Nabi Ismail As

Nabi Ismail AS yakni putra Nabi Ibrohim as., dari istri keduanya yang berjulukan Hajar. Dengan kelahiran bayi Ismail, istri pertama Nabi Ibrohim yang berjulukan Siti Sarah cemburu. Lalu ia meminta kepada suaminya biar memindahkan Hajar dan anaknya ke tempat yang jauh. Atas petunjuk Allah SWT, Ibrohim as. menempatkan Hajar dan anaknya di tengah Padang Pasir Mekah, bersahabat bangunan suci yang kini dikenal Ka'bah. Beliau sendiri kembali ke Palestina untuk menemui Siti Sarah.

Ketika bekal makanan dan minumannya habis, Hajar bersusah-payah ke sana ke mari mencari air. Berkat pemberian Allah SWT melalui Malaikat Jibril, seketika muncullah mata air yang jernih di bersahabat Ismail. Mata air yang berjulukan sumur zam-zam itu, semenjak ditemukannya sampai kini tidak pernah mengalami kekeringan.

"Dan ceritakanlah (Muhammad), kisah Ismail di dalam Kitab(Al-Qur'an). Sungguh beliau seorang yang benar janjinya, seorang rosul dan nabi.

Dan beliau menyuruh umatnya (mendirikan) sholat dan (membayar) zakat, dan beliau sorang yang diridhoi di sisi Tuhannya" (QS. 19/Maryam: 54-55)

Semasa Nabi Ismail masih anak-anak, Nabi Ibrohim as menerima perintah dari Allah SWT biar menyembelihnya. Baginya perintah tersebut merupakan ujian yang teramat berat. Sekalipun begitu beliau bertekad melaksanakannya. Atas kehendak Allah SWT jua, Nabi Ismail mendukungnya. Maka tatkala anak itu (mencapai umur) mampu berusaha bersamanya, (Ibrohim) berkata, "Wahai anakku, bahwasanya saya bermimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?" Dia (Ismail) menjawab, " Wahai bapakku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar." (QS. 37/Ash-Shoffat: 102)

Setelah konkret ketaatan dan kesabaraan Nabi Ibrohim as dan Nabi Ismail as., maka Allah melarang menyembelih Nabi Ismail as. Untuk meneruskan kurban, Allah menggantinya dengan seekor sesembelihan (Kambing). "Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar." (QS. 37/ Ash-Shoffat: 107). Peristiwa ini menjadi dasar disyariatkannya kurban yang dilakukan pada Hari Raya Haji (Idul Adha).

Nabi Ismail as menikah dengan seorang perempuan yang berasal dari Suku Jurhum, anak pendatang gres di daerah sumur zam-zam itu. Ia menjadi penjaga sumur zam-zam yang semakin hari semakin banyak pengunjungnya. Menurut riwayat, Nabi Ismail wafat pada usia 137 tahun.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor