Nabi Muhammad Saw

Kisah Hidup Nabi Muhammad - Muhammad Rosulullah Saw.

Dan kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat insan sebagai pembawa informasi besar hati dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan insan tidak mengetahui." (QS. 34/Saba': 25) Ayat ini membantah adanya anggapan bahwa Nabi Muhammad saw. hanya diutus untuk orang Arab saja. Sebab aliran yang dibawanya ialah untuk seluruh umat insan di muka bumi ini.

Muhammad saw. ialah putra dari Aminah binti Wahab dan Abdullah bin Abdul Mutholib (wafat sewaktu Nabi masih dalam kandungan). Ia dilahirkan di Mekah, tepatnya sekitar 200 meter dari Masjidil Haram, pada hari Senin menjelang terbit fajar, 12 Robiul Awal tahun Gajah (20 April 571 M). Tempat kelahiran Nabi itu sekarang dijadikan perpustakaan "Maktabah Makkah Al-Mukarromah."

Penamaan tahun Gajah itu sendiri lantaran pada waktu itu bala tentara pimpinan Abroha, Gubernur Yaman menyerang Ka'bah dengan mengendarai gajah. Namun Abroha beserta pasukannya berhasil dihancur-lumatkan oleh pasukan burung ababil yang diperintahkan oleh Allah SWT menghujani mereka dengan batu-batu dari tanah yang terbakar (simaklah QS. 105/ Al-Fil: 1-5)

Sebagaimana belum dewasa darah biru lainnya pada masa itu,Muhammad disusukan pada perempuan Badiyah (sebuah dusun diPadang Pasir) berjulukan Halimah Abi Dzubaidah As-Sa'diyah dariSa'ad Kabilah Hawazin. Di perkampungan Bani Sa'ad inilah ia dibesarkan hingga usia lima tahun. Setelah itu Muhammad diasuh sendiri oleh ibunya. Satu tahun kemudian, sewaktu Muhammad berumur enam tahun, Aminah meninggal dunia. Sejak itu Muhammmad diasuh oleh kakeknya, Abdul Mutholib. Tidak usang kemudian kakeknya juga meninggal dunia, maka ia dibesarkan oleh pamannya, Abu Tholib.

Pada usia 12 tahun, Muhammad diajak pamannya berdagang ke negeri Syam. Sesampainya mereka di kota Bushro, ada seorang pendeta Nasrani berjulukan Buhiro yang memperhatikan Muhammad dan terperanjat menyaksikan adanya gejala kenabian padanya sesuai benar dengan yang diceritakan dalam Injil. Karena itu Pendeta Buhiro menyarankan Abu Tholib biar segera membawa Muhammad pulang kembali. Sebab ia khawatir jikalau orang-orang Yahudi mengetahuinya, mereka akan mencelakakannya. Pendeta Buhiro juga berpesan supaya Abu Tholib memelihara dan menjaga keponakannya itu baik-baik, lantaran ia calon pemimpin umat.

Sejak masa kanak-anak, Muhammad saw telah memperlihatkan sifat-sifat seorang pemimpin. Ia melaksanakan pekerjaannya sebagai penggembala kambing dengan sebaik-baiknya. Berbagai catatan sejarah, termasuk yang ditulis oleh pakar-pakar Barat, mengakui bahwa Muhammad saw seorang figur yang sangat cerdas, dan mempunyai daya ingat sangat kuat. Lebih dari itu ia seorang yang rendah hati, penuh kasih sayang kepada sesamanya, senantiasa menjauhi perbuatan keji dan kotor, jujur dalam setiap tindaklakunya, serta lembut dan benar perkataannya. Pantaslah jikalau masyarakat memberinya gelar Al-Amin (artinya orang yang sanggup dipercaya).

Sewaktu berusia 25 tahun, Muhammad dipercaya oleh seorang perempuan terhormat yang kaya-raya berjulukan Khodijah binti Khuwalid untuk menjual barang-barang dagangannya ke Syiria. Ketika itu Muhammad saw. ditemani oleh pembantu Khodijah berjulukan Maisaroh. Perilaku dan tuturkata Muhammad yang terpuji menyebabkan ia berdagang dengan mudah. Seluruh barang dagangan terjual Nabis dalam waktu relatif singkat dan menerima untung besar. Semua itu Maisaroh ceritakan kepada Khodijah.

Sejak itulah Khodijah terpikat oleh kepribadian Muhammad, dan tidak usang kemudian Allah SWT mentakdirkan keduanya menjadi suami istri. Status Khodijah ketika itu ialah seorang janda berusia 40 tahun. Lima belas tahun lebih renta dari Muhammad saw. Pernikahan mereka dikaruniai anak tiga putra, dan empat putri. Ketiga putranya Al-Qosim, Abdullah, dan Thoyyib, semuanya meninggal dunia sewaktu masih kecil. Empat putrinya, ialah Zainab, Ruqoyyah, Ummu Kaltsum, dan Fatimah.

Sewaktu Muhammad saw. berusia 35 tahun, Mekah dilanda banjir besar sehingga merobohkan Ka'bah. Setelah petaka banjir tersebut, kaum Quraisy membangun Ka'bah kembali. Ketika pembangunan Ka'bah telah usai, para pembesarnya bertengkar perihal siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad pada posisinya semula. Untuk menghindari permusuhan di antara mereka, kesudahannya disepakati bahwa siapa yang masuk Masjidil Haram lebih dulu, maka dialah yang berhak meletakkan Hajar Aswad. Ternyata, yang memasuki Masjidil Haram lebih dulu ialah Muhammad saw.

"Inilah Muhammad Al-Amin. Kami rela kepadanya," komentar sebagian pembesar Quraisy gembira, lantaran yang mereka setujui ialah orang yang jujur dan benar tuturkatanya.

Muhammad saw. menyambut baik penunjukan atas dirinya. Sekalipun ia satu-satunya yang dipercaya melaksanakan kiprah tersebut, namun Muhammad selaku orang muda merasa perlu memperlihatkan penghormatan kepada para pembesar Quraisy. Untuk itu Muhammad saw. membentangkan kain sorbannya di tanah, kemudian meletakkan Hajar Aswad di atasnya, kemudian memanggil empat kepala suku dari bangsa Quraisy untuk mengangkat empat sudut kain sorban itu, sedangkan ia yang memegangi Hajar Aswad dan meletakkannya di kawasan semula.

Pada usia 40 tahun, Muhammad mendapatkan wahyu pertama ketika berkholwat (menyepi untuk beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah) di Gua Hiro'. Sejak itulah ia diangkat menjadi seorang nabi dan mulai menyiarkan agama Islam secara diam-diam, sesuai dengan perintah Allah SWT.

Orang-orang pertama yang beriman kepadanya, ialah: Abu Bakar, dari kalangan orang tua;Khodijah binti Khuwalid, dari kaum wanita;Ali bin Abi Tholib, dari golongan anak-anak; dan Zaid bin Haritsah, dari golongan budak.

Beberapa waktu kemudian, kalangan elit kaum Quraisy pun menyatakan memeluk Islam, antara lain: Utsman bin Affan, Zubair bin Al-Awam, Abdurrohman bin Auf, Abdullah bin Mas'ud, Sa'ad bin Abi Waqos, dan Tholha bin Ubaidillah.

Kurang lebih selama tiga tahun Nabi Muhammad berdakwah secara diam-diam, hingga "turun" wahyu yang memerintahkannya untuk berdakwah secara terang-terangan.. "Maki sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang musyrik." (QS. 15/Al Hijr: 94)

Sambutan penduduk Mekah pada mulanya menggembirakan. Hanya saja para pemimpin dan darah biru Quraisy terhina oleh permintaan Nabi untuk meninggalkan kebiasaan menyembah berhala lantaran itu bukan Tuhan. Sedangkan Tuhan yang patut disembah ialah Allah SWT Yang Maha Esa. Sejak itu mereka melaksanakan penganiayaan terhadap Nabi dan para pengikutnya.

Guna menghindari penganiayaan orang-orang kafir Quraisy lebih jauh, Nabi saw. memerintahkan pengikutnya hijrah (pindah) ke Habsyah (Habsyi). Di sana ada raja Najasyi yang mengakui kebenaran aliran Nabi lantaran tiba dari zat yang menurunkan risalah Isa as. Yang pergi pada ketika itu 15 orang, terdiri dari 11 laki-laki dan 4 wanita. Kelompok kedua yang menyusul berhijrah 76 orang, terdiri dari 63 laki-laki dan 13 wanita.
Dari hari ke hari pengikut Nabi saw. semakin bertambah. Untuk menghentikan dakwah beliau, kaum Quraisy merencanakan pembunuhan terhadap Nabi saw. Berkat perjuangan Abu Tholib, Nabi sanggup diselamatlkan. Orang-orang kafir Quraisy kesudahannya memboikot keluarga Nabi dan para pengikutnya. Semua orang kafir dihentikan mengadakan hubungan kekeluargaan dan dagang dengan orang-orang Islam, hingga Nabi beserta seluruh pengikutnya memakan dedaunan hingga selama sekitar tiga tahun.

Masa pemboikotan itu berakhir pada tahun ke 10 kenabian. Pada waktu itulah Abi Tholib yang membela dia mati-matian meninggal dunia. Dengan sendirinya semakin bertambah ahli gangguan kaum Quraisy kepadanya. Selanjutnya Nabi bersama Zaid bin Haritsah berdakwah ke Thoif, tepatnya kepada kabilah Tsaqif. Namun sambutan kabilah Tsaqif sangat tidak manusiawi. Mereka melempari Nabi saw. dengan batu, hingga tumit dia terluka.

Keadaan di Mekah semakin mengancam jiwa Nabi saw, oleh lantaran itu dia memutuskan hijrah ke kota Yastrib, kemudian diganti namanya dengan Madinah Al-Munawaroh, alasannya Islam sudah berkembang di sana melalui orang-orang Yastrib yang ketika mengunjungi Ka'bah bertemu Nabi dan mendapatkan ajarannya. Itu terjadi pada tahun ketiga belas kenabian.

Sebelum hingga di Kota Madinah, Nabi Muhammad saw singgah di kota kecil, Kuba untuk beberapa waktu lamanya. Di Kuba dia sempat mendirikan Masjid. Setelah cukup usang tinggal di Kuba, Nabi saw. melanjutkan perjalanan ke Madinah. Di kota ini pun Nabi membangun Masjid gotong royong dengan kaum Muhajirin (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Mekah) dan kaum Anshor (sebutan bagi orang Islam yang berasal dari Madinah).

Pada Hari Sabtu, 25 Dzul Qo'dah, tahun Hijriyah, Nabi beserta para pengikutnya yang telah mencapai jumlah ribuan menunaikan ibadah haji untuk pertama kalinya sekaligus sebagai haji wada'. Sekalipun umat Islam kala itu sudah sangat kuat, namun Nabi Muhammad Rosulullah saw. tidak menyimpan dendam terhadap orang-orang kafir Quraisy yang pernah menganiaya dia dan para pengikutnya. Bahkan dia menjamin hak-hak hidup mereka. Beberapa bulan sehabis haji wada' dia sakit keras dan wafat. Tepatnya pada hari Senin, 12 Robiul Awal, dalam usia 63 tahun.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor