Adoh Tanpa Wangenan Cedhak Datan Senggolan

Adoh Tanpa Wangenan Cedhak Datan Senggolan

Pepatah Jawa tersebut secara harfiah berarti jauh tanpa ukuran akrab tidak senggolan. Pepatah ini dalam masyarakat Jawa biasanya dipakai untuk menggambarkan keberadaan kekasih atau Tuhan.

Orang yang tengah dilanda cinta biasanya akan merasa kangen terus dengan orang yang dijatuhcintainya. Jika kekasih tersebut tidak berada di sisinya, memang terasa begitu jauh keberadaannya. Namun di balik itu bahu-membahu sang kekasih juga sangat akrab dengan dirinya, ialah berada di dalam hatinya. Dengan demikian sanggup dikatakan bahwa kekasih itu berada jauh namun bahu-membahu jua sangat dekat. Sekalipun kedekatan (di hati) itu menyebabkannya tidak sanggup bersentuhan atau bersenggolan.

Hal yang sama juga sering dipakai untuk menggambarkan keberadaan Tuhan bagi manusia. Kadang orang merasa bahwa Tuhan demikian jauh, seakan-akan berada di atas langit lais ke tujuh yang jaraknya tidak sanggup diukur. Namun bahu-membahu Tuhan juga begitu akrab terasa di hati masing-masing orang. Sekalipun begitu insan tidak sanggup memegangnya.
 

0 Response to "Adoh Tanpa Wangenan Cedhak Datan Senggolan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel