Nusaibah Binti Ka’Ab Al Anshariyah

Sesungguhnya Nusaibah Binti Ka’ab Al Anshariyah atau lebih dikenal dengan Ummu Umarah yaitu merupakan salah satu teladan yang memiliki keberanian yang kukuh pada setiap saat. Ia merupakan jagoan perempuan yang tidak pernah alpa dalam melaksanakan kewajipan .Semua yang dilakukan itu untuk memperoleh kemuliaan di dunia dan kenikmatan di akhirat.

Dia yaitu seorang sobat perempuan yang agung. Dia termasuk salah seorang perempuan yang bergabung dengan 70 puluh orang lelaki Ansar yang ingin berbaiat kepada Rasulullah SAW. Dalam baiat Aqabah yang kedua itu ia bersama dengan suaminya Zaid bin Ahsim dan dua orang puteranya Hubaib yang dibunuh oleh Musailamah sehabis itu, dan Abdullah perawi hadith wuduk. Sedangkan perempuan yang seorang lagi yaitu saudaranya.

Ummu Umarah merupakan seorang perempuan yang berani, cendekia menjaga harga diri, jujur dan rajin. Perkara ini dijelaskan oleh Rasulullah sendiri ketika ia menciptakan baiat. Baginda bersabda “Janganlah mengalirkan darah dengan sia-sia.”

PAHLAWAN WANITA ANSAR
Ibnu Saad memperlihatkan citra yang indah mengenai Ummu Umarah didalam kitabnya Thabaqat menyerupai berikut:

“Ummu Umarah telah masuk Islam, ia telah menghadiri malam perjanjian Aqabah dan berbaiat kepada Rasulullah SAW. Ia ikut dalam perang Uhud, Perjanjian Hudaybiah, Umrah Qadha, Perang Hunayn, Perang Yamamah dan ia terpotong tangannya dan mendengar beberapa hadith Rasulullah SAW”.

Ummu Umarah menceritakan sendiri pengalamannya ketika Perang Uhud.Sebagaimana diungkap oleh Ibnu Sa’ad katanya:

“Pada permulaan siang, saya pergi ke Uhud dan saya melihat apa yang dilakukan orang. Pada waktu itu saya membawa kawasan yang berisi air. Kemudian saya hingga kepada Rasulullah SAW yang berada di tengah-tengah para sahabat. Ketika kaum muslimin mengalami kekalahan, saya melindungi Rasulullah SAW, kemudian ikut serta di dalam medan pertempuran. Saya berusaha melindungi Rasulullah SAW dengan pedang, saya juga memakai panah sehingga jadinya saya terluka”.

Ketika Said bin Ibnu Rabi menanyakan kepadanya ihwal luka yang dilihat di belakangnya, bagaimana kisahnya sehingga terjadi yang demikian. Ummu Umarah menjawab, “Ibnu Qumaiah tiba ingin menyerang baginda, ketika para sobat sudah meninggal Rasulullah SAW. Lalu ia berkata,
“Tunjukkan saya di mana Muhammad, saya tidak akan selamat selagi ia masih hidup”. Lalu Mushab bin Umair dengan beberapa orang sobat termasuk saya menghadapinya. Kemudian Ibnu Qumaiah memukulku”.

Imam Az Zahabi berkata:

“Dia yaitu perempuan yang utama dan pejuang dari kalangan Ansar, Khazraj, Najjar, Mazin dan sebagai orang Madinah. Saudaranya Abdullah bin Kaab termasuk kelompok para sobat yang ikut dalam perang Badar . Begitu juga saudaranya Abdurrahman termasuk orang yang suka menangis”.

Al Waqidi berkata:

“Ummu Umarah ikut Perang Uhud bersama suaminya dan dua orang anaknya dari suaminya yang pertama. Ia keluar untuk memberi minum dengan membawa qirbah atau kawasan air yan jelek . Ia juga ikut berperang dan menerima cubaan yang baik sehingga menerima banyak dua belas luka ditubuhnya”

Imam Az Zahabi meriwayatkan darinya bahwa ia berkata:

“Saya mendengar Rasulullah SAW berkata: ” Sesungguhnya kedudukan Nusaibah pada hari ini adalh lebih baik dari kedudukan fulan dan fulan” .

Ibnu Saad juga meriwayatkan ungkapan Ummu Umarah sendiri sebagai berikut:
“Saya melihat para sobat sudah jauh jaraknya dari Rasulullah SAW, hingga tinggal kelompik kecil yang tidak hingga 10 orang . Saya beserta kedua anak saya serta suami saya berada di hadapan baginda untuk melindunginya. Baginda melihat saya tidak memiliki perisai, baginda melihat pula seorang lelaki yang mengundur diri samnil membawa perisai . Kemudian nabi bersabda kepadanya, “Berikanlah perisaimu kepada orang yang sedang berperang”. Ia pun melemparkannya, kemudian saya ambil dan gunakannya untuk melindungi Rasulullah SAW”.

“Pasukan berkuda itu melaksanakan banyak sekali gerakan, seandainya mereka mengganggu baginda nescaya akan kami lawan mereka. Kemudian datanglah seorang yang menunggangi kuda yang hendak memmukul saya. Maka saya gunakan perisai tetapi ia tidak jadi melakukannya dan jadinya berpaling. Ketika itu saya pukul kaki kudanya dan punggungnya. Lalu Rasulullah SAW memanggil,” Wahai putera Ummu Umarah, bantulah ibumu, bantulah ibumu”. “Kemudian anak saya tiba membantu saya sehingga saya sanggup membunuhnya.”

Imam AzZahabi meriwayatkan kisah ini melalui ungkapan anak Ummu Umarah yang berjulukan Abdullah bin Zaid. Katanya,

“Pada suatu hari saya terluka dan darahnya tidak mahu berhenti.” . Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Balutlah lukamu,”. Kemudian ibuku tiba dengan membawa pembalut dari ikat pinggangnya. Kemudian dibalutnya lukaku sedangkan baginda bangkit kemudian baginda bersabda
” Bangunlah dan perangi kaum itu .”Kemudian baginda bertanya, “Siapakah yang bisa berbuat sepertimu wahai Ummu Umarah ?” Kemudian datanglah orang yang memukul anaknya tadi. Rasulullah SAW pun bersabda,

“Inilah orang yang memukul anakmu”,

“Kemudian Ummu Umarah mendekatinya dan memukul betisnya hingga tumbang . Maka Ummu Umarah melihat Rasulullah SAW tersenyum hingga nampak gigi taring baginda sambil banginda bersabda, “Engkau telah menghukumnya wahai Ummu Umarah”,” Kemudian kami pukul lagi dengan pedang sehingga musuh itu mati . Lalu baginda bersabda , “Segala puji kepunyaan ALLAH, yang telah memberi pinjaman kepadamu.”

DOA RASULULLLAH SAW UNTUK UMMU UMARAH DAN ANAKNYA
Imam Az Zahabi meriwayatkan dari Abdullah bin Zaid bin Ahsim ia berkata, “Saya mengikuti perang Uhud, maka ketika para sobat meninggalkan Rasulullah SAW, saya dan ibu saya mendekati baginda untuk melindunginya, kemudian baginda bertanya, “Mana Ummu Umarah?” Saya menjawab: ” Ya wahai Rasulullah ,” baginda bersabda :” Lemparkanlah”

Saya pun melemparkan sebuah watu kepada seorang lelaki yang sedang menunggang kuda di hadapan mereka, jadinya watu itu mengenai mata kuda itu. Kemudian kuda tersebut bergoncang , sehingga penunggangnya terjatuh. Kemudian saya tindih orang itu dengan watu dan Rasulullah melihatnya sambil tersenyum.

Baginda juga melihat luka ibuku di belakangnya, baginda bersabda “Ibumu, ibumu balutlah lukanya, Ya Allah jadikan lah mereka sobat saya di syurga”. Mendengar itu ibuku berkata : “Aku tidak acuh lagi apa yang menimpaku dari urusan dunia ini”.

Itulah Ummu Umarah yang mengibarkan panji-panji Islam . Membela Rasulullah SAW, ia terluka dalam perang Uhud sebanyak 12 kawasan di tubuhnya dan kembali ke Madinah dengan luka2 usaha tersebut.

Abu Bakar ketika menjadi Khalifah pernah tiba menemuinya untuk menanyakan sesuatu. Begitu juga Umar Al-Khattab pernah memperoleh beberapa helai pakaian yang di dalamnya ada yang gres . Maka pakaian yang gres itu dikirim pada Ummu Umarah. Begitulah kehidupan Ummu Umarah melalui hari-hari kehidupan denan penuh usaha tehadap Islam, kemudian sentiasa melaksanakan kewajipan samada masa perang baik waktu damai.

Ummu Umarah juga bersama Rasulullah SAW untuk menunaikan Baitur Ridhwan, satu akad setia untuk sanggup mati syahid di jalan ALLAH.

Setelah Rasulullah SAW wafat munculllah Musailamah Al Kazab yang mengaku menjadi nabi . Maka semua orang memeranginya.Hubaib putera Ummu Umarah diutus oleh baginda ketika baginda masih hidup, untuk memberikan surat pada Musailamah .Namun Hubaib ditawannya dan diseksa dengan seksa yang mengerikan, namun Hubaib tetap tabah dan sabar.

Musailamah bertanya kepada Hubaib, ” Apakah engkau mengakui bawaha Rasulullah itu yaitu utusan ALLAH ?” Dia menjawab “Benar”.

Musailamah bertanya lagi, ” Apakah engkau mengetahui bahawa saya yaitu utusan ALLAH ?”

Hubaib menjawab, “Saya tidak pernah mendengar yang demikian itu,”. Lalu Musailamah memotong-motong badan Hubaib sehingga ia meninggal dunia.

Ketika mengetahui bahawa anaknya Hubaib terbunuh, maka Ummu Umarah bernazar tidak akan mandi sehingga ia sanggup membunuh Musailamah. Maka ia akan ikut serta anaknya Abdullah dalam perang Yamamah . Ia sangat berharap semoga sanggup membunuh Musailamah dengan tangannya sendiri . Namun takdir telah memilih yang membunuh Musailamah bukan Ummu Umarah tetapi anaknya Abdullah yang menuntut bela diatas janjkematian saudaranya Hubaib .

Al Waqidi menceritkan insiden yang dialami oleh Ummu Umarah dalam peperangan ini dengan menyatakan, “Ketika hingga kepadanya gosip janjkematian anaknya di tangan Musailamah al Kazzab, maka ia berjanji kepada ALLAH dan memohon kepadaNya semoga ia juga mati di tangan Musailamah atau ia yang membunuh Musailamah”.

Maka ia pun mengkuti perang Yamamah bersama Khalid bin Walid , kemudian Musailamah terbunuh dan tangan Ummu Umarah terpotong dalam peperangan tersebut.

Ummu Umarah berkata, “Tangan saya terpotong pada hari peperangan Yamamah, pdahal saya sangat berhajat untuk membunuh Musailamah . Tidak ada yang sanggup melarangku sehingga saya sanggup melihat anakku Abdullah bin Zaid mengusap pedangnya dengan pakaiannya , kemudian saya berkata kepadanya: ” Engkaukah yang membunuhnya ?” Ia menjawab “Ya” . Kemudian saya bersujud kepada Allah kerana bersyukur.

Semoga Allah memperlihatkan rahmat kepada Ummu Umarah dengan rahmat yang luas dan menyambutnya dengan keredhaanNya yang agung.

Sumber : Alqoidun.net
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts

Entri yang Diunggulkan

Jasa Pelet Mahar Setelah Berhasil

Pesan kata

Jasa pelet Murah Ampuh Terbukti ini dikhususkan hanya untuk pemesan yang MEMBUTUHKAN dalam berpikir dan bertindak dengan baik.
Sadar akan semua syarat yang ada dalam memaharkan jasa pelet Mbah Gewor.
Bukan bersikap seperti anak kecil, labil, dan berharap jasa pelet mahar setelah berhasil dari Mbah Gewor