Fakta dan Misteri Kisah Gunung Raung yang Dipercaya Masyarakat

Fakta dan Misteri Kisah Gunung Raung yang Dipercaya Masyarakat

Gunung Raung ialah sebuah gunung yang besar dan unik, yang berbeda dari ciri gunung pada umumnva di pulau Jawa ini. Keunikan dari Puncak Gunung Raung ialah kalderanya yang berbentuk elips dengan kedalaman sekitar 500 meter dalamnya, yang selalu berasap dan sering menyemburkan api dan terdapat kerucut setinggi kurang lebih 100m. Gn.Raung termasuk gunung renta dengan kaldera di puncaknya dan dikitari oleh banyak puncak kecil, mengakibatkan pemandangannya benar-benar menakjubkan.

Untuk mendaki G. Raung, paling gampang ialah dari arah Bondowoso. Dari Bondowoso terus menuju desa Sumber Wringin dengan memakai Colt melalui Sukosani. Perjalanan diawali dari desa Sumber Wringin melalui kebun pinus dan perkebunan kopi menuju Pondok Motor. Di Pondok Motor kita sanggup menginap dan beristirahat, kemudian kita sanggup melanjutkan perjalanan ke puncak yang membutuhkan waktu sekitar 9 jam. Dari Pondok Motor ke G. Raung, dimulai dengan melalui kebun selama 1 jam kemudian pendakian memasuki hutan dengan sudut pendakian yang tidak terlalu besar yaitu sekitar 20 derajat.

Hutan gunung ini terdiri dari pohon glentongan, arcisak, takir dan lain-lain. Setelah pendakian selama 2 jam atau sekitar 1300 – 1400 m pendaki akan menemukan jalan berkelok dan naik turun hingga ketinggian sekitar 1500 – 1600 m. Di kawasan ini mulai terlihat pohon cemara kemudian pendakian diteruskan menuju pondok sumur (1750 M). sehabis itu pendakain akan mulai sulit dan sudut pendakian mulai membesar dan jalur pendakian kurang terang alasannya ialah hanya semak-semak dan kemudian terus mendaki selama 3 jam hingga dicapai Pondok Demit.

Kemudian pendaki harus mendaki lagi selama sekitar 8 jam hingga dicapai batas hutan, yang dikenal dengan nama Pondok Mantri atau Parasan pada ketinggian sekitar 2900 – 3000 m. di tempat inilah pendakian beristirahat untuk berkemah. Perjalanan dilanjutkan melalui padang alang-alang (sekitar 1 jam perjalanan), selanjutnya menuju puncak Gunung Raung yang sedikit berpasir dan berbatu-batu. Dari tempat berkemah menuju puncak G. Raung, hanya diharapkan waktu sekitar 2 (dua) jam saja. Puncak G. Raung ini berada pada ketinggian 3.332 m dari permukaan maritim dan sering bertiup angin kencang. Dari pinggir kawah tidak terdapat jalur yang terang untuk menuju dasar kawah sehingga pendaki yang bermaksud menuruni kawah biar mempersiapkan tali temali ataupun peralatan lainnya untuk sebagai langkah pengamanan.

Dalam perjalanan ke Puncak G. Raung, tidak ada mata air. Sebaiknya untuk air dipersiapkan di Sumber Wringin atau di Sumber Lekan. Untuk mendaki G. Raung tidak diharapkan ijin khusus, hanya saja kita perlu melaporkan diri ke pegawanegeri desa di Sumber Wringin. Keangkeran Gunung Raung sudah terlihat dari nama-nama pos pendakian yang ada, mulai dari Pondok Sumur, Pondok Demit, Pondok Mayit dan Pondok Angin. Semua itu memiliki sejarah tersendiri hingga dinamakan demikian. Pondok Sumur misalnya, katanya terdapat sebuah sumur yang biasa dipakai seorang pertapa sakti asal Gresik.

Sumur dan pertapa itu dipercaya masih ada, hanya saja tak kasat mata. Di Pondok Sumur ini, ketika berkemah,juga terdengar bunyi derap kaki kuda yang seakan melintas di belakang tenda. Selanjutnya Pondok Demit, disinilah tempat acara jual-beli para lelembut atau dikenal dengan Parset (Pasar Setan). Sehingga, pada hari-hari tertentu akan terdengar keramaian pasar yang sering diiringi dengan alunan musik. Lokasi pasar setan terletak disebelah timur jalur, sebuah lembah dangkal yang hanya dipenuhi ilalang setinggi perut dan pohon perdu. Pondok Mayit ialah pos yang sejarahnya paling menyeramkan, alasannya ialah dulu pernah ditemukan sesosok jenazah yang menggantung di sebuah pohon. Mayat itu ialah seorang darah biru Belanda yang dibunuh oleh para pejuang ketika itu.

Tak jauh dari Pondok Mayit, ialah Pondok Angin yang juga merupakan pondok terakhir atau base camp pendaki. Tempat ini menyajikan pemandangan yang memukau alasannya ialah letaknya yang berada di puncak bukit, sehingga kita sanggup menyaksikan pemandangan alam pegunungan yang ada disekitarnya. Gemerlapnya kota Bondowoso dan Situbondo serta sambaran kilat kalau kota itu mendung, menjadi fenomena alam yang sangat luar biasa. Namun, angin bertiup sangat kencang dan ibarat maraung-raung di pendengaran. Karenanya gunung ini dinamakan Raung, bunyi anginnya yang meraung di pendengaran terkadang sanggup menghempaskan kita didasar jurang yang terjal. http://id.merbabu.com/gunung/gunung_raung.html
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor