Uniknya Rumah Watak Jambi: Rumah Kajang Lako

Siapa tak kenal Jambi? Provinsi yang terletak di Pulau Sumatera ini menyimpan banyak keunikan untuk Anda kunjungi. Selain kekayaan alam, Jambi juga dikenal lantaran kebudayaannya yang menarik. Tahukah Anda bahwa Bangsa Melayu bekerjsama berasal dari kerajaan berjulukan Malayu yang terletak di Batang Hari Jambi? Dengan demikian kita asumsikan bahwa Jambi mempunyai peradaban yang cukup tua. Salah satu ciri peradaban itu sanggup kita lihat terang dari rumah adat Jambi itu sendiri: Rumah Kajang Lako.

Mengenal Si Kajang Lako
 
Dahulu, pemkot Jambi kebingungan menentukan rumah adat yang mana yang diusung secara resmi sebagai rumah adat Jambi. Bukan lantaran rumah di provinsi ini telah punah, melainkan lantaran terlalu banyak pilihan. Memang ada beragama jenis rumah adat di Jambi. Karena kebingungan ini, kemudian diadakanlah sayembara di tahun 70-an hanya untuk menentukan rumah adat Jambi yang sanggup mewakili seluruh masyarakat negeri berjuluk Sepucuk Jambi Sembilan Lurah tersebut.

Pada hasilnya hasil sayembara pun mengerucut pada rumah tradisional berjulukan Kajang Leko. Rumah ini berbentuk panggung dan gampang sekali kita jumpai di wilayah Jambi. Hal ini dikarenakan kecenderungan masyarakat Jambi yang lebih gemar membangun rumah adat sebagai hunian ketimbang rumah modern. Jadi, bila Anda berkunjung ke Jambi, sempatkanlah sedikit waktu untuk menengok rumah elok nan apik ini.

Seperti apa arsitektur si Kajang Lako? Secara umum, rumah ini mengadopsi arsitektur dari Marga Bathin. Mereka merupakan nenek moyang salah satu kelompok di Jambi. Hingga dikala ini, masih terdapat perkampungan suku Bathin lengkap dengan rumah adat Kajang Lakonya. Di dalam lingkup kelompok ini, rumah adat Jambi si Kajang Lako juga lazim dikenal dengan nama Rumah Lamo. Adapun perkampungan Bathin ini juga dikenal dengan nama Kampung Lamo yang terletak di Rantau Panjang.

Membedah Bagian Kajang Lako

Secara umum, bubungan rumah Kajang Lako ini ibarat dengan perahu. Jika kita cermati, bab ujung bubungannya mempunyai bentuk yang melengkung. Tipologi rumah ini serupa dengan bangsal. Bentuknya empat persegi panjang dengan lebar 9 metr dan panjang 12 meter. Bentuk ini dipilih bukan tanpa arti. Empat persegi panjang mewakili fungsi rumah yang sejalan dengan pedoman agam islam, agama yang dianut oleh suku Bathin di Jambi.


Adapun bagian-bagian utama dari rumah adat Jambi Kajang Lako ini sebagai berikut:
  1. Pertama yaitu bubungan atau atap. Bagian ini lazim juga dikenal dengan nama Gajah Mabuk. Nama ini diambil dari pembuat rumah ini yang konon katanya sedang dimabuk asmara namun tidak menerima restu. Bubungan atau atap ini kadang juga dikenal dengan nama Lipat Kajang atau Potong Jerambah. Atap rumah ini biasanya dibentuk dari ijuk atau mengkuang. Ijuk ini dianyam dan selanjutnya dilipat menjadi dua bagian.
  2. Kasau Bentuk. Bagian ini merupakan atap rumah yang ada di ujung paling atas. Kasau Bentuk ini ada di depan dan belakang rumah. Jika diperhatikan, bentuknya miring. Adapun fungsinya unutk mencegah air memasuki rumah di ekspresi dominan penghujan. Kasau Bentuk ini dibikin dengan panjang 60 cm dan lebar yang mengikuti bubungan rumah.
  3. Masinding. Bagian rumah yang satu ini berupa dinding. Umumnya terbuat dari papan. Dinding ini dilengkapi dengan pintu. Uniknya, rumah Kajang Lako ini mengenal 3 macam pintu antara lain pintu masinding, pintu balik melintang serta pintu tegak. Masing-masing pintu ini mempunyai aksara masing-masing. Misalnya pintu tegak yang terletak di sebelah kiri rumah. Ia mempunyai fungsi sebagai pintu masuk. Meski berjulukan pintu tegak, namun setiap orang yang melewati bab ini niscaya akan menundukkan tubuh lantaran memang pintu ini dibentuk sangat rendah. Alasannya, menundukkan kepala merupakan penghormatan terhadap pemilik rumah. Dengan adanya pintu tegak ini maka setiap yang memasuki rumah “dipaksa” untuk melaksanakan penghormatan.
  4. Tiang rumah Kajang Lamo. Umumnya jumlah tiang Kajang Lamo ini berjumlah 30. Ia terdiri atas 6 riang palamban dan 24 tiang utama. Tiang utama ini disusun dalam deretan enam, masing-masing panjangnya sekitar 4,25 meter.
  5. Lantai rumah Kajang Lako. Bagian ini dibentuk bertingkat. Pada tingkatan pertama dikenal dengan nama lantai utama. Ia merupakan lantai yang ada pada ruang balik melintang. Ruangan ini tidak ditempati orang sembarang utamanya pada upacara adat. Sementara itu, lantai tingkat selanjutnya dikenal dengan nama lantai biasa. Ia terletak di ruang balik manalam, ruang gaho, palamban dan ruang tamu biasa.
  6. Tabar Layar. Bagian rumah yang satu ini berfungsi sebagai dinding sekaligus epilog rumah bab atas supaya terhindar dari tempias hujan. Tebar Layar ini sanggup dijumpai di sebelah kiri dan kanan bangunan rumah. Bahan pembuatan Tabar Layar ini dari papan.
  7. Panteh. Bagian rumah Kajang Lako ini merupakan daerah untuk menyimpan benda-benda. Ia terletak di bab atas bangunan rumah.
  8. Pelamban. Merupakan bab dair rumah adat Jambi yang letaknya ada pada bab paling depan rumah. Ia berada pada ujung sebelah kiri. Palamban yaitu bangunan tambahan. Sekilas ia ibarat mirip teras. Berdasarkan akidah adat masyarakat Jambi, Palamban ini seyogyanya difungsikan sebagai ruang tunggu untuk tamu yang belum dipersilahkan unutk memasuki rumah.

0 Response to "Uniknya Rumah Watak Jambi: Rumah Kajang Lako"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel