Bramara Mangun Lingga

Bramara Mangun Lingga 

Artinya Laki-laki yang bertingkah laris berlebihan.

Laki-laki dikatakan ialah sosok yang lebih berpengaruh (lambang “Lingga”) secara fisik dibandingkan dengan wanita, namun secara tidak eksklusif kebanyakan laki-laki secara psikis sangat lemah dibandingkan dengan wanita… Hal ini di tunjukan dari kesan laki-laki menutupi diri mereka dengan secara tampak luar bersikap/acting/laku berlebihan, terutama kepada lawan jenis apalagi menaruh hati pada perempuan tertentu di sukai.
Tingkah berlebih baik secara ekspresi maupun non ekspresi dapat menjadi sangat tampak oleh para penonton di sisi lain.
Dari rayuan hingga cara berpakaian yang berlebih hanya semata-mata untuk menahlukan si wanita.

Secara spiritual, kecenderungan laki-laki ini juga di bawah dikala ingin menahlukan seorang perempuan dengan berlebihan berpenampilan dengan berpura-pura: berwibawa, santun terkesan bijak, menyerupai berhati legowo, ingin di bau tanah kan. Yang akkhirnya tujuan untuk menjebak dan mengambil laba dari si wanita. Itulah kira-kira kesan dari falsafah ini.

Maka orang bau tanah (leluhur) mengajarkan untuk bahwa seorang perempuan menyayangi laki-laki atau sebaliknya haruslah sebab masing-masing dalam kejujuran yang bertanggung jawab.
Kejujuran bertanggung Jawab ialah bagaimana masing-masing dapat saling membangun bukan mengantikan.

Dalam kehidupan berumah tangga “Bramara Mangun Lingga”, terjadi biasanya laki-laki nya telah melaksanakan penyimpangan-penyimpangan atau tidak jujur bertanggung jawab, tingkah laris berlebihan baik secara garang maupun defensif menandakan bahwa laki-laki tersebut sedang bermasalah atau melaksanakan kesalahan.

Dalam kekerabatan orang bau tanah dan anak (Guru dan Murid), anutan untuk apa adanya, menjadi diri sendiri dan jujur bertanggung jawab (membangun orang lain), serta tidak minder yang karenanya bertindak agresif, perlu di contohkan oleh orang bau tanah atau Guru.

Dalam kekerabatan keluarga dengan keluarga lain (bermasyarakat), janganlah selalu menimbulkan atau berlomba untuk menciptakan rumput kita lebih hijau dari tetangga (orang lain), tapi tingkatkanlah kwalitas keluarga (bermasyarakat) dengan niat saling membangun. sebab bila motivasinya ialah untuk legalisasi diri (rumput lebih hijau) maka akan terjebak bahwa terjadi tebar persona, dan dapat berdampak tebar persona pada lawan jenis yang berujung pada penyelewengan/penipuan.

0 Response to "Bramara Mangun Lingga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel