Hukum Seorang Istri Menyukai pria / lelaki Lain

hukum istri memuji dan mencintai pria lain , salahkah mencintai orang lain selain suami menurut islam ??

hukum istri memuji dan mencintai pria lain , salahkah mencintai selain suami menurut islam ??

Seorang perempuan yang sudah memiliki suami tidak jarang ia juga mengidolakan atau menyukai bahkan menyayangi lelaki lain selain suaminya.

Al-Qur’an telah menceritakan kepada kita kisah seorang perempuan yang punya suami yang jatuh cinta kepada seorang cowok yang bukan suaminya, yang rasa cintanya ini mendorongnya melaksanakan banyak sekali hal yang tidak diridhoi oleh etika dan agama. Yang dimaksud dengan dongeng tersebut ialah isteri pembesar Mesir (Al Aziz) dengan seorang cowok yang menjadi pembantunya yaitu (Nabi) Yusuf Ash Shiddiq.

Sesungguhnya cinta memiliki permulaan yang sanggup dikuasai dan dikendalikan oleh orang yang mukallaf. memandang, bercakap-cakap, mnyampaikan salam, saling berkunjung, dan bertemu, semuanya merupakan hal-hal yang berada di dalam kemampuan seseorang untuk melaksanakan atau meninggalkan nya. Semua itu merupakan permulaan dan muqaddimah rasa cinta.

Apabila orang yang di mabuk cinta itu telah hingga pada kondisi yang dia sudah tidak bisa mengendalikan nafsunya, maka sebenarnya dia sendirilah yang telah membawa dirinya kepada posisi yang sulit itu dan memasukkannya ke dalam lorong yang sempit atas kemauannya sendiri. Orang yang mencampakkan dirinya ke dalam api mustahil sanggup mencegah api yang akan memperabukan dirinya, dan mustahil ia sanggup menyuruh api menjadi hambar dengan menyampaikan “Wahai api dinginlah dan sejahteralah engkau atas diri saya sebagaimana yang terjadi pada diri nabi ibrahim”. Apabila api memperabukan dirinya dan dia berteriak minta tolong dan usahanya itu tidak berkhasiat lagi, maka sebenarnya dia sendirilah yang memperabukan dirinya, karna dialah yang menyodorkan tubuhnya kepada api atas kehendaknya sendiri.

Seorang Ustadz ditanya wacana apakah cinta itu halal atau haram? Lalu ia menunjukkan jawaban, “Cinta yang halal itu yakni halal, dan cinta yang haram itu yakni haram.”

Jawaban ini bukan basa bau dan bukan pula lelucon, tetapi merupakan klarifikasi terhadap pernyataan (hadits) yang sangat populer, yakni yang halal itu sudah terperinci dan yang haram pun sudah jelas, meskipun di antaranya terdapat perkara2 yang musytabitat (samar) yang banyak orang tidak mengetahuinya.

Diantaranya masalah yang halal dan terperinci itu ialah seorang suami menyayangi istrinya dan istri menyayangi suaminya, atau lelaki yang menyayangi perempuan pinangannya dan perempuan yang dipinang menyayangi lelaki yang meminangnya.

Di antara masalah haram yang terperinci haramnya itu ialah seorang perempuan menyayangi lelaki baik yang beristri ataupun tidak. Lalu hatinya sibuk memikirkannya hal ini sanggup merusakkan kehidupan rumah tangganya, dan terkadang mengakibatkan terjadinya pengkhianatan suami istri. Kalaupun tidak begitu, akan menjadikan kegoncangan dalam kehidupannya, menyibukkan pikirannya, dan mengganggu perasaan juga hatinya, serta menghilangkan ketenangan hidup berumah tangga.

Perusakan menyerupai itu termasuk dosa. Pelakunya di ancam Nabi keluar dari kelompoknya. Sabda beliau, “Bukan dari golongan kami orang yang merusakkan korelasi seorang perempuan dengan suaminya”. [fha/islampos/mail-archive/daarut-tauhid]
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor