Jalma Angkara Mati Murka

Jalma Angkara Mati Murka
 

Artinya: “Kemalangan alasannya yaitu tindak anarkis sendiri”

Secuil bentuk emosional yaitu senjata penghancur ampuh dan efektif yang sangat tradisional semenjak insan ada. Penghancuran ini lebih ditujukan kepada diri sendiri, memang kadang kita melihat bahwa tindakan yang bernafsu dengan kemarahan, kebengisan, buas, yang menjadi korban yaitu orang lain, namun bahwasanya menyerupai bumerang yang akan berbalik dengan kekuatan yang sama atau lebih alasannya yaitu imbas dorongan hal lain.
Untuk itulah diperlukan suatu bentuk “Kesadaran” dan “Pengamatan” sehingga emosional tidak menjadi energi bernafsu yang mendorong terjadinya kemalangan pada diri sendiri yang terus menerus baik ketika ini, hingga kedepan maupun kehidupan ini hingga kehidupan berikutnya.
Angkara Murka akan merusak Kesadaran Roh (Sukma) Sejatinya manusia, disebut merusak artinya mundurnya kesadaran akan kemanunggalan/Unity, kemudian mundurnya welas asih/Budhi, kemudian mundurnya kemampuan/potensi, dan hasilnya menjadi perusak.

Dalam kehidupan berumah tangga, “Jalma Angkara Mati Murka”, menghindarilah cara berpikir yang mencela, menghindarilah dengan berkata-kata mengitimidasi pasangan, menghindarilah berlaku kasar. Lebih menjaga “Tata Basa lan Tata Laku”

Dalam korelasi orang renta dan anak (Guru dan Murid), orang renta / guru yang welas asih bukan dilihat dari usia nya, tapi bagaimana mereka bisa menjaga dan menyelaraskan kawruh (pengertian) mereka dengan laris mereka. Anak / Murid dalam menghargai orang tua/guru bukan dengan memuji-muji sambil berlaku anarkis, tapi yang menerapkan pemikiran welas asih/budhi-lah.

Dalam korelasi keluarga dengan keluarga lain (bermasyarakat), saling selalu memaafkan/mengampuni kesalahan dari orang lain, dan berlomba-lomba menjadi yang utama menjunjung kesatuan ukuran dalam membuat kemanunggalan akan menghindari dari tindakan anarkis. Tidak hanya menghargai perbedaan tapi kita harus melangkah menjadi Bhinneka Tunggal Ika.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Jalma Angkara Mati Murka"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel