Wit Gedhang Awoh Pakel

Wit Gedhang Awoh Pakel

Wit Gedhang Awoh Pakel


Wit Gedhang Awoh Pakel
Pepatah Jawa di atas secara harfiah diartikan ‘pohon pisang berbuah pakel’ (sejenis mangga yang sangat harum aromanya jikalau matang namun agak asam rasanya).

Dalam kehidupan faktual jelaslah amat tidak mungkin terjadi ada pohon pisang yang berbuah pakel. Dari sisi jenis pohon, marga, kelas, dan ordonya saja sudah amat jauh berbeda. Demikian juga sifat-sifat yang dibawanya.

Pepatah ini dalam masyarakat Jawa dipakai untuk menggambarkan betapa mudahnya berbicara atau ngomong. Namun begitu sulitnya melaksanakan, mengerjakan, atau mewujudkannya. Pepatah itu sanggup juga dipakai untuk menggambarkan betapa sebuah teori begitu simpel diomongkan atau dituliskan namun tidak simpel untuk dipraktekkan. Begitu simpel nasihat, petuah, pepatah, bahkan kotbah diucapkan, namun untuk pelaksanaannya sungguh tidak mudah. Dibutuhkan usaha keras untuk mengendalikan semua pancaindra dalam diri insan untuk sanggup mengarah ke pelaksanaan yang dipandang baik dan benar itu.

Kalimat dalam pepatah tersebut dalam masyarakat Jawa sering lalu disambung dengan anak kalimat yang berbunyi, omong simpel nglakoni angel ‘omong simpel melakukan sulit’.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Wit Gedhang Awoh Pakel"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel