Nek Wis Kecekel Kuncunge, Kecekel Sarimu


Nek Wis Kecekel Kuncunge, Kecekel Sarimu

Artinya: Saat terpengang ekornya (kepercayaan), maka terpengang sari jiwamu.

Kemajuan insan ternyata sangat tergantung pada para aktor utama (leader) dalam kehidupan kita, demikian halnya kemunduran juga tergantung dari para aktor utama.
Hal ini dikarenakan bahwa para pengikut (follower), sangat sekali tergantung akan para aktor utama.

Maka para pengikut yang telah terpegang sari jiwa-nya, akan sangat gampang diarahkan oleh para aktor utama, secara baik maupun jelek. Ibarat kerbau yang dicucuk hidung, kemana saja akan ikut.

Setiap insan ialah beperanan utama dalam bidangnya masing-masing, maka hendaklah bahwa mempunyai sifat Budhi welas asih, biar dapat membangun, memperbaiki kehidupan insan lainnya dalam jangkauannya.

Maka sederhananya ialah mari kita berlomba berbuat kebajikan.

Dalam kehidupan berumah tangga, “Nek Wis Kecekel Kuncunge, Kecekel Sarimu”, jikalau salah satu pasangan telah percaya, mempercayai, maka hendak digunakan dengan kesadaran kebenaran, bukan untuk dikhianati.

Dalam relasi orang renta dan anak (Guru dan Murid), orang renta dan murid ialah penyembuh bagi anak/murid, jangan sebaliknya menjadi racun/virus yang menghancurkan anak/murid.
Orang tua/guru, juga harus tidak berhenti belajar.. Harus terus senantiasa meningkatkan diri..

Dalam relasi keluarga dengan keluarga lain (bermasyarakat), kalau sebagai pemimpin di masyarakat, maka harus dapat menjadi yang adil dan bijak bagi semua golongan, bukan mengadu dan memecah kesatuan bermayarakat.
Hal ini dapat di tempuh dengan tidak menjadi fanatik dan munafik, tapi apa adanya dengan hati nurani yang paling jujur.

0 Response to "Nek Wis Kecekel Kuncunge, Kecekel Sarimu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel