istiadat mereka. Dan ia senantiasa menjauhkan diri dari perilaku kejam dan ganas menyerupai lazimnya para penakluk. Orang-orang Babylon, misalnya, bahkan lebih kentara lagi orang Assyria, telah membunuh beribu-ribu insan dan mengusir semua penduduk yang dikuatirkan bakal berontak. Misalnya, ketika Babylon menaklukkan Yudea tahun 586 SM, mereka memboyong orang Yudea ke Babylon. Tetapi lima puluh tahun kemudian, sehabis Cyrus menaklukkan Babylon, ia beri ijin orang-orang Yahudi kembali ke kampung halamannya. Kalau tidak lantaran Cyrus, rasanya orang-orang Yahudi itu akan musnah sebagai kelompok yang terasing di kurun ke-5 SM. Keputusan Cyrus dalam hal ini mungkin punya motivasi politik: bagaimanapun sedikit sekali keraguan bahwa ia merupakan seorang penguasa yang berprikemanusiaan pada jamannya. Bahkan orang-orang Yunani, yang usang sekali menganggap bangsa Kekaisaran Persia merupakan bahaya terbesar bagi kemerdekaannya, tak pernah berhenti menganggap Cyrus seorang penguasa yang betul-betul mengagumkan.

Begitu baiknya Cyrus telah menjalankan tugasnya sehingga bahkan sehabis matinya pun Kekaisaran Persia meneruskan ekspansi tempat kekuasaannya. Ini berlangsung selama kira-kira 200 tahun, hingga ditaklukkan oleh Alexander yang Agung. Hampir sepanjang dua abad, tempat yang dikuasai Persia menikmati perdamaian dan kemakmuran.

Penaklukan oleh Alexander samasekali bukan membuktikan tamatnya Kekaisaran Persia. Sesudah Alexander meninggal dunia, salah seorang jendralnya, Seleucus I Nicator, berhasil menguasai Suriah, Mesopotamia, dan Iran, dengan demikian ia mendirikan Kekaisaran Seleucid. Tetapi, kekuasaan gila atas Iran tidaklah berlangsung lama. Di pertengahan kurun ke-3 SM pecah pemberontakan melawan kekuasaan Seleucid, di bawah pimpinan Arsaves I yang menganggap diri keturunan Achaemenid (dinasti Cyrus). Sebuah kerajaan didirikan oleh Arsaces dikenal dengan nama Kekaisaran Parthian kesannya menguasai Iran dan Mesopotamia. Tahun 224 sehabis Masehi penguasa Arsacid digantikan dinasti Persia, Sassanid, yang juga mengaku keturunan dari Archaeminid, dan yang kekaisarannya berlangsung lebih dari empat abad. Bahkan sekarang Cyrus dihormati di Iran sebagai pendiri negara Persia.

Karier Cyrus Yang Agung merupakan referensi penting titik balik dalam sejarah. Kebudayaan pertama kalinya tumbuh di Sumeria, sekitar 3000 tahun SM. Selama lebih dari dua puluh lima kurun bangsa Sumeria dan pelbagai bangsa Semit yang menggantikannya (seperti bangsa Akkadian, Babylonia dan Assyria) menjadi sentra peradaban. Sepanjang masa itu, Mesopotamia merupakan negeri yang terkaya dan paling berkebudayaan maju di dunia (dengan kekecualian Mesir yang secara berangasan berada dalam tarap sejaiar). Tetapi karier Cyrus --yang boleh dibilang berada di tengah-tengah sejarah tercatat-- mengakhiri babak itu dalam sejarah dunia. Dari semenjak itu selanjutnya, baik Mesopotamia maupun Mesir bukanlah lagi sentra budaya dunia, baik kultural maupun politik.

Lebih jauh dari itu, bangsa Semit --yang berjumlah besar di tempat "bulan sabit subur"-- tak sanggup peroleh kembali kemerdekaannya berabad-abad sehabis itu. Sesudah bangsa Persia (bangsa Indo-Eropa) tiba bangsa Macedonia dan Yunani, diikuti oleh pendudukan usang oleh orang Parthian, Romawi, penguasa Sassanid, kesemuanya itu ialah IndoEropa. Hingga penaklukan oleh kaum Muslimin di kurun ke-7 --hampir dua belas kurun sehabis Cyrus Yang Agung--daerah "bulan sabit yang subur" itu dikuasai oleh bangsa Semit. 

Peta Kerajaan Cyrus yang Agung

Cyrus penting bukan cuma lantaran ia memenangkan banyak pertempuran dan menaklukkan banyak daerah. Arti pentingnya yang lebih besar ialah fakta bahwa kekaisaran yang didirikannya secara mantap mengubah struktur politik dunia lama.

Kekaisaran Persia, di samping luasnya tempat dan lamanya bertahan, tidaklah punya imbas besar dalam sejarah menyerupai yang dijumpai pada Kekaisaran Romawi. Inggris, atau Cina yang lebih lama. Tetapi, memperhitungkan arti penting Cyrus orang harus ingat bahwa ia sudah menyelesaikan sesuatu yang mungkin tak akan pernah terjadi tanpa kehadirannya. Di tahun 620 SM (segenerasi sebelum Cyrus lahir) tak seorang akan mengira bahwa dalam tempo seabad seluruh dunia usang akan berada di bawah kekuasaan suatu suku yang sama sekali tidak terkenal yang berasal dari barat daya Iran. Bahkan dengan melihat ke belakang, tak ada tampak bahwa Kekaisaran Persia salah satu kekaisaran yang punya arti penting sejarah yang lantaran keadaan sosial dan ekonominya akan sanggup jadi begitu cepat atau lambat jadi besar. Jadi, Cyrus merupakan salah seorang yang langka yang dengan faktual mengubah jalannya sejarah.


--------------------------------------------------------------------------------
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah Michael H. Hart, 1978 Terjemahan H. Mahbub Djunaidi, 1982 PT. Dunia Pustaka Jaya Jln. Kramat II, No. 31A Jakarta Pusat
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor