Kaya Ngenteni Kereme Prau Gabus,Kumambange Kerikil Item

Kaya Ngenteni Kereme Prau Gabus,Kumambange Watu Item

Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti menyerupai menantikan tenggelamnya bahtera gabus, mengapungnya kerikil hitam (batu kali).

Perahu yang terbuat dari materi gabus (semacam stereofoam) tentu sangat muskil untuk tenggelam. Demikian pun kerikil kali (batu andesit) sangak muskil untuk muncul ke permukaan air.

Secara lebih luas pepatah ini ingin menyatakan akan sebuah perjuangan yang sia-sia. Usaha yang tingkat keberhasilannya ialah nol persen. Mungkin saja pepatah ini sama artinya dengan pepatah Ibarat menunggu Godod yang sebetulnya diadopsi dari lakon drama karya Samuel Beckett. Drama ini juga menggambarkan akan sebuah penantian yang sia-sia. Penantian pada sesuatu yang tidak akan tiba atau terjadi.

Jika kita mengharapkan pada sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi, maka apa yang kita lakukan ini sama dengan ngenteni kereme prau gabus, kumambange watu item.

Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani
Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti di depan memberi teladan, di tengah membangun kehendak/karya, mengikuti dari belakang memperlihatkan daya.

Pepatah ini telah menjadi pepatah atau semboyan yang dipakai di dunia pendidikan Indonesia. Maksudnya, tentu sangat mulia supaya murid atau siswa-siswa Indonesia sanggup berpedoman pada semboyan yang dipopulerkan oleh Ki Hadjar Dewantara itu.

Maksud dari kalimat pertama dari pepatah ini yakni di depan (maksudnya sebagai pemimpin) hendaknya seseorang sanggup memperlihatkan teladan atau contoh. Jika seorang pemimpin tidak sanggup memperlihatkan keteladanan baik dalam sikap profesionalnya, maupun dalam sikap hidup secara keseluruhannya. Memang insan tidaklah pernah akan sempurna. Akan tetapi seorang pimpinan hendaknya selalu berusaha menjaga dirinya supaya ia benar-benar sanggup menjadi teladan bagi bawahan, anak asuh, ataupun anak buahnya.

Kita sanggup membayangkan sendiri jikalau seoang pemimpin dalam profesi maupun tindakannya tidak sanggup diteladani, maka sikap atau sikap anak buahnya pun sanggup dipastikan akan lebih jelek daripadanya. Hal ini juga sanggup dilihat dalam sebuah sekolah jikalau guru-gurunya bertindak kurang baik, maka murid-muridnya pun tentu akan bertindak lebih jelek dari gurunya itu. Tidak adanya keteladanan dari pimpinan menimbulkan anak buah akan kehilangan kepercayaan, hormat, dan segala respeknya.

Jika seorang pimpinan berada di tengah-tengah anak buahnya hendaknya ia sanggup membangkitkan kegairahan supaya anak buah atau anak asuhnya sanggup bersemangat untuk berkarya atau bekerja. Di tengah anak buahnya ia hendaknya juga sanggup menjadi teman, sahabat, atau partner yang baik.

Apabila seorang pimpinan berada di belakang anak buahnya hendaknya ia sanggup mendorong, memotivasi, bahkan juga mencurahkan segala dayanya sehingga anak buahnya sanggup benar-benar mempunyai daya untuk berkarya.

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor